Connect with us

POLITIK

Hadiri HUT Kemerdekaan Tiongkok, Prabowo Potong Kue Bersama Dubes dan AHY

Published

on

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri perayaan The 69th anniversary of the Founding of the people's Republic of China 1949 - 2018, Kamis (27/9/2018).

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto menghadiri perayaan The 69th anniversary of the Founding of the people’s Republic of China 1949 – 2018 atau hari kemerdekaan ke-69 Republik Rakyat Tiongkok yang digelar di Ballroom Shangrilla hotel, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Prabowo yang hadir bersama rombongan langsung disambut hangat oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qiang. Dalam kesempatan yang penuh ramah Tamah tersebut, Capres yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya itu juga turut bercengkrama dengan para atase dan pengusaha asal Tiongkok.

BACA JUGA : Blusukan Malam Di Pasar Jagir Surabaya, Sandi Sampaikan Green Jobs

Acara pun dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Rakyat Tiongkok serta lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh puluhan penyanyi penyanyi cilik dengan mengenakan pakaian adat Tiongkok dan adat budaya Indonesia sembari mengibarkan bendera Tiongkok dan Indonesia sebagai tanda persahabatan kedua negara.

“Selamat datang yang terhormat kepada Bapak Prabowo Subianto selaku kandidat Presiden Republik Indonesia dan Ketua Umum Partai Gerindra,” ungkap oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qiang saat membuka pidatonya.

Saat memasuki acara inti, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qiang meminta Prabowo untuk naik keatas panggung. Ia bersama dengan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai dan Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta tamu-tamu penting lainnya yang hadir dalam acara perayaan hari kemerdekaan ke-69 Republik Rakyat Tiongkok itu diberikan pisau panjang. Mereka pun secara kompak memotong kue bersama.

Kehadiran Prabowo juga menarik perhatian para tamu undangan yang hadir. Sejumlah undangan yang hadir juga tidak sedikit yang meminta foto bersama Capres nomer urut 02 itu. Dari mulai keluarga staf dan pejabat kedutaan besar Tiongkok untuk Indonesia serta tamu-tamu duta besar negara-negara sahabat lainnya.

“Ini hari nasional Republik Rakyat Tiongkok, saya dapat undangan, saya hadir, kita memandang republik rakyat Tiongkok sangat penting bagi Indonesia jadi kita harus jalin hubungan baik, kita harus tingkatkan hubungan dalam tingkat yang lebih baik dan saling membantu,” ungkap Prabowo usai menghadiri perayaan hari kemerdekaan ke-69 Republik Rakyat Tiongkok.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan khusus (Danjen Kopassus) tersebut juga berharap bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dengan China harus terus terjaga dengan baik, begitu pula dengan negara-negara seluruh dunia lainnya.

“Dengan semua negara harus baik kita, Indonesia harus punya filosofi pandangan saya 1000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak,” tandasnya. (res)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAKARTA

Sandiaga Cerita Kisah Pak Najib di Debat Capres

Published

on

Debat Capres-Cawapres 2019 yang digelar KPU di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019) malam.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menceritakan kisah Pak Najib yang berasal dari Pantai Pasir Putih Cilamayang di Karawang sebagai contoh diskriminasi hukum saat debat perdana calon presiden.

“Ada kisah Pak Najib, seorang nelayan di pantai pasir putih di Cilamaya, Karawang, beliau mengambil pasir untuk menanam manggrove di hutan bakau, beliau di persekusi, di kriminalisasi,” kata Sandiaga katanya dalam debat capres yang digelar KPU di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019) malam.

BACA JUGA : Prabowo akan Masukkan Kader Korup ke Penjara

Sandiaga menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan terkait hak asasi manusia. Dalam sesi tersebut, kedua pasangan calon ditanyakan strategi mengatasi adanya diskriminasi dan persekusi.

Sandiaga menyampaiakn, kisah Pak Najib tersbeut merupakan hasil kunjungan dirinya di wilayah tersebut.

Menurut Sandiaga, persekusi dan diskriminasi hukum terjadi di kalangan masyarakat kecil, namun sayangnya hal ini kurang terpantau.

“Kita lihat yang besar-besar saja, yang kecil-kecil tidak diperhatikan, yang berdampak orang-orang kecil tidak ditangani dengan baik,” katanya.

Untuk itu, menurut dia, di bawah pemerintahan Prabowo-Sandi, hukum harus ditegakkan untuk rakyat kecil selain itu juga menghadirkan kesejahteraan kepada mereka.

“Jangan hukum ini ini dipakai untuk memukul lawan, tapi melindungi kawan, tapi hukum ini tegak lurus, supremasi HAM harus kita pastikan hadir di Indonesia,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan memastikan HAM ditegakan. “Dan itu harga mati buat kita, adil makmur bersama Prabowo-Sandi,” katanya. (mar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Prabowo akan Masukkan Kader Korup ke Penjara

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya sendiri yang akan memasukkan kader partai Gerindra yang terbukti korupsi ke penjara.

“Saya jamin Gerindra akan membasmi sampai akar-akarnya, kalau ada anggota gerindra yang korupsi saya sendiri yang akan masukkan ke penjara,” kata Prabowo Subiatno di gedung Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019).

BACA JUGA : Prabowo Sebut Ada Ketakutan Birokrat pada Masa Depan

Prabowo menjawab pertanyaan dari calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo yang mempertanyakan sejumlah calon legislatif (caleg) Partai Gerindra yang berasal dari narapidana kasus korupsi.

“Mohon maaf Pak Prabowo, maksudnya mantan koruptor atau mantan napi korupsi yang bapak calonkan menjadi caleg, ada 6 orang dari data ICW dan yang tanda tangan pencalegan adalah ketua umum dan sekjen artinya bapak yang tanda tangan,” kata Jokowi menimpali.

“Pak..” kata Prabowo ingin langsung membantah.

Tapi kalimat Prabowo tertahan oleh moderator Ira Koesno yang mengatakan bahwa Jokowi harus menghabiskan waktu yang ia miliki dulu sebelum Prabowo dapat menanggapi.

Sambil menunggu waktu 1 menit yang dimiliki Jokowi, Prabowo berjoged dan ditimpali oleh calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang memijiti Prabowo.

“Jadi saya tidak menuduh partai bapak korupsi, bukan, ini mantan napi korupsi yang sudah dihukum,” kata Jokowi.

“Jadi mantan narapidana korupsi ini kan demokrasi, kita umumkan saka ke rakyat kalau rakyat tidak mau ya tidak dipilih, yang jelas kalau kasusnya sudah melalui proses hukum dan kalau memang hukum mengizinkan dia masih bisa (maju) dan rakyat menghendaki dan juga korupsinya tidak seberapa, itu ya..” jawab Prabowo.

Ia lalu segera menambahkan tapi bila uang yang dikorupsi besar maka hal itulahyang harus dibasmi.

“Tapi kalau triliunan itu yang harusnya kita habisi di negara ini,” tukas Prabowo. (dln)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Prabowo Sebut Ada Ketakutan Birokrat pada Masa Depan

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden Nomor Urut 01 Prabowo Subianto menilai ada ketakutan para birokrat atas masa depan mereka sehingga memicu tindak pidana korupsi atau tindak pidana suap.

“Yang saya lihat dan pelajari dari kasus di banyak negara, walaupun ada tunjangan, namun tetap ada ketakutan akan masa depan mereka sehingga memunculkan sikap ragu-ragu dan tidak kuat akan godaan atau tawaran pihak swasta,” ujar Prabowo dalam debat capres putaran pertama di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019).

BACA JUGA : Prabowo-Sandiaga Sebut Prasyarat Negara Berhasil Adalah Penegakan Hukum

Menurut Prabowo dari ketakutan itulah muncul sikap atau tindakan di luar kepentingan rakyat atau di luar kepentingan umum.

Mendukung pernyataan Prabowo, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno kemudian membagi pengalamannya ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sandiaga menjelaskan dengan melakukan pencatatan aset negara, DKI Jakarta menjadi kota besar dengan predikat “wajar tanpa pengecualian”.

“Predikat itu digunakan untuk memotivasi para ASN” kata Sandiaga.

Sandiaga berpendapat dengan menggunakan teknologi informasi aset negara dapat diketahui dan akan menjadi lebih sulit untuk dikorupsi. (mar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending