Connect with us

SEKTOR RIIL

Pengusaha Muda Menjerit Harga-harga Produksi Melambung Pada Sandiaga Uno

Published

on

Kegiatan diskusi yang dilakukan di kawasan Cikole Jayagiri Resort, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat pada Kamis (13/9/2018).

Apakabarnews.com, Bandung Barat – Calon Wakil Presiden yang diusung koalisi partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN Sandiaga Uno menerima keluhan pengusaha muda atas harga produksi yang terus melambung tinggi. Keluhan ini disampaikan langsung kepada Sandi dalam kegiatan diskusi yang dilakukan di kawasan Cikole Jayagiri Resort, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat pada Kamis (13/9/2018).

“Saya mendapat aspirasi dari pengusaha muda dan milenial, yaitu Aiqi. Dia adalah salah satu pengusaha Clothing Bandung yang mengeluhkan biaya produksi seperti bahan naik, benang naik, sablon naik. Semua ongkos naik, termasuk pajak yang menurutnya mencekik,” ucap Sandi.

Mantan Ketua HIPMI ini menjelaskan salah satu faktor stabilitas perekonomian saat ini adalah nilai tukar rupiah atas dollar. Selain itu, Sandi mengingatkan agar setiap pengusaha selalu berpikir inovatif dan jeli dalam melihat kebutuhan pasar yang terus berganti dengan cepat.

“Di sisi lain, saya memberi saran. Meminta penghematan, pilih-pilih kebutuhan atau keinginan yang ditunda agar bisa ditunda. Dahulukan prioritas, juga cari pangsa pasar baru,” jelasnya lebih lanjut

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berharap UMKM karya anak bangsa dapat mendapatkan ekosistem ekonomi yang baik sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang. Apalagi, Sandi menyebut bahwa UMKM selama ini dapat menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja untuk mengentaskan pengangguran maupun kemiskinan. (bny)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SEKTOR RIIL

Luhut Canangkan Gerakan Nasional Rehabilitasi Mangrove

Published

on

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan pencanangan gerakan nasional percepatan rehabilitasi mangrove Indonesia di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

“Gerakan percepatan rehabilitasi mangrove ini harus dilakukan. Ayo kita bulatkan tekad, ini demi kepentingan rakyat,” kata Luhut dalam acara pencanangan yang digelar di Perpustakaan Nasional RI Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Menurut Luhut, percepatan rehabilitasi mangrove sudah memiliki payung hukum sehingga hanya perlu implementasi oleh segenap pemangku kepentingan. Ia juga mengajak peran serta daerah untuk bersama memperbaiki kekayaan alam Indonesia itu.

“Saya imbau kepala daerah, bapak-bapak ini punya peran penting. Saya yakin dalam lima sampai tujuh tahun ini bisa kita selesaikan. Kita bisa kalau kompak demi generasi yang akan datang,” imbuhnya.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan Indonesia memiliki 23 persen mangrove dunia. Sayangnya, dari jumlah yang besar itu, sebanyak 52 persennya dalam keadaan rusak dan kritis.

Isu mengenai mangrove, lanjut Agung, tidak hanya berskala nasional tapi juga internasional karena perannya yang besar dalam kehidupan.

“Mangrove bisa jadi alat mitigasi bencana tsunami dan abrasi laut; bisa mendukung pembangunan ekonomi biru; mendukung terciptanya pelabuhan hijau ramah lingkungan; mengurangi emisi gas rumah kaca hingga mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” katanya.

Sebagai upaya percepatan rehabilitasi mangrove, Kemenko Kemaritiman akan pemerintah daerah untuk mendata lahan mangrove kritis dan meminta mereka melakukan upaya rehabilitasi.

“Lalu itu kita monitor dan kita ingin usulkan itu menjadi kriteria penilaian kinerja mereka,” katanya.

Pemerintah juga akan mendorong penanaman mangrove oleh sejumlah pihak termasuk BUMN, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan swasta hingga masyarakat. (ade)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Sandiaga Uno Menyapa Emak-Emak dan Pedagang Pasar Besar Kapuas

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat menyapa emak-emak dan pedagang Pasar Besar Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (19/9/2018).

Apakabarnews.com, Pontianak – Bakal Calon Wakil Presiden yang diusung koalisi partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN Sandiaga Uno menyapa emak-emak dan pedagang Pasar Besar Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (19/9/2018). Kedatangan Sandi disambut meriah oleh masyarakat setelah menyusuri sungai Kapuas dari kunjungannya di Kesultanan Pontianak.

“2019 ini adalah tahun ekonomi. Fokus utamanya adalah membangun ekonomi masyarakat, mensejahterakan ekonomi akar rumput, khususnya emak-emak, pedagang pasar, UMKM industri kreatif,” ucapnya.

BACA JUGA : Mengunjungi Kesultanan Pontianak, Sandi Meyakini Sektor Kebudayaan Mampu Ciptakan Ekonomi Tangguh

Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, Sandi mulai mendatangi dan melakukan dialog langsung bersama pedagang pasar. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berharap melalui kegiatan ini, penyusunan kerangka kebijakan yang tepat akan bisa dilakukan karena sesuai dengan permasalahan yang dialami masyarakat sehari-hari.

“Tadi saya menangkap keluhan bahwa harga sembako terus meroket sedangkan komoditas yang tersedia selalu turun. Ekonomi dirasakan pedagang melemah dan cenderung lesu di sini khususnya hasil bumi,” terang Sandi lebih lanjut.

Mantan Ketua HIPMI ini menegaskan daya beli masyarakat yang dikeluhkan pedagang harus bisa diantisipasi melalui peningkatan kesejahteraan melalui pembukaan lapangan kerja dan pengentasan pengangguran. Sandi meyakini permasalahan ekonomi bangsa mampu diselesaikan dengan pelibatan dan partisipasi masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan. (res)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Tiga Strategi Tingkatkan Wisata Kuliner Indonesia

Published

on

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan ada tiga strategi yang dijalankan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui wisata kuliner di Indonesia.

Dalam konferensi pers di Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa (18/9/2018), Menteri Arief Yahya menjelaskan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) melalui wisata kuliner tidak mengalami kendala berarti, namun, masih ada pekerjaan rumah yang diselesaikan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui kuliner Indonesia.

“PR-nya bagaimana menarik wisman ke sini. Yang pertama adalah Indonesia belum memiliki national food. Saya contohkan, kalau Thailand ada Tom Yum, Malaysia dengan nasi lemak. Ini namanya problem of plenty karena punya banyak makanan,” kata Arief.

Arief menjelaskan soto ditetapkan menjadi kuliner nasional yang diputuskan oleh lima lembaga/kementerian dipimpin oleh Badan Ekonomi Kreatif. Hal itu karena soto banyak terdapat di sejumlah wilayah Indonesia.

Namun, Kementerian Pariwisata memutuskan sendiri ada lima kuliner nasional, yakni soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado. Bahkan, tiga di antara makanan tersebut telah ditetapkan oleh CNN sebagai World Most Delicious Food.

Strategi kedua untuk meningkatkan wisata kuliner Indonesia adalah menetapkan destinasi kuliner. Kemenpar pun tengah melakukan sertifikasi tiga kota sebagai destinasi wisata kuliner, yakni Bali, Bandung dan Yogyakarta.

“Tahun 2018 saya harapkan Bali sudah jadi destinasi kuliner, dan bisa di-copy ke Bandung,” kata Menpar.

Kemudian, cara ketiga meningkatkan kuliner Indonesia dalah dengan melakukan co-branding pada restoran-restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri.

Menpar mengakui bahwa tidak banyak restoran Indonesia di luar. Yang berkembang pesat justru restoran makanan Thailand sekitar 16 ribu lebih outlet, apalagi restoran makanan China dan Jepang yang tidak bisa dihitung.

“Strategi nya saya ubah dengan co-branding restoran. Kemenpar berkewajiban mempromosikan restoran tersebut. Kita bekerja sama dengan pengusaha restoran itu, sudah saya tanda tangan waktu rakor,” kata Arief. (men)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending