Connect with us

MALUKU

Gempa 5,6 SR Terjadi di Buru Selatan

Published

on

Gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) menguncang kabupapaten Buru Selatan.

Apakabarnews.com, Ambon – Gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) menguncang kabupapaten Buru Selatan, Maluku pada Kamis (11/10/2018), pukul 11.55 WIT.

Data Kominfo BMKG menyatakan, lokasi gempa 4.95 LS dan 126.71 BT atau 135 KM Tenggara Buru Selatan pada kedalaman 10 KM.

Pemkab Buru Selatan maupun BPBD Maluku belum memberikan penjelasan soal dampak gempa tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Maluku termasuk salah satu daerah yang rentan dan rawan terjadi bencana alam berupa gempa tektonik yang dapat menimbulkan kerusakan berat, termasuk terjadinya tsunami.

Maluku berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.

Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan (lex).


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

MALUKU

Maluku Tenggara Barat Hadapi Gempa 5,1 SR

Published

on

Gempa bumi berada pada kedalaman 75 kilometer di koordinat 6,63 LS -130.82 BT, tepatnya di 115 kilometer barat laut Larat-Maluku Tenggara Barat.

Apakabarnews.com, Ambon – Kabupaten Maluku Tenggara Barat menghadapi gempa bumi tektonik berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) pada Senin (11/3/2019) pukul 22.10 WIT.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi berada pada kedalaman 75 kilometer di koordinat 6,63 LS -130.82 BT, tepatnya di 115 kilometer barat laut Larat- Maluku Tenggara Barat, 159 kilometer utara Saumlaki, 179 kilometer timur laut Tepa-Maluku Barat Daya, 235 kilometer barat daya Langgur-Maluku Tenggara, dan 239 kilometer barat daya Tual.

Kepala Stasiun Geofisika Klas I Karang Panjang-Ambon Sunardi menyatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya kerusakan akibat gempabumi tersebut.

Menurut BMKG gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan. BMKG mengimbau warga tidak panik, dan memantau informasi mengenai perkembangan gempa dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi di Instagram/Twitter @infoBMKG, situs web inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id, serta aplikasi wrs-bmkg atau infobmkg.

Maluku merupakan wilayah yang rawan gempa dan tsunami karena berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia. (pen)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALUKU

Terdakwa Mengaku Pakai Narkoba Ringkus Bandar

Published

on

Andre Leatemia dan Alfred Tuhumury, dua anggota BNNP Maluku yang menjadi terdakwa kasus nakoba golongan.

Apakabarnews.com, Ambon – Andre Leatemia dan Alfred Tuhumury, dua anggota BNNP Maluku yang menjadi terdakwa kasus nakoba golongan satu jenis sabu mengaku menggunakan barang bukti untuk mencari dan menjerat pelaku lain yang masuk kategori pengedar hingga bandar narkoba.

“Kebanyakan anggota polisi juga menggunakan cara seperti itu agar bisa lebih dekat dan mengenali para pelaku lain yang berperan sebagai pengedar hingga mencari bandar besar,” kata kedua terdakwa di Ambon, Senin (4/3/2019).

Penjelasan Andre dan Alfred disampaikan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Lucky Rombot Kalalo didampingi Philip Panggalila dan Hamzah Kailul selaku hakim anggota dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Setelah bertugas selama satu tahun di BNNP Maluku, kedua terdakwa mengaku berhasil menggunakan cara seperti itu dan mengungkap sejumlah kasus peredaran narkoba, dan yang paling besar adalah bandar narkoba dari jaringan Kampung Ambon di Jakarta atas nama Gerit Tomatala dan beberapa anak buahnya selaku pengedar.

Terdakwa Andre dan Alfres awalnya ditangkap bersama Ronaldo Lekahena oleh tim gabungan BNNP Maluku bersama Ditresnarkoba Polda Maluku pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu atas laporan seorang informan.

Ronaldo Lekahena sendiri diproses hukum dalam berkas terpisah dan sudah dijatuhi vonis lima tahun penjara oleh majelis hakim PN Ambon, sedangkan JPU Kejari Ambon Ingrid Laouhenapessy sebelumnya menuntut terdakwa selama enam tahun penjara.

Penasihat hukum terdakwa Andre dan Alfred, Abdulbasir Rumagia mengatakan penangkapan terdakwa berawal dari Kliennya dihubungi Ronald Lekahena yang mengatakan ada satu paket barang mencurigakan di kantor JNE tetapi tidak pernah dijemput penerima barang.

“Saat barang dijemput terdakwa, mereka berembuk mau membuka bingkisan paket ini dimana, lalu mereka menghubungi Andre dan Ronaldo yang buka barang bukti,” katanya.

Kemudian perkara ini juga ditangani beberapa orang dan terakhir barang bukti yang awalnya lima paket ganja tetapi tersisa tiga paket sehingga dalam persidangan, majelis hakim berpendapat dua paket yang lain dipakai untuk uji sampel.

JPU Kejari Ambon, Ela Ubleuw menjerat terdakwa Andre dan Alfred melanggar pasal 112 juncto pasal 114 dan pasal 127 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntan jaksa. (dan)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALUKU

Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa 5,0 SR

Published

on

Gempa bumi tektonik 5,0 SR mengguncang kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), provinsi Maluku pada Rabu (16/1/2019), pukul 08.40 WIT.

Apakabarnews.com, Ambon – Gempa bumi tektonik 5,0 SR mengguncang kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), provinsi Maluku pada Rabu (16/1/2019), pukul 08.40 WIT.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,93 LS – 128.97 BT dengan kedalaman 10 KM..

“Tepatnya di 109 KM Barat Laut Tepa, 238 KM Timur Laut Kisar dan177 KM Timur Laut Tiakur, ibu kota kabupaten Maluku Barat Daya)MBD) serta 283 KM Barat Laut Saumlaki, ibu kota kabupaten MTB, ” kata Kepala BMKG Kelas I Ambon, Sunardi.

Menurut dia, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami, dan sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

Data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon sebanyak 1.587 kali gempa bumi mengguncang Provinsi Maluku sepanjang 2018.

Sepanjang 2018 tercatat sebanyak 1.587 kali gempa bumi mengguncang provinsi Maluku, 61 kali diantaranya dirasakan tetapi tidak menimbukan kerusakan fasilitas lainnya.

Gempa yang terjadi di wilayah Maluku disebabkan adanya aktifitas pelepasan energi di zona tumbukan lempeng serta di zona-zona patahan aktif yang ada di wilayah Maluku.

Walaupun terjadi gempa bumi yang cukup banyak, tetapi gempa yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan dan berpotensi tsunami.

Maluku merupakan wilayah yang rawan gempa dan tsunami, karena berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.

Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia dan bertemu lempeng Pasifik. Pertemuan dua ini membuat terjadinya patahan yang tidak beraturan. (pfm)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending