Connect with us

POLITIK

Napak Tilas Sandiaga Uno di Tempat Kelahiran Ibunya

Published

on

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno melanjutkan perjalanan menyerap aspirasi masyarakat di Indramayu Jawa Barat.

Apakabarnews.com, Indramayu — Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno melanjutkan perjalanan menyerap aspirasi masyarakat di Indramayu Jawa Barat dengan melakukan napak tilas tempat kelahiran ibunya, Mien R Uno di Desa Penganjang, Sindang Kabupaten Indramayu, Rabu (10/10/2018).

Sandiaga disambut kerabat, bahkan ada ibu yang menjadi teman masa kecil Mien. Warga sebenarnya menyambut Sandi di kantor Desa. Namun Sandi tidak jadi turun. Peraturan tidak menggelar sosialisasi di kantor pemerintahan menahan langkahnya, walau ratusan warga yang ingin melihat lebih dekat Calon Presiden usungan Gerindra, PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya ini telah menunggu.

Sandi pun berinisiatif ltueum dari mobil, lau berjalan dan berbelok ke rumah penduduk untuk menghindari banyaknya orang yang mengikutinya di jalan.

“Saya kemari untuk melakukan napak tilas tempat kelahiran ibu saya. Mohon maaf saya tidak bisa menginjak kantor desa atau pemerintahan selama masa kampanye,” terang Sandi.

Saat berdialog Sandi tidak sengaja menengok nomor rumah penduduk tersebut. Rumah itu termyata bernomor 02. “Tidak ada tang namanya kebertulan. Luar biasa saya masuk rumah dengan nomor 02. Semoga ini bermakna baik,” terang Sandi.

Sandi pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, setelah pria bernama Yayan, kerabat Mien Uno menunjuk arah rumah bekas Mien yang berjarak sekitar 75 meter darinrumah oenduduk yang dimasukinya. Tidak ada lagi rumah berdiri di situ. Hanya tanah kosong. Tidak jelas siapa sekarang pemilik rumah tersebut. Sandi pun meminta Yayan untul mencari tahu siapa pemilik tanah itu. “In Shaa Allah jika dijual saya mau beli. Saya mau bangun balai atau community center untuk warga di sini,” jelasnya. Demikian, seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Seluruh Pengawas Pemilu di Sulteng Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Published

on

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulteng, Muhyiddin.

Apakabarnews.com, Palu – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) memberikan perlindungan sosial berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian kepada seluruh pengawas pemilu di tempat pemungutan suara (TPS).

“Kami bekerja sama dengan Bawaslu Sulteng untuk menyelenggarakan dua program perlindungan bagi pengawas pemilu di TPS-TPS,” kata Kepala BPJS TK Cabang Palu, Muhyiddin saat dihubungi dari Palu, Selasa (23/4/2019).

Menurut dia, tercatat 9.192 pengawas TPS dari 12 kabupaten dan Kota Palu yang mengikuti program perlindungan tersebut.

Ia mengapresiasi Bawaslu Sulteng yang menjalin kerja sama dengan BPJS TK dan mungkin satu-satunya Bawaslu provinsi di Indonesia yang melaksanakan program perlindungan sosial ini.

Menurut dia, pengawas pemilu tingkat TPS (P-TPS) menghadapi risiko kerja yang cukup besar, apalagi yang ditugaskan di daerah terpencil dengan jarak yang jauh dan medan yang berat.

Bila ada di antara mereka yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia, katanya, akan mendapatkan santunan kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan dan bila mengalami sakit karena kecelakaan kerja, akan mendapatkan perawatan hingga pulih total.

Sedangkan bila peserta program ini meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, akan mendapatkan santunan kematian yang bernilai sekitar Rp24 juta.

Ketika ditanya perlindungan terhadap anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di bawah KPU, Indhy, panggilan akrab Muhyiddin mengaku sempat menawarkan juga program ini ke KPU Sulteng, namun hingga pelaksanaan pencoblosan, tidak ada realisasinya.

Kepala Sekretariat Bawaslu Sulteng Anayanti Sofianita yabng dihubungi terpisah menjelaskan bahwa pihaknya melindungi pengawas TPS ke BPJS Ketenagakerjaan mengingat risiko tugas yang besar dihadapi P-TPS dan iurannya juga sangat ringan bila dibandingkan dengan manfaat yang akan diperoleh bila P-TPS mengalami kecelakaan atau sakit.

Anayanti mengakui bahwa iuran tersebut diambil dari honorarium dan uang transport yang disediakan untuk para P-TPS karena anggaran ini tidak bisa diajukan ke Ditjen Anggaran Kemenkeu sebab masa tugas P-TPS hanya satu hari dan dianggap tidak memenuhi syarat untuk dibiayai dalam pos anggaran Bawaslu.

“Dalam program bimbingan teknis kepada para P-TPS, kami menawarkan program perlindungan bekerja sama BPJS TK ini, dan semua setuju, sehingga kami realisasikan dengan mengambil anggarannya dari honorarium P-TPS,” ujarnya.

Menurut dia, P-TPS dalam menjalankan tugas menerima honorarium Rp550.000/orang, uang makan Rp150.000 dan uang transpor sesuai jarak TPS masing-masing.

“Bahkan untuk beberapa TPS yang jauh dan tantangannya berat, kami masih menambah lagi uang transport mereka. Jadi potongan Rp5.500/orang untuk iuran BPJS TK tersebut sangatlah ringan,” ujarnya.

Terkait kasus yang terjadi, Anayanti mengaku sampai saat ini, tidak ada laporan P-TPS di Sulteng yang meninggal dunia dalam tugas, namun sampai hari ini sudah masuk laporan 51 P-TPS yang sakit, 13 orang mengalami kecelakaan lalu lintas dan dua orang mengalami tindak kekerasan dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Klaim santunan untuk mereka sedang dalam proses,” katanya. (rol)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Nur Asia Uno Ajak Emak-Emak Relawan Prabowo-Sandi Kawal C1 Hingga Tuntas

Published

on

Istri Cawapres Sandiaga Salahudin Uno, Nur Asia Uno saat mengawasi formulir C1 penghitungan suara.

Apakabarnews.com, Jakarta – Istri Cawapres Sandiaga Salahudin Uno, Nur Asia Uno ikut terjun ke lapangan meminta para relawan khususnya emak-emak untuk terus mengawasi formulir C1 hingga penetapan KPU nanti.

Kegiatan Nur Asia ini dilakukan disaat sang suami yang sempat dikabarkan sakit kini sudah mulai membaik dan kembali beraktivitas seperti biasanya.

Ditempat lain, istri Sandiaga Salahuddin Uno,Nur Asia Uno turut mendukung Sang Suami untuk memberi semangat kepada relawan-relawan yang sedang berjaga sebagai saksi di GOR BRI Radio Dalam Gandaria, Jakarta Selatan.

“Bang Sandi sekarang sudah sehat 100 persen dan siap kawal C1 dan Saya juga akan dukung , semangat semuanya, “kata Nur Asia Uno kepada Relawan yang sedang berjaga.

Nur Asia menyatakan,Saya bersama Bang Sandi dan Pak Prabowo dan relawan akan terus mengawal perjuangan untuk melihat C1.

“Perjuangan kita belum tuntas kita terus optimis, kawal C1 jangan sampai tercecer terus semangat , emak-emak. (ver)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

BPN : Pemilu 2019 Tak Jujur, Tak Adil dan Tak Transparan

Published

on

Salah satu bentuk kecurangan yang ditunjukkan adalah perihal 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah berkali-kali dilaporkan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Apakabarnews.com, Jakarta – Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 dilaksanakan jauh dari nilai jujur, adil dan transparan.

“Kami menilai Pemilu sekarang tidak jujur, tidak transparan, dan tidak adil,” ujar Hashim Djojohadikusumo di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin 22 April 2019.

Salah satu bentuk kecurangan yang ditunjukkan Hashim adalah perihal 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah berkali-kali dilaporkan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sampai tiga hari sebelum hari pencoblosan 17 April, masalah itu belum tuntas, belum selesai, jadi masalah tetap masalah,” kata Politikus Partai Gerindra ini.

Tak hanya itu, kecurangan yang terjadi secara masif pada Pemilu 2019 ini juga dapat terlihat secara jelas pada saat perhitungan cepat suara yang dilakukan oleh lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Amin.

“Kami khawatir dan kami mencurigai, kami cemas bahwa angka selisih yang quick count – quick count itu diambil dari 17,5 juta nama itu,” kata adik kandung Prabowo Subianto tersebut.

Dalam kesempatan itu, selain Hashim hadir pula Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandi, Sugiono yang memaparkan sejumlah bukti dugaan kecurangan Pemilu 2019. Salah satunya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 65 Cipondoh Mekar, Kota Tangerang, Banten. (fik)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending