Connect with us

UKM

Kemendag dan Perbankan Bagi Info Kembangkan UMKM Perempuan

Published

on

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Alexandra Askandar. (kanan)

Apakabarnews.com, Yogyakarta – Kementerian Perdagangan dan Bank Mandiri (Persero) Tbk memaparkan sejumlah informasi untuk mempermudah pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bagi perempuan yang sudah dan berencana membuka bisnis.

“Seorang ‘entrepreneur’ bukan berbicara cepat, tapi berbicara tangguh. Kalau cepat, instan, bukan entrepreneur. Tapi bicara tangguh. Ibu-ibu di depan saya ini saya rasa tangguh semua. Jadi itu bagian dari prinsip seorang enterpreneur,” kata Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut Astawa dalam paparannya saat diskusi panel rangkaian acara Sidang Umum Dewan Perempuan Internasional (ICW) dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta pada Kamis (13/9/2018).

Menurut Gusti, terdapat tiga jenis usaha yang bisa dijalani oleh para perempuan untuk mengembangkan ekonomi yaitu melalui waralaba, pemanfaatan “e-commerce” dan sistem kemitraan dengan ritel modern.

Gusti menyebut waralaba sebagai kegiatan usaha yang relatif telah berkembang dan terdapat dua jenis waralaba yaitu berasal dari luar negeri dan dalam negeri. Untuk waralaba luar negeri ini sudah berjumlah sekitar 200-an dan waralaba dalam negeri berjumlah 70-an.

Selain itu, jika melalui sistem “e-commerce” maka dapat membangun sistem berjualan dengan pola daring menggunakan fasilitas internet.

“Ibu-ibu juga mulai banyak yang bergerak. Kalau yang bangun tenun juga ada yang online. Kembangkan terus sehingga inovasi ‘e-commerce’ ini jadi inovasi perdagangan yang digunakan untuk meningkatkan penjualannya,” ujar Gusti.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Alexandra Askandar menyatakan partisipasi perempuan dalam dunia usaha memiliki korelasi positif dengan inklusi keuangan kaum wanita di Indonesia. Kemudian, peningkatan penyaluran kredit usaha rakyat dari Bank Mandiri juga meningkat.

Dari target penyaluran KUR Bank Mandiri pada 2018 sebesar Rp17,5 triliun, Alexandra mengatakan 45 persen porsinya disalurkan kepada perempuan pengusaha.

“Grafiknya meningkat sampai dengan akhir Agustus 2018. Sektornya lebih ke sektor produktif dan ini yang jadi target dan harapan bersama,” ujar Alexandra.

Bank Mandiri juga memiliki program pendampingan kepada UMKM agar wirausahawati yang memiliki kreatifitas dapat lebih memahami penjagaan kualitas, kemasan yang menarik dan pemasaran yang makin luas.

Alexandra mengatakan Bank Mandiri juga melakukan kemitraan dengan perusahaa Fintech untuk mendukung kemudahan akses bagi pengusaha UMKM kepada permodalan. “Kami berharap inisiatif-inisiatif kita bersama memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan wanita Indonesia,” kata Alexandra.

Sejumlah wanita anggota organisasi perempuan di Indonesia berkumpul di Pendopo Balkondes, Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta untuk mengikuti Pertemuan 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia dan Sidang Umum ICW.

Beberapa acara diskusi meramaikan perhelatan itu yang membahas pemberdayaan perempuan dan anak serta memberikan materi pencegahan kekerasan kepada perempuan dan promosi kesetaraan hak. (byu)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BALI

Bandara Bali Terapkan Pembayaran Nontunai UKM

Published

on

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Apakabarnews.com, Bali – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menerapkan sistem pembayaran nontunai bagi seluruh pelaku usaha kecil menengah yang memanfaatkan jasa, termasuk sewa ruangan, untuk mendorong efisiensi dan transparansi keuangan.

“Ini arahnya mempermudah transaksi kami dengan penyewa untuk proses pembayaran biar tepat waktu dan akurat sehingga tidak ada selisih antara tagihan dan pembayaran,” kata General Manager Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi di Denpasar, Kamis (20/9/2018).

Pengelola bandara itu menggandeng Bank BRI untuk pembayaran yang dapat dilakukan melalui layanan “virtual account” kepada sekitar 138 gerai dari 65 perusahaan yang beroperasi di bandara tersebut.

Dalam 16 digit nomor rekening virtual itu, terdapat sejumkah kode, diantaranya cabang Angkasa Pura I, mitra usaha dan jasa yang dimanfaatkan.

Pembayaran dapat dilakukan di seluruh jaringan bank BUMN itu seperti ATM, layanan perbankan dalam jaringan, serta seluruh unit kerja termasuk Brilink dan jaringan ATM bersama, link dan prima.

Selain itu pembayaran antarbank juga bisa dilakukan dengan menambahkan kode bank tujuan.

Metode pembayaran kekinian itu dinilai akan memudahkan kedua pihak karena langsung terhubung dengan sistem di Angkasa Pura I dengan sistem yang ada di bank.

Pihaknya menyebutkan metode pembayaran dengan BRI tersebut akan menjadi yang pertama di Bali, sekaligus serentak pada 13 bandara yang berada di bawah naungan Angkasa Pura I.

Sebelumnya, metode pembayaran sudah dilakukan secara elektronik yakni melalui transfer ke rekening giro, namun hal itu masih belum optimal, mengingat sumber dari pembayaran tagihan yang belum terdeteksi otomatis.

Untuk memaksimalkan metode pembayaran yang baru itu, Bandara Ngurah Rai, kemudian melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha yang memanfaatkan jasa di daerah setempat.

Bank Indonesia mendorong semua pihak untuk mengalakkan transaksi keuangan nontunai melalui gerakan nasional nontunai (GNNT).

GNNT diharapkan mendorong efisiensi, akuntabilitas dan transparansi serta rekam jejak yang jelas dalam setiap metode pembayaran. (dwa)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

Bukalapak Dukung Pengembangan UKM di Sumbar

Published

on

Corporate Communication Manager Bukalapak, Evi Andarini.

Apakabarnews.com, Padang – Situs jual beli daring Bukalapak menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Sumatera Barat apalagi masyarakat di provinsi itu juga dikenal ulet berdagang.

“Saat ini terdapat 9.000 pelapak atau UKM yang bergabung dengan Bukalapak, kami menargetkan jumlah tersebut terus naik dengan melakukan pembinaan lewat komunitas yang ada,” kata Corporate Communication Manager Bukalapak Evi Andarini di Padang, Selasa (18/9/2018).

BACA JUGA : Qlapa, Lapak Produk Kerajinan UMKM Indonesia

Ia menyampaikan hal itu pada kegiatan ekspedisi Jalur Darat 34 gubernur di Indonesia yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia (APPSI).

Menurutnya Sumatera Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan produk kreatif yang cukup banyak dan salah satu yang dikenal adalah kuliner.

Evi mengatakan pihaknya juga membangun sistem dan teknologi yang membantu berbagai macam UKM di Indonesia untuk mendapatkan keuntungan .

“Kami saat ini sedang membangun teknologi yang mengintegrasikan jutaan UKM yang ada di Tanah Air,” kata dia.

Ia memberi contoh untuk pemilik warung tradisional saat akan mengisi stok tentu harus menutup warung untuk berbelanja ke grosir.

“Dengan aplikasi yang ada tidak perlu lagi menutup kedai dan cukup menggunakan aplikasi untuk belanja kebutuhan warung,” katanya.

Selain itu Evi melihat salah satu persoalan UKM saat ini adalah belum optimal dalam memasarkan produk.

Melalui komunitas kami melakukan pembinaan bagaimana dengan memanfaakan teknologi jangkauan pemasaran produk menjadi lebih luas, katanya.

Ia menyebutkan saat ini total UKM yang bergabung di Bukalapak mencapai empat juta dengan jumlah pengguna sebanyak 50 juta orang. (iwn)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Dorong UMKM Lebih Berkembang, PGO OK OCE Deklarasi Goes to Nasional

Published

on

Perkumpulan Gerakan One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (PGO OK OCE) melakukan launching PGO OK OCE Goes to Nasional.

Apakabarnews.com, Jakarta – Perkumpulan Gerakan One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (PGO OK OCE) melakukan launching PGO OK OCE Goes to Nasional. Hal ini dilakukan dalam rangka terus mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi nasional khususnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Saat ini anggota PGO OK OCE telah mencapai lebih dari 50 ribu yang tersebar di 44 Kecamatan di Jakarta dengan berbagai jenis usaha mereka,” kata Ketua Umum PGO OK OCE
Faransyah A. Jaya, di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menurut Faransyah yang sering disebut sebagai coach Farain itu, launching PGO OK OCE Goes to Nasional ini mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk bergabung dalam gerakan kewirausahaan dalam rangka menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran, memgembangkan pelaku usaha UMKM yang bergerak di sektor ril sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan yang terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Launching PGO OK OCE Goes to Nasional dilaksanakan di Kantor PGO OK OCE Global Office di Mall Pelayanan Publik (MPP) DKI Jakarta lt. 12 dihadiri oleh stakeholder PGO OK OCE dan pelaku usaha UMKM binaan yang sudah sukses.

“Dalam program PGO OK OCE Goes to Nasional ini Kami menyiapkan platform digital secara online 7 langkah Pasti Sukses bagi masyarakat di Indonesia untuk bergabung dalam gerakan PGO OK OCE” ujar Faransyah Jaya Ketua Umum PGO OK OCE.

Sebagai informasi 7 Langkah Pasti Sukses tersebut terdiri dari :

Pertama, Pendaftaran secara online di https://okoce.me atau bisa datang langsung ke Kecamatan apabila domisili di DKI Jakarta

Kedua, Pelatihan, anggota PGO OK OCE akan dilatih dalam pelatihan kewirausahaan bagaimana memulai bisnis dan menjalan usaha serta pengembangannya sehingga nanti terbentuk pola pikir dan mental wirausaha sukses.

Ketiga, Pendampingan, anggota nantinya akan mendapatkan pendampingan wirausaha dari mentor UMKM dan pengusaha rekanan PGO OK OCE.

Keempat, Perijinan. PGO OK OCE akan membantu dalam proses perijinan gratis ijin usaha IUMKM

Kelima, Pemasaran, pemasaran memiliki peranan sehingga produk UMKM dapat bersaing dan menembus pasar olehnya itu akan dibimbing dalam pelatihan pemasaran baik secara konvensional maupun secara online.

Keenam, Pelatihan Keuangan, pengelolaan keuangan pelaku usaha UMKM akan dibimbing oleh pakar keuangan dan telah bekerja sama dengan penyedia platform online keuangan dan mereka akan diberikan secara gratis.

Ketujuh, Permodalan. Terakhir pelaku UMKM akan diberikan akses permodalan setelah melewati semua langkah 1-6 untuk memastikan mereka mampu dalam mengelolah usaha namun apabila pelaku UMKM sudah memiliki perijinan mereka dapat langsung mengajukan akses permodalan dari rekanan PGO OK OCE dari lembaga keuangan.

“Langkah 1-4 adalah program inkubasi sementara langkah 5-7 adalah program akselerasi pengembangan UMKM sehingga nantinya tercipta ekosistem pengembangan UMKM selain itu, PGO OK OCE menyiapkan mentor wirausaha yang siap membantu, melatih dan mendampingi pelaku usaha UMKM melalui 7 langkah Pasti Sukses” lanjut Faransyah.

Faran menjelaskan, ke depan PGO OK OCE akan terus didorong agar tercipta sinergi serta membangun kemitraan antara lain people, public, dan private dimana people atau wirausaha UMKM, trainer, mentor & pendamping, lalu public itu pemerintah pusat, daerah dan perangkatnya dan kemudian private yaitu perusahaan swasta yang sudah maju dan besar.

“Apabila ini menjadi gerakan nasional maka nantinya dapat tercipta ekosistem UMKM nasional yang akan mendorong sinergi pelaku UMKM secara nasional pula. Mitra PGO OK OCE dapat mendaftar di https://mitra.okoce.me,” katanya.

“Harapannya PGO OK OCE Goes to Nasional ini dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi khususnya bermanfaat bagi anggota dan stakeholders OK OCE dan kami akan terus berinovasi dalam mendukung pengembangan UMKM dalam rangka mendorong program naik kelas bisnis UMKM sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat” ujar Faransyah. (bud)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending