Connect with us

NASIONAL

Keliru yang Membuat Prabowo Terharu

Published

on

Calon RI Presiden 2019, Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Bandung – Saking banyaknya acara dan juga banyaknya undangan, membuat Staf Pak Pabowo ikut “error” dalam memberikan informasi acara.

Berdasarkan informasi dari stafnya, Pak Prabowo akan menghadiri acara untuk Wisuda Sekolah Tinggi Komunikasi (STIKOM), namun saat masuk ke gedung Sabuga – Bandung, ternyata Pak Prabowo harus memberikan orasi ilmiah untuk acara wisuda Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Dharma Husada Bandung.

BACA JUGA : Jadi Pembicara di Acara Wisuda, Ini Cerita Prabowo Tentang Sosok Ibunya

Namun siapa duga, justru karena salah info itulah, di awal orasi Pak Prabowo sempat terharu alias baper karena teringat ibundanya yg berprodesi sebagai perawat.

Di Acara Wisuda, Prabowo Berkisah tentang Sosok Ibundanya

“Saya sangat mencintai ibu saya yang pernah berprofesi sebagai perawat, dan saya kira anak-anak di sini semua mencintai orangtuanya. Meski saya dapat info acara yang salah namun saya senang, karena saya bisa memberikan orasi ilmiah sambil mengenang ibu saya,“ kata Pak Prabowo di hadapan sekitar 4000 wisudawan dan wisudawati dengan orangtuanya, dan juga para mahasiswa serta para undangan lainnya, Rabu (19/9/2018).

Lebih lanjut Pak Prabowo mengatakan, sebagai tentara saya merasa pentingnya seorang tenaga paramedis. Bahkan orang yg paling dicari-cari di di dunia ini adalah orang kesehatan.

“Tadinya saya gak bisa hadir, karena acara banyak sekali. Saya semalam sampai jam 12 bersama para pimpinan buruh. Tapi bagi saya perguruan tinggi penting sekali, karena perguruan tinggi itu masa depan bangsa. Kalau saya nggak menghargai undangan perguruan tinggi berarti saya tdk punya perhatian pada kader-kader bangsa,“ tutur Pak Prabowo mengawali orasinya.

Dalam kesempatan itu, Pak Prabowo juga menyampaikan keinginannya untuk mendirikan akademi perawat demi utk menghormati dan mengenang ibunda tercinta, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (nsd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Prabowo akan Naikkan Rasio Perpajakan Menjadi 16 Persen

Published

on

Pasangan Capres-Cawapres 2019 nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto mengatakan bila dirinya terpilih sebagai Presiden Indonesia periode 2019 – 2024 berencana untuk menaikkan rasio perpajakan menjadi 16 persen.

“Saya akan tingkatkan rasio perpajakan yang sekarang berada di 10 persen dikembalikan ke minimal 16 persen,” ujar Prabowo dalam debat putaran pertama di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019).

BACA JUGA : Prabowo Subianto : Gaji Kepala Daerah Harus Besar Hindari Korupsi

Hal itu dikatakan Prabowo yang merasa bahwa penghasilan para pegawai negeri yang terlalu kecil merupakan akar masalah birokrasi di Indonesia.

Oleh sebab itu Prabowo berencana menaikkan gaji para birokrat, dengan uang yang didapat dari peningkatan rasio perpajakan.

“Berkali-kali saya utarakan di ruang publik, bahwa akar masalah birokrasi adalah penghasilan para pegawai negeri atau birokrat itu kurang dan tidak realistis,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo mengatakan dengan menaikkan rasio perpajakan hingga 16 persen, maka Indonesia diperkirakan akan menerima setidaknya 60 miliar dolar tiap tahunnya.

“Pegawai negeri kita tingkatkan gajinya, kebutuhannya kita penuhi, tetapi kalau dia masih korupsi, maka haru dihukum sekeras-kerasnya,” kata Prabowo.

Prabowo memberi contoh salah satu hukuman yang mungkin dapat diberikan kepada birokrat yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi adalah dengan memutasi birokrat tersebut di lokasi terpencil.

“Suruh dia tambang pasir terus menerus,” kata Prabowo.

Oleh sebab itu Prabowo menyatakan bila dirinya dipercaya memimpin Indonesia dan berhasil menaikkan rasio perpajakan dan menaikkan penghasilan birokrat, maka dia juga akan meningkatkan pengawasan birokrasi.

“Kita awasi dengan segala senjata seperti instrumen, perangkat yang kita miliki seperti inspektorat, kejaksaan, polisi, KPK, baik di daerah maupun di pusat,” kata Prabowo. (mdp)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Prabowo Subianto : Gaji Kepala Daerah Harus Besar Hindari Korupsi

Published

on

Pasangan Capres-Cawapres 2019 nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, salah satu cara meminimalkan korupsi di kalangan pejabat adalah dengan menaikkan gaji kepala daerah.

Prabowo mengatakan, perlu ada terobosan dengan menaikkan gaji kepala daerah, pejabat daerah dan pejabat negara; untuk meminimalkan perilaku korupsi.

“Jadi saya kira seorang kepala pemerintah, eksekutif, kalau benar-benar niat memperbaiki itu, kita harus segera berani melakukan terobosan-terobosan supaya penghasilan pejabat publik itu sangat besar,” kata Prabowo menanggapi pertanyan debat perdana calon presiden, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam (17/1/2019).

Dalam tema debat tentang korupsi dan terorisme, Prabowo menjawab pertanyaan di amplop A, yakni: Untuk menduduki jabatan publik seringkali dibutuhkan biaya yang sangat tinggi; sehingga setelah menduduki jabatan, perilaku korupsi tidak terhindarkan. Apa strategi anda untuk mengatasi politik berbiaya tinggi ini?

Prabowo juga mengatakan, perlu ada langkah konkret dan praktis untuk menghindarkan perilaku koruptif di kalangan pejabat daerah. Dia menyoroti gaji kepala daerah yang kecil itu dapat memicu gubernur, bupati, dan wali kota untuk korupsi.

“Bagaimana bisa seorang gubernur gajinya hanya Rp8 juta, kemudian dia mengelola provinsi umpamanya Jawa Tengah, yang lebih besar dari Malaysia, dengan APBD yang lebih besar. Jadi ini hal-hal yang tidak realistis,” kata Prabowo.

Selain itu, dia mengatakan biaya kampanye di media massa juga perlu ditiadakan sehingga pemilu dan pilkada di Indonesia berbiaya murah.

“Kita potong semua kebutuhan-kebutuhan kampanye. Sebagai contoh, TV adalah milik rakyat, dunia maya; jadi tidak boleh kita terlalu banyak bayar untuk muncul di TV, demikian juga radio, demikian juga baliho-baliho di kota-kota itu,” ujarnya. (fra)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Prabowo : Terorisme karena Ketidakadilan dan Keputusasaan

Published

on

Pasangan Capres-Cawapres 2019 nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa terorisme terjadi karena adanya ketidakadilan dan keputusasaan.

“Banyak terorisme yang merupakan penyusupan dari luar, tapi terorisme yang berasal dari dalam negeri akibat rasa ketidakadilan keputusasasan,” kata Prabowo Subianto di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019).

BACA JUGA : Prabowo dalam Debat Singgung Besaran Gaji Gubernur di Indonesia, Ini Cek Faktanya

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan tentang terorisme dari moderator.

“Terorisme dan radikalisme semakin menjadi ancaman karena itu dibutuhkan langkahpencegahan dan deradikalisasi, bukan hanya individu yang sudah terpapar tapi juga keluarganya menjadi lahan yang sudah subur untuk pemahaman radikal, apa bentuk pencegahan dan deradikalisasi yang efektif,” tanya moderator.

“Mereka melihat perlakuan tidak baik, tidak benar, tersakiti, jadi dipengaruhi pengajaran-pengajaran dan paham-paham yang radikal dan mengarah ke kekerasan,” ungkap Prabowo.

Prabowo mengatakan mendukung deradikalissi dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang pendidikan, kesehatan serta membantu rakyat paling miskin.

“Pesantren, madrasah, sekolah, guru kita bantu kapasitasnya kualitas hidupnya agar bisa memperbaiki pengajaran dan pembangunan iklim lebih baik, suasana tidak merasa saling membenci dan tidak tersakiti,” jelas Prabowo.

Sandiaga Uno menambahkan bahwa program kontra radikalisi, kontra progpaganda bagi banyak masyarakat agar masyarakat merasakan manfaan masa depan.

“Mereka yang tidak merasa masa depan cerah terpapar, kami akan lihat peta-peta timbulnya radikalisasi berdasarkan ideologinya itu,” ungkap Sandiaga.

Komisi Pemilihan Umum menyelenggarakan debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 yang mengangkat tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme. (dln)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending