Connect with us

SULAWESI TENGAH

BNPB : Korban Meninggal Gempa Sulteng 2.073 jiwa

Published

on

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah hingga Kamis pukul 13.00 WITA mencapai 2.073 orang.

“Semua korban meninggal dunia sudah dimakamkan setelah diidentifikasi, baik secara massal maupun oleh keluarganya,” kata Sutopo dalam jumpa pers terkait penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

BACA JUGA : Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 2.002 Orang

Sutopo mengatakan korban yang ditemukan kebanyakan meninggal akibat terjangan tsunami, selain karena tertimpa bangunan, maupun tertimbun lumpur karena likuifaksi.

Korban meninggal dunia yang ditemukan di Kota Palu 1.663 orang, Kabupaten Donggala 171 orang, Kabupaten Sigi 223 orang, Kabupaten Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu, Sulawesi Barat satu orang.

Kota Palu menjadi daerah dengan korban meninggal dunia terbanyak karena berada di wilayah pantai. Sepanjang teluk dihantam tsunami berketinggian 2,2 meter hingga 6 meter lebih dalam jarak setengah kilometer dari pantai.

Dari seluruh korban meninggal dunia, 994 orang dimakamkan secara massal dan 1.079 orang dimakamkan oleh keluarganya.
Sementara itu, korban yang dilaporkan hilang 680 orang. Korban luka-luka yang dirawat 10.679 orang dengan perincian 2.549 orang luka berat dan 8.130 orang luka ringan.

“Pengungsi berjumlah 87.725 jiwa. Sebanyak 78.994 jiwa mengungsi di 112 titik di wilayah Sulawesi Tengah, sedangkan 8.731 jiwa di luar Sulawesi Tengah,” katanya. (dew)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Prabowo : Dianggap Gagal, Bila Suatu Negara Tak Mampu Beri Makan Rakyat

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat mengunjungi para korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Apakabarnews.com, Palu – Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto menilai negara gagal bila tidak mampu memberi makan kepada rakyatnya.

“Kalau kita tidak mampu memberi makan kepada rakyat kita, maka negara kita sesungguhnya gagal sebagai negara,” ucap Prabowo Subianto di Palu, Selasa (8/1/2019).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo yang juga Calon Presiden RI nomor 2 pada pemilu 2019, dalam acara temu kader, relawan dan simpatisan yang bertajuk “Prabowo menyapa Sulawesi Tengah” di salah satu hotel, di Palu.

Prabowo menyebut bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang sangat kaya. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya bangsa-bangsa lain datang ke Indonesia sejak ratusan tahun lalu.

“Bangsa-bangsa Eropa datang ke kita, ratusan tahun mereka datang ke kita. Kita negara yang sangat kaya, tapi rakyat kita masih banyak yang miskin,” sebut Prabowo.

Di Jawa Barat, ia mengaku baru menerima laporan mengenai kondisi daerah tersebut, dimana terdapat suatu tempat didaerah itu yang masyarakatnya sulit untuk memenuhi kehidupan rumah tangga.

“Makannya susah, ada yang mungkin sehari sekali makan. Ada yang mungkin dua hari sekali makan,” sebut Prabowo.

Prabowo dalam orasinya juga mengaku mendapat laporan bahwa terdapat suatu wilayah di Jawa Tengah dimana ada orang tua yang gantung diri, karena tidak bisa memberi kehidupan untuk anak-anaknya.

Ia menegaskan bahwa kondisi seperti itu sepatutnya tidak boleh terjadi di Negara Indonesia.

“Hal ini tidak boleh terjadi di republik seperti kita, hal ini adalah perjuangan kita,” sebut dia.

Karena itu, ia menilai, bila negara tidak mampu memberi makan rakyatnya, maka sesungguhnya negara tersebut gagal sebagai suatu negara.

Prabowo Subianto berpidato dihadapan ribuan kader, relawan dan simpatisan serta beberapa partai koalisi yang hadir dalam acara bertajuk “Prabowo menyapa Sulawesi Tengah”. (mhj)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Prabowo Berencana akan Bentuk Kementerian Khusus Menangani Bencana Alam

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat mengunjungi para korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Apakabarnews.com, Sigi – Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto berencana akan membentuk kementerian baru yang khusus menangani masalah bencana alam jika dirinya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2019 mendatang.

Ide dan gagasan tersebut muncul lantaran beberapa wilayah di Indonesia masuk kedalam wilayah rawan bencana. Karena itu, dibutuhkanlah lembaga khusus yang menangani masalah tersebut. Apalagi negara-negara di dunia yang wilayahnya rawan bencana telah memiliki kementerian khusus yang menangani masalah tersebut.

BACA JUGA : Dihadapan Warga Palu, Prabowo Singgung Kelakuan Pejabat yang Korupsi Bantuan Bencana Alam

“Kita sedang berfikir kearah situ (membentuk kementerian khusus menangani bencana alam), karena banyak negara yang punya badan khusus seperti itu, saya kira kita sedang berfikir seperti itu, karena kawasan kita seperti ini (rawan bencana) jadi kita harus siap,” kata Prabowo saat mengunjungi tenda pengungsian korban tsunami, gempa dan likuifaksi di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (8/1/2019).

Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu menjelaskan, karena beberapa daerah di Indonesia masuk kedalam wilayah rawan bencana, maka pemerintah Indonesia harus berfikir panjang untuk menyiapkan sarana dan sumber daya siap siaga menghadapi bencana alam tersebut. Sehingga, proses pencegahan dan penanganan bencana bisa berjalan dengan baik dan cepat.

“Kita tinggal di suatu kawasan yang harus siap menghadapi bencana, karena itu tentunya kita harus berfikir jauh kedepan kita harus menyiapkan sarana dan sumber daya kita supaya kita lebih siap menghadapi bencana dan bisa cepat membantu rakyat,” tutup Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu. (yug)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Dihadapan Warga Palu, Prabowo Singgung Kelakuan Pejabat yang Korupsi Bantuan Bencana Alam

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat berdialog dan bersilahturahmi secara langsung dengan para korban bencana alam gempa, tsunami donggala.

Apakabarnews.com, Palu – Maraknya aksi korupsi program bantuan bencana alam yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan di Indonesia menjadi perhatian serius bagi Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto.

Dihadapan masyarakat korban selamat dari bencana tsunami, gempa, dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Prabowo menyinggung kelakuan pejabat pemerintahan di Indonesia yang melakukan praktik korupsi bantuan bencana alam. Padahal program program tersebut diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.

BACA JUGA : Tiba di Camp Pengungsian, Prabowo Diteriaki Presiden dan Apresiasi Kekompakan Para Pengungsi

“Kita harus waspada, kita juga sedih di beberapa tempat ketahuan ada saja yang korupsi bantuan untuk bencana. Saya tidak mengerti, ada saja kelakuan seperti itu disaat saudara saudara kita terkena musibah,” ungkap Prabowo pada acara Temu Kader, Simpatisan dan Relawan dalam Kegiatan Prabowo Menyapa Masyarakat Sulawesi Tengah di Hotel Santika, Palu, Selasa (8/1/2019).

Atas banyaknya aksi praktik korupsi tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki pekerjaan yang berat. Karena itu, dirinya bersama Sandiaga Salahuddin Uno mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia serta bersama-sama menciptakan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi.

“Kita masih punya pekerjaan yg berat kita harus selamatkan masa depan bangsa kita semua, kita harus memiliki pemerintah yang tidak korup. Ini panggilan untuk bangsa dan negara kita. Itu perjuangan saya, itu perjuangan kita semua, tutur Prabowo.

“Negara kita sudah lama dikecewakan oleh elit-elit yang ada di Jakarta, Kita ingin negara kita tidak korupsi, kita harus selamatkan bangsa Indonesia. Dan saya berpandangan bahwa elit di jakarta sudah tidak bisa diharapkan lagi. Dan saya melihat rakyat sudah mengerti, sudah sadar, dan rakyat Indonesia tidak mau di bohongi lagi,” papar Prabowo menambahkan.

Seperti diketahui, praktik korupsi penanganan bencana alam kerap terjadi di berbagai sektor pemerintahan di Indonesia. Seperti kasus korupsi dana rehabilitasi gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk pembangunan gedung SD dan SMP yang melibatkan Anggota DPRD, Kepala Dinas dan pihak kontraktor.

Selain itu, adanya kasus korupsi pembangunan gedung shelter tsunami di daerah Pandeglang Banten senilai Rp18 miliar. Yang yang paling baru adalah Korupsi proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018 dalam proyek pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. (ver)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending