Connect with us

SELEBRITI

Dede “Idol” Terancam Tujuh Tahun Penjara

Published

on

Polsek Serpong ringkus mantan penyanyi Indonesia Idol dan kakaknya yang terlibat aksi pencurian dengan pemberatan modus pecah kaca mobil.

Apakabarnews.com, Jakarta – Dede Richo mantan finalis Indonesian Idol 2008 terancam hukuman kurungan penjara maksimal selama tujuh tahun menyusul kasus pencurian bermodus pecah kaca mobil.

Dirinya diringkus bersama sang kakak dengan barang bukti berupa sebuah tas abu-abu bermerek Mavic berisi 1 unit Drone DJI Mavic Pro warna silver dengan serial number 08QDE2NO1204G2.

BACA JUGA : Dede “Idol” Ternyata Sudah Setahun Jadi Pencuri

Dari keduanya juga ditemukan lima buah mata besi, pecahan keramik busi, pecahan kaca mobil Daihatsu Ayla B-1025-CMJ, dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam. Atas tindakannya tersebut, Dede terancam hukuman penjara selama tujuh tahun.

“Keduanya melanggar Pasal 363 KUHP dengan hukuman tujuh tahun maksimal,” ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan saat dihubungi Antara, Kamis (20/9/2018).

Dede dan kakaknya diringkus setelah ada laporan dari korban setelah melakukan aksinya di salah satu restoran cepat saji di daerah Serpong, pada Sabtu lalu sekitar pukul 23.00 Wib.

“Kebetulan ada laporan di TKP salah satu restoran cepat saji terus langsung kita kembangkan dapatlah mengarah ke mereka berdua,” kata Ferdy.

Dede Richo merupakan mantan finalis ajang Indonesian Idol tahun 2008. Dirinya seangkatan dengan penyanyi seperti Gisella Anastasia, Kunto Aji, dan Aris. (ygi)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SELEBRITI

Atiqah Diagendakan Jalanani Pemeriksaan Terkait Ratna

Published

on

Atiqah Hasiholan, adalah seorang aktris, model, dan pembawa acara berkebangsaan Indonesia.

Apakabarnews.com, Jakarta  – Artis Atiqah Hasiholan diagendakan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus yang mendera ibunya, Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya.

“Nanti (Selasa) malam pemeriksaannya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

BACA JUGA : Kenali Sedot Lemak Pipi Ratna Sarumpaet

Selain Atiqah, Argo mengatakan penyidik juga akan meminta keterangan asisten Ratna Sarumpaet.

Penyidik Polda Metro Jaya akan mendalami keterangan Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya orang tidak dikenal sebagai alasan kepada keluarganya usai menjalani operasi bedak plastik.

Anggota Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10/2018) malam.

Polisi menjerat tersangka Ratna dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang.

Kemudian mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan dokter bedah plastik Siddik. (trd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Musisi Ahmad Dhani Dicegah ke Luar Negeri Enam Bulan

Published

on

Dhani Ahmad Prasetyo adalah seorang musisi rock dan pengusaha berkebangsaan Indonesia.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan musisi Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani dicegah keluar negeri dalam kurun waktu enam bulan kedepan, menyusul statusnya sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik di Polda Jatim.

“Sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, batas waktu pencekalan itu enam bulan,” kata Brigjen Dedi di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Pencegahan ke luar negeri, kata dia, dimaksudkan untuk mempercepat proses penyidikan.

Selain mencegah Dhani ke luar negeri, polisi juga memanggil mantan suami penyanyi Maia Estianty ini untuk diperiksa.

Sebelumnya Polda Jawa Timur resmi menetapkan status tersangka terhadap Dhani Ahmad Prasetyo dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Ketua Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI, Edi Firmanto, salah satu elemen massa penolak Deklarasi #2019GantiPresiden.

Edi menuding Dhani telah melakukan ujaran kebencian dengan melontarkan kata-kata kurang pantas terhadap massa demonstran saat di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu, 26 Agustus 2018. Ucapan Dhani itu direkam dan diunggah ke media sosial.

Pihak Polda Jatim sendiri telah memeriksa 10 orang saksi serta lima orang ahli sebelum akhirnya menetapkan Dhani sebagai tersangka.

Penyidik Polda Jatim mengagendakan jadwal pemeriksaan terhadap Dhani pada Selasa, 23 Oktober 2018 yang merupakan panggilan kedua karena sebelumnya Dhani tidak hadir pada panggilan pertama.

Seperti diberitakan, pada 26 Agustus lalu, Dhani dan sejumlah aktivis pendukung #2019GantiPresiden lainnya batal menggelar Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya karena tidak diizinkan oleh polisi. Polisi beralasan acara tersebut dikhawatirkan memicu bentrok antara massa pro dan kontra deklarasi itu. (apd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Hakim Tunda Pemeriksaan Terhadap Zumi Zola sebagai Terdakwa

Published

on

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola sebagai tersangka suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

Apakabarnews.com, Jakarta  – Hakim menunda pemeriksaan terhadap Gubernur Jambi Zumi Zola dalam perkara dugaan penerimaan gratifikasi dan pemberian suap kepada anggota DPRD Jambi.

“Sebetulnya dari hari Jumat (19/10/2018), Pak Zola itu dibawa ke RS dan diminta dokter RS untuk dirawat,” kata pengacara Zumi Zola, Fahrizi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/10/2018).

BACA JUGA : Saksi Sebut Biayai Perjalanan Zumi Zola ke AS

Menurut keterangan dokter setelah ditensi, kata dia, tensinya sudah sampai 80/30. “Gulanya kondisi tidak stabil kemudian terlihat ada infeksi badannya panas tinggi cuma Pak Zola tidak mau dirawat takut sidang tertunda,” katanya.

Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola Zulkifli didakwa menerima gratifikasi Rp40,477 miliar ditambah 177,3 ribu dolar AS (sekira Rp2,594 miliar) serta 100 ribu dolar Singapura (sekira Rp1,067 miliar). Totalnya mencapai Rp44,138 miliar dan mobil Alphard serta menyuap anggota DPRD Jambi senilai Rp16,49 miliar.

“Akhirnya setelah tarik-tarikan, Pak Zola `ngotot` diobservasi saja sampai malam Jumat itu dan dimasukan obat melalui infus.?Pada hari ini, sebetulnya tadi dia pucat dan sesak nafas, sudah dilaporkan JPU (Jaksa Penuntut Umum) kepada hakim, sebetulnya Pak Zola `ngotot` mau ambil sidang, hakim mengatakan tidak mau ambil keterangan kalau seperti itu,” ungkap Fahrizi.

Menurut Fahrizi, hakim mengatakan secara hukum tidak sah seseorang diambil keterangan dalam kondisi sakit.

“Tadi dia (Zumi Zola) masih bertanya lagi bisa tidak dilanjutkan hari ini. Itu saja masalahnya, hakim mengatakan tidak boleh, karena orang dalam kondisi sakit harus berobat dulu,” kata Fahrizi.

Penasihat hukum pun mengajukan permohonan untuk berobat ke rumah sakit pada hari ini juga.

“Dia (Zumi Zola) itu ingin masalahnya cepat selesai dan ingin ada putusan sehingga agak memaksakan diri. Kemarin itu kita lihat hasil labnya memprihatinkan, memang begitu dia agak keras, `ngotot` sidang hari ini,” kata Fahrizi.

Dalam sidang hari ini, JPU KPK menghadirkan 12 saksi yang berasal dari anggota DPRD Jambi.

Dari ke-12 orang itu, ada lima orang yang membantah menerima uang suap untuk pengesahan APBD 2016 dan 2017 meski Zumi Zola mengakui ada permintaan uang itu.

Kelima anggota DPRD Jambi 2014-2019 yang membantah penerimaan adalah Cekman, Elhewi, Sufardi Nurzain, Parlagutan, Tadjudin sedangkan dua orang mengakui menerima yaitu M. Juber dan Kusnindar.

“Permintaan uang ketok palu memang ada baik di 2016 dan 2017 tapi detilnya saya tidak mengetahui,” kata Zumi Zola.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa Zumi Zola bersama-sama dengan Apif Firmansyah, Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah Pemda Jambi, Arfan selaku Plt Kepala Dinas PUPR Jambi dan Saipudin selaku Asisten III Sekretariat Jambi memberikan sejumlah Rp13,09 miliar dan Rp3,4 miliar kepada pimpinan dan anggota DPRD Jambi periode 2014-2019.

Pemberian itu dengan maksud agar pimpinan dan anggota DPRD Jambi menyetujui Rancangan Perda APBD TA 2017 dan 2018.

Anggota DPRD masih tetap meminta uang “ketok palu”, yaitu sebesar Rp200 juta per anggota ditambah Rp175 juta untuk anggota Komisi III dan untuk pimpinan DPRD.

Selain didakwa menyuap, Zumi Zola juga didakwa menerima gratifikasi Rp40,477 miliar ditambah 177,3 ribu dolar AS (sekira Rp2,594 miliar) serta 100 ribu dolar Singapura (sekira Rp1,067 miliar) sehingga totalnya mencapai Rp44,138 miliar dan mobil Alphard. (dln)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending