Connect with us

POLITIK

Sandiaga Uno kepada Penggiat UMKM, Kebijakan Ekonomi Pemerintah Berpihak kepada Asing

Published

on

Sandiaga Salahudin Uno mendatangi penggerak UMKM Al Amin di Jalan Bupati Desa Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Riau.

Apakabarnews.com, Kampar – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mendatangi penggerak UMKM Al Amin di Jalan Bupati Desa Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Riau, Senin (12/11/2018). Di sentra pembuat roti cap SDR (saudara), Mantan wakil gubermur DKI ini menyatakan bakal memperkuat UMKM, karena inilah denyut ekonomi Indonesia sesungguhnya.

“Saya kagum dengan H Aminullah Sanusi. Perusahaan rotinya SDR, sudah menyerap seratus tenaga kerja dengan onset Rp 10 juta per hari. Prabowo Sandi akan fokus pada industri kecil dan menengah seperti perusahaan roti SDR ini,” kata Sandi.

Menurut Sandi, dia dan Prabowo akan memberikan Intensif kepada para pelaku UMKM. Merekalah industri yang mandiri dan tidak bergantung pada bahan baku impor.

Calon wakil presiden yang didukung partai PKS, PAN, Demokrat, Gerindra dan Berkarya ini juga menyoroti ketidakmampuan pemerintah menggerakkan ekonomi rakyat.

“Kebijakan-kebijakan ekonomi sekarang lebih berpihak kepada pihak asing. Tenaga kerja asing, barang-barang impor yang membanjir. Jika Prabowo Sandi diberi kesempatan oleh Allah SWT melayani rakyat di tahun 2019, kami akan memperkuatc UMKM. Indonesia negara besar dengan Sumber daya alam melimpah dan Tenaga kerja melimpah. Inshaa Allah 2019 kita sebagai bangsa bisa mandiri dan berdikari,” terang Sandi. (sug)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Pengamat : Kasus Romahurmuziy Perburuk Citra Parpol pada Pemilu 2019

Published

on

Pengamat Universitas Jember, Dr Bayu Dwi Anggono. (kiri)

Apakabarnews.com, Jember – Pengamat hukum Universitas Jember (Unej) Dr Bayu Dwi Anggono mengatakan kasus yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy semakin memperburuk citra partai politik (parpol) menjelang pemungutan suara pemilu serentak yang digelar pada 17 April 2019.

“Tertangkap Ketua Umum PPP oleh KPK tidak hanya memprihatinkan, tetapi juga semakin mengancam keberlangsungan demokrasi Indonesia utamanya kepercayaan rakyat terhadap parpol dan pemilu,” katanya, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, parpol seharusnya berlomba-lomba membangun citra positif agar pemilih tertarik menggunakan hak pilihnya, mengingat dari berbagai hasil survei sampai saat ini, golongan masyarakat yang belum memutuskan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu masih lumayan besar.

“Namun nyatanya publik justru kembali disuguhi perilaku tidak terpuji dari ketua umum parpol peserta Pemilu 2019 yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap jabatan di Kemeterian Agama (Kemenag),” ujar Bayu yang juga Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) Fakultas Hukum Unej.

Untuk mencegah apatisme publik kepada penyelenggaraan pemilu sebagai akibat gagal parpol menunjukkan citra positif di masyarakat, lanjut dia, maka KPU beserta pegiat pemilu dan kelompok masyarakat sipil harus tetap membangun optimisme bahwa parpol di Indonesia memang masih penuh masalah dan bisa diperbaiki.

“Namun, tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu juga bukanlah solusi yang bijak, mengingat jika kebanyakan orang-orang baik tidak menggunakan hak pilihnya, maka justru orang-orang miskin integritaslah yang akan memegang kekuasaan,” katanya lagi.

Ia mengatakan parpol-parpol yang ada saat ini hampir tidak ada yang luput atau bebas dari perilaku koruptif, bahkan semua turut menyumbang kader yang menghuni penjara karena tindak pidana korupsi.

“Untuk itulah, pemilih perlu sangat selektif melihat rekam jejak dan integritas para calon anggota legislatif, agar ke depannya parlemen dan politik Indonesia diisi oleh orang-orang yang benar-benar memiliki integritas,” katanya pula.

Dalam kaitan dengan pilpres, Bayu mengatakan tertangkap Romahurmuziy yang merupakan ketua umum dari parpol pendukung pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak akan signifikan menguntungkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau merugikan pasangan calon nomor 01. “Mengingat dalam pilpres, ukuran pemilih dalam menentukan pilihannya lebih kental pada figur capres-cawapres dibandingkan parpol pendukungnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan jika dilihat saksama sebelum tertangkap Romahurmuziy, pada barisan parpol pendukung pasangan calon nomor 02 juga memiliki elit politik yang juga tersandung masalah korupsi yang juga ditangani oleh KPK, sehingga publik sudah mengetahui bahwa parpol baik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandi juga memiliki kader yang tersandung korupsi.

Menurutnya lagi, kemudian mengetahui tertangkap Ketua umum PPP itu akan menguntungkan atau merugikan masing-masing pasangan calon dalam pilpres, maka sangat terkait dengan narasi yang disampaikan oleh tim kampanye masing-masing ke publik.

Bayu menilai pasangan calon 01 bisa mendapat keuntungan elektoral jika narasi mereka bahwa Presiden Joko Widodo tidak pandang bulu dalam pemberantasan korupsi yang dibuktikan dengan tidak mengintervensi KPK soal penangkapan ketua umum parpol yang mendukungnya, sehingga dipercaya oleh mayoritas publik.

Kemudian, sebaliknya pasangan calon 02 juga akan mendapat keuntungan elektoral, jika narasi yang mereka bangun bahwa Pemerintahan Jokowi gagal menghadirkan pemerintahan bersih dipercaya mayoritas publik. (zum)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Sandiaga Hadiri Deklarasi Dukungan dari Purnawirawan TNI/Polri

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat menghadiri deklarasi dukungan dari relawan purnawirawan TNI/Polri di Lapangan Kadisono, Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Jumat (22/3/2019).

Apakabarnews.com, Sleman – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno menghadiri deklarasi dukungan dari relawan purnawirawan TNI/Polri dalam acara silaturahmi dengan purnawirawan TNI/Polri se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan relawan Sekoci Padi serta Prabowo Cup di Lapangan Kadisono, Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Jumat (22/3/2019).

Deklarasi dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 dibacakan empat orang purnawirawan TNI AD, AL, AU dan Polri, yakni Mayjen (Purn) Haryadi, Laksamana (Purn) Rudi Hendro, Marsda (Purn) Dipo dan Irjen Pol (Purn) Misik Natari.

Deklarasi tersebut berbunyi “Kami purnawirawan TNI/Polri se-DIY beserta seluruh keluarga besar dan para relawan, menyatakan mendukung Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno sebagai Presiden-Wakil Presiden 2019-2024 menuju Indonesia menang, adil dan makmur”.

Setelah pembacaan deklarasi, Cawapres Sandiaga Uno memberi hormatnya kepada para purnawirawan dan relawan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut Sandi juga diberi sebuah “blankon” dari relawan. Pemberian “blankon”sebagai simbol agar sosok Sandiaga semangat, bertanggung jawab, dan fokus bekerja mengabdi kepada rakyat.

Sandiaga juga sempat menanyakan kondisi ekonomi para relawan.

“Tadi saya tanya kabarnya badannya sehat, sehat alhamdulillah. Kalau dompetnya sehat nggak? ada yang punya utang nggak?,” katanya.

Sandiaga mengatakan, selama masa kampanye ini, dirinya telah berkunjung ke hampir 1.500 titik di seluruh Indonesia.

Menurut dia, Indonesia adalah negeri yang kaya sumber daya alam. Sedangkan untuk sumber daya manusia, memiliki keinginan membawa Indonesia menjadi bangsa lebih makmur lagi.

“Namun beban ekonomi semakin hari semakin yang berat,” katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah yang sekarang fokus kepada infrastruktur, belum bisa menyelesaikan permasalahan dompet dan dapur.

“Mudah-mudahan, semangat kita menuju 17 April, siap berjuang, siap memenangkan Prabowo-Sandi. Apa yang kita perjuangkan, kita perjuangkan perbaikan ekonomi seluruh masyarakat, keadilan bagi seluruh masyarakat,” katanya. (vic)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Dipilih Jadi Wakil Presiden, Sandiaga Pijit-Pijit Bahu Prabowo

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto saat di acara deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Nasional untuk Indonesia Menang di Jakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Apakabarnews.com, Jakarta – Ada momen spesial saat Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadiri acara deklarasi Aliansi Pengusaha Nasional untuk Indonesia Menang di Jakarta Theatre, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. Dalam kesempatan itu Sandi memijit-mijit bahu Prabowo saat berpidato di atas panggung.

Kejadian itu bermula saat Prabowo menyampaikan sambutan di hadapan ribuan pengusaha yang hadir dalam acara deklrasi. Dalam pidatonya, Prabowo bercerita latar belakang dirinya menunjuk Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden.

Sebelum menunjuk Sandi, Prabowo mengaku telah memiliki kriteria calon wakil presiden yang bakal mendampinginya. Di antaranya, sosok itu harus muda, sehat, kuat, dan lebih pintar dari dirinya.

“Saya dari awal ingin calon wakil saya harus anak muda. Loh, kalau saya 68 tahun, pengganti saya harus lebih muda dari saya, dan dia harus fit, harus kuat, harus sehat. Dia harus pintar. Betul? Dan dia harus lebih pintar dari saya,” kata Prabowo.

“Anda tahu, itu adalah ilmu seorang panglima. Panglima harus memilih orang-orang yang paling pintar supaya dia tidak terlalu capek berfikir. Dan calon pemimpin nasional harus ganteng. Kalau saya 68 tahun, masih oke lah. Jangan bandingkan saya sama Sandi sekarang. Bandingkan 20 tahun yang lalu,” imbuh Prabowo disambut derai tawa para hadirin. Sandi yang berdiri di samping Ketua Umum Partai Gerindra itu pun ikut tertawa.

Prabowo lalu menambahkan kriteria lainnya, di antaranya cawapres harus memiliki pergaulan luas hingga sudah mapan dari segi ekonomi.

“Selain cerdas, ya kita harus juga perhatikan dunia internasional, dia harus bisa ngomong bahasa Inggris, lah. Dan kalau bisa ya sudah mapan begitu, jadi nanti gak akan korupsi. Ya kan?” kata Prabowo.

Prabowo mengaku dirinya tidak salah pilih pendamping. Hal itu terbukti saat masyarakat di berbagai daerah di Indonesia menyambut antusias setiap kunjungan yang dilakukan oleh Sandiaga. Sementara dari sisi kuantitas, titik kunjungan yang didatangi Sandiaga lebih banyak dari Prabowo.

“Saya satu titik, dia 15 titik. Berarti yang pinter milih wakil siapa?” kata Prabowo. Sandi yang berada di samping pun spontan memijit-mijit bahu Prabowo.

“Bayangkan, mana ada wakil presiden yang mau pijet presidennya. Eh ini pidato serius atau apa?” kata Prabowo.

Peristiwa cair antara Prabowo-Sandi bukan terjadi kali ini saja. Sebelumnya, Sandi juga pernah memijit-mijit bahu Prabowo saat debat pertama calon presiden wakil presiden digelar KPU pada Januari lalu. Saat itu, Sandi memberi semangat Prabowo dalam menjawab pertanyaan dari lawan debat. (dam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending