Connect with us

YOGYAKARTA

Kerjasama Amatir Radio se-Asia Tenggara dan Oceania Penting untuk Komunikasi Kebencanaan

Published

on

Sekjen ORARI, Suryo Susilo.

Apakabarnews.com, Jakarta –  Pada jamuan makan menyambut peserta Konvensi ke-46 Net Amatir Radio se Asia Tenggara dan Oceania (SEANET Convention),  Sekjen ORARI Suryo Susilo menyampaikan perlunya meningkatkan persahabatan dan kerjasama antara Amatir Radio se Asia Tenggara dan Oceania.

“Saya berharap kita dapat membahas upaya meningkatkan kerjasama dalam dukungan komunikasi kebencanaan yang semakin penting dengan sering terjadinya bencana akhir-akhir ini”, kata Susilo.

Susilo menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi telah menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit, termasuk korban dari pengurus dan anggota ORARI di daerah tersebut.

Walau turut terkena bencana, namun beberapa pengurus dan anggota ORARI tetap memberikan dukungan komunikasi terutama sebelum komunikasi umum dapat berfungsi atau normal kembali tambah Susilo.

Beberapa peserta Konvensi ke-46 SEANET secara spontan menyampaikan sumbangan yang akan disalurkan oleh Panitia melalui dompet peduli Bank Mandiri. 

“Kami menyalurkan bantuan dari para peserta melalui Bank Mandiri yang ikut mensponsori Konvensi SEANET ini”, kata Yozardy Sefriano, Ketua Panitia Pelaksana.

Konvensi ke-46 SEANET diikuti oleh Amatir Radio dari 12 negara Asia Tenggara dan Oceania. (sus)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SEKTOR RIIL

AP Selesaikan Gedung Terminal Bandara NYIA Sebelum pertengahan April

Published

on

Gedung terminal untuk penumpang internasional pada proyek Bandara New Yogyakarta Intermational Airport di Kabupaten Kulon Progo.

Apakabarnews.com, Kulon Progo – PT Angkasa Pura I berusaha menyelesaikan gedung terminal untuk penumpang internasional pada proyek Bandara New Yogyakarta Intermational Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengejar operasi minimum sebelum pertengahan April 2019.

“Area terminal penumpang sudah hampir siap untuk digunakan meski saat ini masih berlangsung beberapa pekerjaan penyempurnaan. Pekerjaan lebih banyak berkutat pada finishing interior,” kata Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I Taochid Purnama Hadi di Kulon Progo, Minggu (31/3/2019).

Ia mengatakan tahapan finishing interior, seperti pengerjaan papan gambar penunjuk di area boarding gate serta ornamen-ornamen estetik dalam terminal.

“Selain itu, area layanan imigrasi dan bea cukai, semua sudah siap. Kami tinggal menunggu tenant (mitra penyewa gerai) seperti ATM yang harus disiapkan di dalam dan luar terminal. Restoran juga harus siap, barangkali ada penumpang yang lapar,” katanya.

Taochid mengatakan pihaknya juga mengejar penyelesaian gerai-gerai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di area bandara.

“Kami juga menyediakan gerai UMKM untuk menjual produk-produk UMKM di DIY, khususnya Kulon Progo. Saat ini gera UMKM hampir selesai, dan bisa diisi produk-produk lokal,” katanya.

Ia juga mengatakan PT PP sebagai pelaksana proyek Bandara NYIA telah memasang tiga unit belalai pendekat terminal ke badan pesawat ( Garbarata) dan akan terus ditambah menyesuaikan jumlah lorong jembatan penghubung terminal dan pesawat (fixed bridge) NYIA yang totalnya sebanyak lima unit.

“Namun, untuk operasi terbatas di April, ada dua boarding gate dengan empat garbarata yang akan digunakan bagi layanan penerbangan internasional,” katanya.

Selain kawasan terminal, lebih lanjut Taochid mengatakan pihaknya juga bekerja ceoat membangun jalan untuk akses keluar-masuk pengguna jasa penerbangan di NYIA sudah siap digunakan.

Pada masa operasi minimum, akses pengunjung hanya menggunakan jalan landai beraspal sedangkan konsep finalnya ada flyover (jembatan lintas) yang menghubungkan area gate (gerbang) dengan terminal dan gedung parkir.

“Saat ini, flyover masih dalam tahap pembangunan dan pemasangan girder serta kolom. Kami tengah mengejar pengerjaan di area pintu utama beserta pagar dan gate. Rangka gate sudah terpasang dan dalam waktu dekat tinggal memasang atapnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Sri Harmintarti mengatakan ada lima produk unggulan yang berpotensi masuk di Bandara NYIA antara lain gula semut, kopi, coklat dan teh.

“Produk tersebut khas Kulon Progo dan telah dibina langsung oleh Dinas Koperasi dan UKM. Sisanya nanti kita cari lagi, tapi kita tidak main tunjuk aja, meski itu produk unggulan kalau tidak memenuhi standar tidak bisa masuk,” katanya.

Ia mengatakn prouduk unggulan yang dijual di gerai khusus Bandara harus memiliki syarat khusus dan standar pengolahan yang tinggi, seperti PIRT dari UMKM yang mengampu, sertifikat halal dan BPOM.

“Kemasan produk juga menjadi salah satu indikator kelolosan dalam seleksi tersebut,” katanya.

Bagi UMKM yang terpilih, Sri meminta agar tidak jumawa. Sebab penempatan produk di NYIA itu hanya berlangsung temporer selama enam bulan pertama, yang tiap tiga bulan mendapat evaluasi. “Kalau produknya tidak bagus atau ada produk lain yang lebih bagus bukan tidak mungkin akan diganti. Dengan kondisi ini maka UMKM tidak bisa leha-leha dan harus selalu kompetitif,” katanya.

Terminal penerbangan internasional NYIA direncanakan memiliki luas sekitar 12.920 meter persegi untuk menyongsong masa operasi terbatas dengan kapasitas hingga ribuan orang. Sedangkan pada akhir fase 1 pembangunan NYIA secara keseluruhan yang ditargetkan rampung 100 persen pada Desember 2019, terminalnya seluas 210.000 meter persegi dengan kapasitas 14 juta penumpang per tahun atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

Pada saat masa operasi terbatas nanti, apron NYIA mampu menampung hingga 9 unit pesawat secara bersamaan di depan terminal internasionalnya. Jumlah ini sudah mendekati kapasitas apron dan parking stand bandara Adisucipto yang terbatas hanya 11 buah pesawat. Sedangkan saat sudah beroperasi penuh nantinya NYIA sanggup menampung hingga 23 pesawat. (sut)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Sandiaga Uno OK OCE Solusi dan Pijatan Ibu Yani

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat di acara dialog bersama UMKM di Pengasih Kulonprogo, Jumat, (22/3/2019).

Apakabarnews.com, Kulonprogo — Yani berinisiatif untuk maju ke atas panggung dan memperkenalkan produknya kepada Sandiaga Salahuddin Uno, minyak urut dengan merek namanya sendiri, Ibu Yani.

“Ini minyak urut produksi saya Pak. Dibikin dari berbagai rempah, pastinya tiga belas rempah, jadi wangi, menyehatkan dan meresap ke kulit,” kata Yani berpromosi saat bertemu Sandi di acara dialog bersama UMKM di Pengasih Kulonprogo, Jumat, (22/3/2019).

Ibu Yani hanya terkendala pemasaran. “Ibu Yani, bisa bergabung dengan OK OCE untuk mendapatkan pendampingan, permodalan, khususnya dalam hal pemasaran,” terang Sandi.

Sandi merasakan langsung khasiat minyak urut ibu Yani. Yani menyempatkan diri memijit Sandi dari pangkal lengan hingga ke tangan. “Bener promosinya, menyerap dan wangi. Cocok untuk menjadi minyak urut,” terang Sandi

Dalam kesempatan itu, Sandi juga berkeliling melihat berbagai produk UMKM yang diproduksi industri rumahan. Dari Kuliner hingga batik khas Kulonprogo, Gebleg. Batik yang punya potensi untuk menjadi lebih besar lagi.

“Sama seperti Bu Yani, yang dibutuhkan adalah pemasaran. Padahal batik Gebleg punya potensi tidak hanya dikenal di Kulonprogo. Tapi juga Indonesia, bahkan internasional. Permasalahannya ya sama dengan Ibu Yani, yaknii pemasaran,” terangnya.

Sandi menyatakan, dirinya bersama Prabowo Subianto akan fokus pada ekonomi, khususnya penciptaan dan penyediaan lapangan kerja juga harga-harga kebutuhan pokok yang stabil serta terjangkau. (ver)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

YOGYAKARTA

Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar Sampai 300 Meter

Published

on

Guguran lava yang meluncur ke arah Kali Gendol itu teramati melalui CCTV pada periode pengamatan sejak pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB.

Apakabarnews.com, Yogyakarta – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat satu kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 300 meter pada Jumat (22/3/2019).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan guguran lava yang meluncur ke arah Kali Gendol itu teramati melalui CCTV pada periode pengamatan sejak pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB.

Pada periode itu, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

Cuaca di gunung itu terpantau cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dengan suhu udara 16-21.6 derajat celcius, kelembaban udara 56-82 persen, dan tekanan udara 836.9-943.9 mmHg.

Selain itu, juga terekam 14 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm selama 14.86-66.04 detik dan satu kali gempa hybrid dengan amplitudo 4 mm selama 8.32 detik.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG. (lhk)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending