Connect with us

DESTINASI

Thailand Tutup Pantai Maya Bay Demi Pulihkan Ekosistem

Published

on

Pantai Maya Bay di Thailand, terkenal lewat film "The Beach" yang dibintangi Leonardo DiCaprio.

Apakabarnews.com, Jakarta – Pantai Maya Bay di Thailand, terkenal lewat film “The Beach” yang dibintangi Leonardo DiCaprio, akan ditutup hingga waktu yang belum diketahui agar ekosistem di sana bisa kembali pulih, kata pihak berwenang, Selasa (2/10/2018).

Dikutip dari Reuters, Maya Bay di kepulauan Phi Phi Leh di laut Andaman, ditutup selama empat bulan sejak 1 Juni demi menyelamatkan terumbu karang di daerah tersebut yang rusak akibat suhu panas dan wisatawan yang membludak.

Sebanyak 6.000 pengunjung datang ke pantai itu setiap hari, menaiki speedboat dari pulau resort yang dekat dari Phi Phi, Phuket serta Krabi.

“Penutupan empat bulan tidak cukup,” kata Songtham Sukswang, direktur Kantor Taman Nasional pada Reuters.

“Kami butuh setidaknya setahun hingga dua tahun atau lebih agar lingkungan bisa pulih – ini termasuk terumbu karang, bakau dan pantai,” ujar Songtham.

Pariwisata menyumbang hingga 12 persen ekonomi Thailand, tapi ada kekhawatiran yang membayangi terkait kemampuan negara tersebut mengelola jumlah pengunjung yang meningkat. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Waktu Terbaik Berkunjung ke Selandia Baru

Published

on

The Hobbiton Movie Set adalah lokasi penting yang digunakan untuk trilogi film The Lord of the Rings Selandia Baru.

Apakabarnews.com, Jakarta – Selandia Baru adalah salah satu destinasi liburan yang menarik untuk dikunjungi para pencinta alam. Tertarik berkunjung ke sana?

Tourism New Zealand Regional Manager South and South East Asia Steven Dixon mengungkapkan waktu terbaik untuk menyambangi Negeri Kiwi.

“Setiap saat sebenarnya oke, tapi Maret sampai Oktober bagus. Anda bisa melihat daun berubah warna pada musim gugur, musim dingin pada Juli – Agustus, musim semi pada Agustus – Oktober,” tutur Tourism New Zealand Regional Manager South and South East Asia Steven Dixon di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Soal dana, dia mengatakan semua tergantung dari si pelancong. Ada banyak pilihan untuk mereka yang hemat atau bebas menggelontorkan uang.

Salah satu daya tarik Selandia Baru, kata Steven, adalah variasi keindahan alam yang letaknya tak berjauhan. Dari hutan hingga pantai bisa ditempuh dalam waktu singkat.

“Kalau bisa saya sarankan, kunjungi kedua pulau besar saat ke Selandia Baru karena punya lanskap yang berbeda,” ujar dia mengenai rekomendasi tempat untuk turis yang pertama kali menjejakkan kaki ke Negeri Kiwi.

Jumlah turis Indonesia terus bertumbuh dari tahun ke tahun meski belum sebanyak turis dari Australia, China dan Amerika Serikat yang menempati posisi tiga teratas.

“(Urutan Indonesia) Ada di Top 15, tapi pertumbuhannya cepat,” kata Steven.

Jumlah pengunjung Indonesia di telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Pada akhir September 2018, terdapat total 26.416 kedatangan dari Indonesia.

“Sekitar 18.000 datang untuk berlibur,” kata dia

Ia pun meyakinkan para wisatawan muslim bahwa semakin banyak fasilitas ramah muslim di Selandia Baru, seperti tempat ibadah dan restoran bersertifikasi halal.

Riset Tourism New Zealand menunjukkan bahwa sebagian besar orang Indonesia yang mempertimbangkan liburan ke Selandia Baru berusia antara 25 hingga 54 tahun. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 10 hari untuk berlibur di sana. (nan)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DESTINASI

Menpar Dorong Tabuik Masuk Kalender Wisata Nasional

Published

on

Tabuik, adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Muhammad.

Apakabarnews.com, Pariaman – Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat segera mengupayakan pesta Budaya Tabuik masuk dalam kalender wisata nasional.

“Saat ini pesta Budaya Tabuik belum masuk ke dalam kalender kegiatan nasional, oleh karena itu perlu upaya lebih keras dari pemerintah daerah untuk mewujudkannya,” kata dia di Pariaman, Minggu (11/11/2018) usai menutup kegiatan Tour de Singkarak 2018.

Tidak tercatatnya Tabuik ke dalam kalender wisata nasional ujar dia, disebabkan belum terpenuhinya kriteria berdasarkan penilaian dari tim khusus yang telah dibentuk.

Ia mengakui tidak mudah masuk ke dalam kalender wisata nasional, karena dibutuhkan persyaratan tertentu. Apalagi yang menilai tim khusus dan memang ahli di bidangnya.

Ia menyebutkan tim penilai tersebut terdiri dari Denny Malik, Eko Supriyanto dan Dynand Fariz serta sejumlah orang yang turut serta dalam seremoni Asian Games 2018.?

Namun ujarnya, festival Budaya Tabuik yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharam di Kota Pariaman, tetap memiliki peluang untuk masuk ke dalam kalender nasional.

“Jadi kalau mau masuk kalender kegiatan nasional harus memiliki persiapan yang lebih bagus, setidaknya setara dengan pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS),” ujar dia.

Namun, ia mengungkapkan pihaknya terus mendukung Kota Pariaman untuk dapat menjadikan tabuik sebagai salah satu program dalam kalender nasional.

Wali Kota Pariaman Genius Umar, mengatakan pesta budaya Tabuik merupakan salah satu upaya dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Setiap penyelenggaraan pesta budaya tabuik ujarnya, Kota Pariaman dikunjungi hingga ratusan ribu wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Untuk mencapai dan masuk ke dalam kalender nasional, pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi persyaratan yang diminta.

“Pesta budaya tabuik sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, oleh karena itu perlu diperjuangkan agar masuk ke dalam kalender event nasional,” kata dia. (alt)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DESTINASI

NTB Jadi Destinasi Wisata Halal Terfavorit ASR 2018

Published

on

Kite Surfing di Kuta Beach Park the Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB.

Fokusnews.co.id, Jakarta – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih sebagai tujuan wisata halal terfavorit dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018, menyisihkan 13 provinsi lainnya. 

Dari total suara masuk selama sepekan (30 Oktober-5 November 2018), voting untuk NTB mencapai 38 persen, diikuti Aceh (27 persen), dan Sumatera Barat (23 persen). 

Selain itu, provinsi lain yang juga tercatat dalam “Voting Destinasi Halal Terfavorit” adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatra Utara, Riau-Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Selatan.

“Kategori tujuan destinasi halal terfavorit baru pertama kali diadakan pada ASR tahun ini,” kata Ketua ASR 2018 Elba Damhuri.

Tahun lalu, ASR hanya berfokus pada penghargaan untuk pelaku industri keuangan syariah.

Penghargaan itu meliputi perbankan, keuangan nonperbankan, industri asuransi, industri mikro-makro, financial technology (fintech), multifinance, dan tokoh syariah.

Untuk kategori penghargaan industri keuangan terbagi ke dalam beberapa tingkat. Kategori Perbankan dibagi berdasarkan jumlah aset (BUKU–bank umum kelompok usaha) sehingga terpecah menjadi beberapa penghargaan. Untuk Kategori Asuransi juga terbagi berdasarkan kelas bisnisnya.

Kriteria penilaian berbasiskan data kuantitatif berupa catatan kinerja industri selama 2017 dan kinerja triwulan satu 2018. Selain kuantitatif, juga berdasarkan indikator kualitatif seperti pelayanan dan pandangan publik/konsumen.

Penilaian ketiga didasarkan inovasi yang telah dilakukan. Apa saja terobosan yang sudah dilakukan yang bisa dilihat dari produk-produk yang dimiliki dan kegiatan-kegiatan yang digelar. 

Penilaian keempat, memasukkan unsur edukasi dan sosialisasi, apakah industri keuangan syariah di Tanah Air gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, mengajak masyarakat tahu, paham, dan akhirnya menjadi nasabah mereka. 

Dewan Juri terdiri dari ahli ekonomi syariah, ahli fiqih syariah, dan juri internal Republika. Untuk ekonom, Dewan Jurinya Sunarsip dan ahli muamalah, Dr Oni Sahroni, yang juga aktif di Dewan Syariah Nasional (DSN).

Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaedi mengatakan Republika berencana menggelar Anugerah Syariah setiap tahunnya. 

Dia berharap ajang ini bisa berkontribusi positif bagi kemajuan ekonomi syariah di Tanah Air, salah satunya industri halal. Menurut Irfan, Indonesia memiliki semua potensi untuk memajukan industri halal baik dari sektor pariwisata, makanan, fashion, kosmetik, hingga ekonomi kreatif. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending