Connect with us

SEKTOR RIIL

Menperin : Pertemuan IMF-WB Pacu Kemitraan Sektor Industri

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali, menjadi momen penting dalam upaya menjalin kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan negara mitra strategis, terutama di sektor industri manufaktur.

“Pemerintah punya target segera menyelesaikan perundingan dan penandatanganan beberapa CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya di Bali, Rabu (10/10/2018).

BACA JUGA : Menperin Ingatkan 60 Persen Manufaktur Diotomatisasi Teknologi Digital

Kerja sama bilateral Indonesia-Australia CEPA yang sudah final diharapkan menjadi milestone bagi CEPA lainnya. Gelaran tahunan ini juga bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memperlihatkan fundamental ekonomi nasional ke kancah global.

Menperin menyampaikan, Indonesia dan negara mitra terus memformulasikan skema baru dalam kerangka CEPA, sehingga bisa terciptanya peningkatan nilai perdagangan bagi kedua belah pihak yang sama-sama menguntungkan.

Namun, untuk mencapai lompatan besar, diperlukan industri yang berdaya saing dan meningkatkan nilai tambah tinggi terutama untuk memenuhi pasar ekspor.

Di samping itu, menurut Airlangga, pertemuan internasional di Bali dapat pula menjadi kesempatan untuk membahas sekaligus mencari solusi terkait dinamika perekonomian global yang sedang terjadi, misalnya dampak perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

“Semoga even ini dapat meringankan negara-negara berkembang. Sebab, negara yang lebih stabil bisa memengaruhi kekuatan mata uang negara berkembang,” terangnya.

Apalagi, Indonesia dinilai sudah mempunyai peta jalan Making Indonesia 4.0 yang memiliki sejumlah strategi dalam kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0, yang tujuannya adalah mendongkrak perekonomian nasional, dengan target menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Di 2030, saat generasi muda memimpin Indonesia dengan skill dan talent baru, kita bisa mengantisipasi digitalisasi ekonomi. Ini potensi yang akan digunakan sebagai pengungkit,” papar Menperin.

Studi McKinsey menunjukkan, ada potensi pertumbuhan ekonomi sebesar 200 miliar dolar AS pada 2030 apabila Indonesia bisa menyiapkan 17 juta tenaga kerja yang mampu menghadapi ekonomi digital.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi di bidang pendidikan khususnya yang terkait program vokasi guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

“Jadi, selain peluang CEPA, kerja sama yang perlu dijajaki adalah bidang vokasi serta pengembangan ekonomi digital. Kami yakin upaya tersebut bisa menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia,” imbuhnya. (spg)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SEKTOR RIIL

Citilink Luncurkan Wifi Gratis dalam Penerbangan

Published

on

Maskapai Citilink Indonesia meluncurkan wifi gratis dalam penerbangan (wifi on board) rute Jakarta-Denpasar QG 684.

Apakabarnews.com, Tangerang – Maskapai Citilink Indonesia meluncurkan wifi gratis dalam penerbangan (wifi on board) rute Jakarta-Denpasar QG 684.

“Di dalam penerbangan QG 684 yang merupakan pesawat pertama kami dengan fasilitas koneksi wifi, penumpang akan dapat menikmati secara perdana sambungan wifi secara cuma-cuma untuk melakukan aktivasi on board dengan mudah,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo dalam peluncuran yang bertajuk “terus nyambung di ketinggian 35.000 kaki” di Tangerang, Selasa (15/1/2019).

Peluncuran wifi gratis ini merupakan langkah awal mewujudkan Citilink sebagai maskapai digital.

“Citilink memulai perjalanan sebagai maskapai digital di Indonesia karena kita ingin menciptakan pengalaman yang baru dan di 2019 merupakan tahun digital buat Citilink Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan hal itu dilatarbelakangi banyaknya penumpang yang rata-rata berasal dari kaum milenial, berusia 25-29 tahun di mana sambungan internet adalah salah satu kebutuhan utama.

“Kita ingin menciptakan pengalaman yang berbeda, memberikan kenyamanan dan konektivitas sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman, penumpang tetap bisa melakukan koneksi dengan kerabat dan saudara yang ingin dihubungi,” katanya.

Dalam penyediaan konektivitas wifi “on-board” ini, Citilink Indonesia bekerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi yang difasilitasi oleh Immarsat sebagai satelit dan Lufthansa technik untuk perangkat lunak dan keras.

Demikian juga instalasi peralatan wifi ini dilakukan oleh PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk.

Kolaborasi ini menjadikan Citilink sebagai maskapai LCC pertama di Asia Pasifik yang memberikan layanan wifi gratis dengan GX System Aviation.

Juliandra berharap maskapai yang dipimpinnya bisa secara penuh menerapkan digitalisasi mulai dari prapenerbangan, saat terbang dan pascapenerbangan.

“Kita melengkapi pesawat kita dengan konektivitas, semua ‘touch point’ kita sejak penumpang ingin bepergian sampai tiba dengan tempat yang dituju semua ‘touch point’ dipenuhi dengan digital, artinya di 2019 bisa ‘fully-digitalized’,” katanya.

Sehingga penyediaan konektivitas on board secara gratis ini menjadi sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia di tahun 2020.

Dalam kesempatan sama, Kepala Ekonomi Badan Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengapresiasi adanya wifi dalam penerbangan Citilink agar ide-ide kreatif terus tumbuh dan tidak terbatasi.

“Ide itu bisa lahir dari apa saja, apa yang kita lihat, apa yang kita baca, termasuk pengalaman saya dapat ide di pesawat. Untuk itu, kita enggak boleh diam saja, hanya tidur di pesawat. Fasilitas ini harus diikuti dengan kreativitas saat kita berada di pesawat,” katanya.

Triawan mengimbau agar Citilink menjaga kebersihan karena di era digital ini, semua orang bisa mempublikasikan apapun dan menjadi viral di media sosial.

“Terkadang saya masih menemukan sampah tisue atau pegangan kursi yang kotor di beberapa maskapai,” katanya. (jtr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Ombudsman Nilai Tidak Ada Maskapai Langgar Ketentuan Tarif Batas

Published

on

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie.

Apakabarnews.com, Jakarta – Anggota Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie menilai tidak ada maskapai yang melanggar ketentuan tarif batas atas saat menaikan harga tiket.

“Kami mencermati tidak ada satu maskapai yang melanggar tarif batas atas dan tarif batas bawah,” kata Alvin saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Alvin menjelaskan konsumen yang paling banyak mengeluh tentang naiknya harga tiket adalah para penumpang penerbangan berbiaya murah (LCC).

Dia menambahkan, penumpang LCC terbiasa dengan tiket murah, sementara untuk kelas medium dan full service masih dalam tahap normal.

Alvin mencermati maraknya maskapai yang ikut menaikan tarif selain karena ingin memperbaiki kondisi keuangan, juga mengikuti maskapai yang menjadi price leader, yakni Garuda Indonesia.

“Garuda sejak Oktober tidak pernah melepas harga tinggi, ketika memasang subclass tertinggi, maskapai lain ikut-ikutan karena tidak mampu bertahan hidup,” katanya.

Menurut dia, kenaikan tiket pesawat adalah hal yang wajar, namun di sini pemerintah perlu juga merespon kebutuhan masyarakat.

“Di satu sisi kita paham terhadap sulitnya kondisi maskapai, di sisi lain kebutuhan masyarakat perlu direspon,” katanya.

Alvin menyebutkan terjadi penurunan jumlah penumpang pesawat sebesar 9,75 persen dari 2018, angka ini sangat jauh signifikan dengan rata-rata kenaikam jumlah penumpang sebesar 10 persen. Adapun, pergerakan pesawat turun hingga 5,56 persen.

“Jadi ada apa ini, berarti maskapai juga menurunkan jumlah penerbangannya, karena jumlah penumpangnya juga turun kalau kalau tidak dikurangi tidak akan turun, jadi lebih baik ditinggikan tingkat keterisiannya,” katanya.

Hal itu, menurut dia, juga dipengaruhi dengan adanya peralihan penumpang menggunakan kendaraan pribadi lewat tol Trans Jawa.

“Ini berpengaruh ke peta bisnis industri penerbangan. Cikampek-Surabaya enam jam, Cirebon-Semarang hanya dua jam, yang tadinya tiket Rp1 juta sekarang lebih murah, ini memaksa maskapai putar otak,” katanya. (jtr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Industri Lakukan Penyesuaian Imbas Perda Larangan Kantong Plastik

Published

on

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Budang Kemaritiman meyakini industri plastik akan melakukan penyesuaian sebagai cara mencari titik keseimbangan atas imbas pelarangan penggunaan kantong plastik di sejumlah daerah.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin di Jakarta, Selasa (15/1/2019), menyebut larangan yang dibuat oleh sejumlah pemerintah daerah merupakan langkah nyata upaya Reduce (Mengurangi) dalam 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Mereka (industri) akan mencari titik keseimbangan baru karena larangan itu kan sifatnya untuk mengurangi sampah. Jangan sampai (kantong plastik) cuma dipakai sekali lalu dibuang,” katanya.

Safri meyakini industri plastik yang memproduksi kantong plastik akan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Dengan demikian, industri plastik akan tetap hidup dan terjaga.

“Cuma plastiknya akan berkurang di pemakaian kantong. Mungkin di tempat (produk) lain tidak berkurang,” katanya.

Penyesuaian oleh industri, lanjut Safri, mau tidak mau akan tetap harus dilakukan agar industri bisa bertahan di tengah tingginya kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan.

“Industri harus bagaimana? Ya mereka harus banyak membuat produk ‘multiuse’ (bisa digunakan berulang) sehingga produksi mereka tidak berkurang. Ibarat produksi mobil, kalau motor yang lebih laku ya dikurangi produksinya,” tuturnya.

Pemerintah daerah di berbagai wilayah terus menggalakkan kampanye diet plastik dengan melarang penggunaan kantong plastik di ritel-ritel modern.

Kebijakan tersebut telah berlaku di beberapa kota seperti Bogor, Denpasar serta Samarinda dan akan menyusul di Bekasi dan Jakarta. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending