Connect with us

NASIONAL

Din Harapkan Tahun Baru Islam Jadi Momentum Hijrah Mental

Published

on

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang juga tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Apakabarnews.com, Magelang – Tahun baru Islam harus menjadi momentum setiap manusia dengan berbagai latar belakang untuk melakukan hijrah mental menuju kepada kehidupan yang lebih baik, kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin.

 “Setiap hadirnya tahun baru Islam jangan hanya dipahami dalam konteks sejarah Islam semata, yakni hijrah Nabi Muhammad dari Kota Mekkah ke Madinah, akan tetapi dalam konteks kehidupan saat ini perlu dipahami sebagai momentum untuk melakukan hijrah dalam arti lebih luas, yakni hijrah terkait mentalitas manusia dalam menjalani kehidupan,” katanya dalam keterangan tertulis Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang di Magelang, Selasa (11/9/2018) petang.

 Din Syamsuddin mengatakan hal itu di hadapan sekitar 10.000 umat pada acara Silaturahim Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) di Lapangan Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1440 Hijriah pada 11 September 2018.

 Ia mengemukakan pentingnya tahun baru Islam sebagai saat yang baik bagi umat untuk introspeksi dan evaluasi diri terhadap perjalanan hidup selama ini, untuk selanjutnya melakukan perbaikan pada masa mendatang.

  “Setiap pribadi manusia apapun latar belakang kehidupan dan profesinya perlu melakukan hijrah mental,” ujar dia dalam acara yang juga dihadiri Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais itu.

  Ia menjelaskan tentang makna hijrah mental sebagai proses perubahan manusia menuju kebaikan, seperti dalam kepribadian, perilaku hidup, maupun wawasan kehidupan.

  Selain itu, ujar dia, perbaikan dari kemungkaran dan kemaksiatan menuju ketaatan, kemunduran menuju kemajuan, dan kebodohan menuju kecerdasan. 

  “Ketika proses hijrah secara mental mampu dilakukan maka kehidupan umat dan bangsa dalam berbagai bidang bisa menjadi lebih baik” katanya. 

  Ia juga mengingatkan tentang potensi umat Islam sebagai kekuatan proses perubahan guna mewujudkan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur bagi seluruh masyarakat.

  Penasihat PP Muhammadiyah Amien Rais pada kesempatan tersebut menyampaikan beberapa catatan, antara lain tentang pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang belum mampu diterapkan dan dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya terkait dengan persoalan ekonomi.

 Ia menyebut masih banyak aset dan kekayaan bangsa yang hanya dinikmati sekelompok orang. Aset dan kekayaan bangsa itu seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat.

 “Seluruh komponen bangsa perlu bersatu dan berjuang secara bersama-sama untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial sehingga amanat yang ada dalam konstitusi dapat benar-benar diwujudkan,” katanya.  

Hadir dalam SKBM tersebut, antara lain Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Endra Endah Wacana, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jumari, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Eko Muh Widodo. (max)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Soal Kontroversi Tampang Boyolali, Prabowo Jelaskan Lagi Via Vlog

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Masalah “tampang Boyolali” yang digoreng maksimal oleh pihak sebelah, ternyata gagal membuat opini publik yang negatif terhadap Capres RI Prabowo Subianto.

Bukan itu saja, seperti bumerang, serangan malah berbalik karena rakyat menjadi paham dengan disain yang dilakukan oleh lawan-lawan politik Prabowo Subianto.

BACA JUGA : Senangnya Anti Dikasih Sepatu oleh Sandiaga Uno

Mereka mengira rakyat bisa dibikin gagal faham, atau bisa dibohongi oleh narasi-narasi yang menyesatkan, dan pencitraan-yang mengelabui. Mereka lupa, rakyat sudah pintar karena belajar dari pengalaman politik sebelumnya.

Prabowo dengan penuh kesantunan dan kebijaksanaannya – meskipun tidak ada kesalahan yang dilakukannya, menyampaikan mohon maaf kepada yang tersinggung atas empati yang dilakukannya terhadap rakyat Boyolali.

“Dan maksud saya bukan menghina justru empati gitu loh, jadi kalau saya bicara tampang, tampang Boyolali ya di Boyolali, tampang Brebes ya di Brebes, itu kan selorohnya dalam arti empati saya solidaritas saya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, justru yang dipermasalahkannya tentang ketidakadilan, kesenjangan, ya ketimpangan, dan yang semua orang tau ini semakin lebar. Makin tidak adil yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang saja.

“Maksudnya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu ya saya minta maaf,” kata Prabowo.

Berikut ini adalah transkrip lengkap vlog anggota BPN Prabowo Subianto dengan Capres RI dari Koalisi Adil Makmur, sebagai berikut :

Dahnil Simanjuntak (DS) : Lagi rame nih pak, katanya Pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali karena menyebut tampang Boyolali padahal kan bapak tampang Bojongkoneng pak. Hahhaa gimana pak?

Prabowo Subianto (PS) : Saya kira itu mungkin berlebihan ya, saya tidak ada niat sama sekali, itu kan cara saya kalau bicara saya itu kan familiar, ya istilah bahasa bahasa dari seorang teman.

Dan audiensi itu tidak terlalu besar sekitar paling hanya 400 sampai 500 kader dari partai-partai koalisi kita, (di) peresmian kantor pemenangan. Ya saya seloroh lah dan itu sambutan saya kira kira satu jam, 40 menit lebih, dan paling itu kan paling hanya 2 menit.

Dan maksud saya bukan menghina justru empati gitu loh, jadi kalau saya bicara tampang, tampang Boyolali ya di Boyolali, tampang Brebes ya di Brebes, itu kan selorohnya dalam arti empati saya solidaritas saya.

Saya tau kondisi kalian kan, justru yang saya permasalahan tentang ketidakadilan, kesenjangan, ya ketimpangan, dan yang semua orang tau ini semakin lebar, makin tidak adil yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang saja. Jadi maksud saya itu.

Ya kalau saya tampang bojongkoneng ya terimakasih lah.

DS : Ya teman-teman bojongkoneng itu adanya di bogor hambalang, tempat tinggal nya pak Prabowo.

PS : Betul betul. Dan ya, tapi kalau saya maksudnya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu ya saya minta maaf.

Dan saya siap kalau suatu saat saya diminta dialog langsung gak ada masalah kita baik-baik saja. Demokrasi kan harus dinamis, kalau demokrasi tidak boleh melucu, tidak boleh berselolor, tidak boleh joke, gak boleh becanda ya bosan.

DS : Ya padahal kan kita ingin menggembirakan

PS : Ya tidur nanti kan semuanya. Capek mereka kasihan. Kan begitu maksud saya.

DS : Jadi pesan pak prabowo temen-temen, maksud beliau ingin akrab dengan masyarakat Boyolali, dan ingin akrab dengan seluruh rakyat Indonesia.

PS : Ya saya kira itu. (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Kiat Mendidik Anak Zaman “Now” Ala Kak Seto

Published

on

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, yang dikenal dengan sapaan Kak Seto, mengatakan salah satu prinsip dalam mendidik anak zaman sekarang adalah dengan memosisikan mereka sebagai teman.

“Prinsip dalam mendidik anak zaman now adalah memosisikan anak bukan sebagai bawahan, tapi sebagai teman, sebagai sahabat. Jadi nuansanya penuh persahabatan,” kata pegiat perlindungan anak yang juga psikolog itu kepada Antara di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Dia juga mengingatkan para orangtua agar mendengarkan dan menghargai aspirasi anak-anak, serta tidak bersikap otoriter.

“Lalu bagaimana dengan menyelesaikan masalah tetap dengan cara win-win solution, jadi mencoba untuk jalan tengah mana yang terbaik sehingga tidak ada pemaksaan. Anak juga tidak serba dituruti sehingga anak bisa terlatih bahwa di dalam menyelesaikan berbagai permasalahan itu justru dengan cara berdialog atau berdiskusi,” jelasnya.

Orangtua, menurut dia, sebaiknya mengedepankan diskusi dalam memecahkan suatu masalah serta menghargai pendapat anak.

Selain itu, menurut Seto, orangtua lebih baik mendorong anak menjadi anak yang mandiri dan bisa bekerja sama dengan orang lain, bukan hanya menjadi anak yang penurut karena takut pada orang tua.

Ia juga menekankan pentingnya orangtua mendengarkan suara anak dan masukan dari mereka.

“Jangan buru-buru mengkritisi anak. Kita perlu mendengar suara anak. Kita perlu akrab dan rukun dengan anak,” ujarnya.

Orangtua, ia melanjutkan, juga perlu menciptakan suasana akrab dengan anak, menyediakan waktu dan telinga untuk mendengarkan anak, melibatkan anak dalam membuat keputusan tentang diri mereka serta mendidik anak dengan pendekatan cinta.

“Anak-anak tidak hanya menjadi anak yang cerdas tapi mereka perlu jadi anak bahagia karena kita semua mendidik cinta,” ujarnya. (mar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

WNI di China Awam Pemilu 2019

Published

on

Ketua PPLN Beijing Oei Edy Susanto (berdiri) saat memberikan sosialisasi Pemilu 2019 kepada WNI di aula KBRI Beijing, China.

Apakabarnews.com, China – Warga negara Indonesia yang tersebar di beberapa daerah di China masih awam atas pemahaman terhadap Pemilihan Umum 2019.

“Rata-rata dari kami pemilih pemula sehingga belum punya pengalaman tentang pemilu,” kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Zhengzhou, Dzaki Sholihin, kepada Antara di Zhengzhou, Provinsi Henan, Selasa (6/11/2018).

Demikian halnya dengan para pelajar asal Indonesia di Changsha, Provinsi Hunan, yang tidak mendapatkan pemahaman yang cukup tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif yang digelar serentak pada April 2019 itu.

“Mungkin tidak hanya kami, kebanyakan pelajar Indonesia di sini baru ikut pemilu pada tahun depan,” kata Ketua PPIT Cabang Changsha, Cindy Utamy Ramos.

Meskipun demikian, PPIT Zhengzhou dan PPIT Changsha telah mendaftarkan seluruh anggotanya sebagai pemilih tetap untuk Pemilu 2019.

Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Beijing Oei Edy Susanto mengakui rendahnya pemahaman WNI di daratan Tiongkok tersebut atas Pemilu 2019.

“Oleh karena itu, kami proaktif menggelar sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia di Tiongkok, baik dengan bertatap muka secara langsung, maupun melalui media dalam jaringan,” ujarnya.

Ia menyebutkan program sosialisasi Pemilu 2019, terutama dengan menitikberatkan pada proses pendaftaran pemilih, telah dilakukan melalui tatap muka dengan para WNI yang tersebar di Beijing, Tianjin, Chongqing, Wuhan (Provinsi Hubei), Shijiazhuang (Provinsi Hebei), Zhengzhou (Provinsi Henan), dan Changsha (Provinsi Hunan).

Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan PPLN Beijing pada bulan ini di Dalian, Shenyang (keduanya Provinsi Liaoning), Changchun (Provinsi Jilin), dan Harbin (Provinsi Heilongjiang).

Di China daratan terdapat tiga PPLN, yakni Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Namun PPLN Beijing memiliki jangkauan terluas, yakni 23 provinsi/kota ditambah Mongolia sesuai dengan wilayah kerja Kedutaan Besar RI di Beijing.

Meskipun wilayahnya luas, jumlah pemilih potensial yang terdaftar pada Pemilu 2019 di wilayah kerja PPLN Beijing relatif lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah kerja PPLN Shanghai dan PPLN Guangzhou.

“Karena terbatasnya anggaran, kami belum bisa menjangkau seluruh WNI yang tersebar di 23 provinsi/kota di Tiongkok dan Mongolia,” katat Edy menambahkan.

Pihaknya akan terus menggelar sosialsasi daring dengan menggunakan media “webinar” yang difasilitasi oleh PPIT, seperti yang pernah dilakukan pada pertengahan Oktober 2018 yang tingkat penyebaran audiensinya lebih merata, termasuk menjangkau WNI di Provinsi Xinjiang di baratlaut dan Provinsi Yunnan di barat daya.

Pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilakukan dalam tiga alternatif pelaksanaan, yakni dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), didatangi petugas KPPS yang membawa kotak suara keliling (drop box), dan melalui pos surat. (mii)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending