Connect with us

JAWA TENGAH

Sandiaga Uno Kunjungi Sentra UMKM Tanduk dan Kayu di Pucang Magelang

Published

on

Sandiaga Salahudin Uno mendatangi sentra kerajinan industri kayu dan tanduk di Magelang, Jawa Tengah.

Apakabarnews.com, Magelang – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mendatangi sentra kerajinan industri kayu dan tanduk Subur Souvenir milik Sohib di Pucang Secang Magelang, Sabtu (17/11/2018). Mantan wakil gubermur DKI ini, melihat langsung proses pembuatan berbagai produk olahan tanduk dan kayu tersebut. Dari alat penggaruk, alat pijit hingga gantungan kunci.

Menurut Sandi para pengrajin masih membutuhkan pendampingan dan pengolahan keuangan. “Seerti pak Sohib ini, dia bingung ketika dikejar pajak. Padahal dia belum tahu pemasukan dan oengeluarannya. Ini yang dibutuhkan. Kami akan fokus pada pengembangan UMKM, karena industri inilah denyut ekonomi Indonesia sesungguhnya,” jelas Sandi.

Kondisi para pengrajin yang sulit memisahkan keuangan usaha dengan keluarga, serta kebingungan mengembangkan usahanya, menurut Sandi harus ada solusinya. Jangan sampai sentra UMKM di desa Pucang jalan di tempat.

“Kami akan membuat Gerakan Ekonomi Rakyat (Gerak) One Kabupaten/Kota One Center for Entrepreneurship (OK OCE). Gerak OK OCE sudah mulai akan kita perkenalkan di setiap daerah yang akan kita kunjungi. Tiap daerah akan punya nama sendiri, disesuaikan dengan karakteristik masing-masing. Karena setiap kota atau kabupaten punya ciri khasnya,” terang Sandi.

Mantan Pengusaha ini juga menyebutkan gerakan-gerakan OK OCE yang sebelumnya sudah berjalan akan dimaksimalkan. Seperti Ayo Obah di Jawa Tengah, Asyikpreuner i Jawa Barat dan OK OCE Kito di Sumatera Selatan.

“Akan kita ciptakan gerakan yang kolaboratif dan partisipatif dari masyarakat. Gerakan ekonomi yang datang dari, oleh dan untuk masyarakat. Dari sekarang juga, kita bersama-sama menjemput perubahan ekonomi di negeri ini. 2019 harus ada pemerintahan yang kuat dan fokus pada masalah ekonomi, khususnya pada penyediaan dan penciptaan lapangan kerja serta harga-harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau,” tutup Sandi. (sug)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA TENGAH

Keluarga Terduga Teroris Asal Klaten Tidak Ikut Radikal

Published

on

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol, Dedi Prasetyo.

Apakabarnews.com, Jakarta – Keluarga terduga teroris berinisial Y alias Khodijah asal Klaten, Jawa Tengah tidak mengikuti jejaknya menjadi radikal sehingga perempuan itu memilih untuk meninggalkan keluarganya.

“Tidak ada (yang radikal), makanya karena suami dan anaknya itu tidak mengikuti apa yang dikehendaki, dia meninggalkan suaminya mau nikah sama AH,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Y yang tewas diduga bunuh diri dengan meminum bahan kimia keras saat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, sedianya akan dinikahi terduga teroris Sibolga Husain alias Abu Hamzah, meskipun masih bersuami sah.

Khadijah, ujar Dedi prasetyo, sudah menggadaikan rumah dan tanahnya serta mendapat Rp5 juta untuk bertemu terduga teroris yang ditangkap di Lampung berinisial R alias Putra Syuhada.

Saat bertemu Putra Syuhada di Lampung, uang sebesar Rp3 juta dikirimkan ke Sibolga untuk membeli alat-alat untuk tindakan amaliah.

Namun, Khadijah kembali ke Klaten setelah mengetahui jaringan Sibolga ditangkap oleh Tim Densus Antiteror Polri.

Selain itu, ia berencana hasil penjualan rumah dan tanah akan digunakan untuk membeli sebuah mobil untuk dirakit menjadi bom mobil.

Sebelumnya, Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi sudah meminta masyarakat di lingkungan tempat tinggal keluarga terduga teroris Y di Klaten untuk tidak mengucilkan keluarga itu.

“Harapan saya Desa Joton tidak terpengaruh oleh apa yang dilakukan oleh Y. Jangan resah dan jangan mengucilkan keluarga yang bersangkutan, apalagi Y ini sejak lulus SMA sudah meninggalkan daerah itu,” katanya di Klaten. (dda)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Prabowo-Sandi Berkomitmen Prioritaskan Pekerjaan bagi Tenaga Lokal

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat di acara Halaqah K 2 Aswaja (Komunitas Kyai Ahlussunah Wal Jamaah) di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan Jawa Tengah, Kamis (14/3/2919).

Apakabarnews.com, Pekalongan – Pasangan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi berkomitmen akan memprioritaskan peluang pekerjaan bagi tenaga lokal dan anak-anak bangsa apabila terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

“Fakta, ada Perpres yang memberikan kemudahan pekerja tenaga asing masuk ke Indonesia. Yang terjadi sekarang investasi tidak masuk tetapi tenaga kerja asing meningkat, hal inilah yang menjadi kekhawatiran pasangan Prabowo-Sandi,” kata calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno pada acara Halaqoh K2 Aswaja Komunitas Kiai Ahlusunah Waljamaah di Pekalongan, Kamis (14/3/2019).

Di hadapan ratusan kiai, santri, dan pendukung parpol pengusung pasangan Prabowo-Sandi, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa pasangan Prabowo-Sandi tidak ingin menebar rasa takut dan menebar sebuah propaganda yang akan membuat semuanya semakin terpecah belah.

“Kami menyakini bahwa visi Indonesia menang cukup jelas. Indonesia adil, makmur apabila buka peluang pekerjaan seluas-luasnya untuk anak-anak bangsa. Itulah komitmen Prabowo-Sandi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sandiaga menyampaikan pesan salam dari calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto pada peserta yang hadir pada acara Halaqoh K2 Aswaja di Kota Pekalongan.

“Beliau (Prabowo) sangat bergembira bahwa hari ini tercetus komunitas Kiai K2 Aswaja yang memakai istilah kekinian atau milineal. Pak Prabowo dan saya menyakini mempunyai tujuan sama yaitu menghadirkan visi Indonesia menang, adil, dan makmur,” katanya.

Sandiaga juga menyampaikan permohonan maaf pada para pendukung dan peserta Halaqoh K2 Aswaja atas keterlambatan dirinya pada acara tersebut karena adanya kemacetan di Jalan Cikampek dan Bekasi.

“Semula (saya) ditawarkan lewat udara. Namun saya ingin bertermu pelaku UMKM selama perjalanan ke sini (Pekalongan)” katanya. (kut)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Harga Bawang Putih di Solo Terus Naik

Published

on

Saat ini harga bawang putih di Pasar Tradisional Kota Solo mencapai Rp37.000/kg.

Apakabarnews.com, Solo – Harga komoditas bawang putih di pasar tradisional Kota Solo terus mengalami kenaikan mengakibatkan pembelian konsumen menurun dan pendapatan pedagang ikut turun.

“Saat ini harga bawang putih Rp37.000/kg, padahal sebelumnya hanya Rp24.000/kg,” kata salah satu pedagang Nika di Pasar Legi Solo, Selasa (12/3/2019).

Ia mengatakan kenaikan harga tersebut sudah mulai sejak satu bulan lalu di tingkat distributor dan terjadi secara bertahap.

“Mulai dari Rp24.000/kg, kemudian naik jadi Rp27.000/kg, naik lagi Rp29.000/kg, kemudian Rp32.000/kg, dan sekarang Rp37.000/kg,” katanya.

Pedagang lain, Sri Maryati mengatakan akibat kenaikan harga tersebut daya beli masyarakat mengalami penurunan. Akibatnya, konsumen mengurangi volume pembelian. “Misalnya biasanya beli 10 kg, sejak ada kenaikan harga itu belinya hanya 5 kg. Turunnya sampai 50 persen,” katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga terjadi di tingkat distributor sehingga para pedagang akhirnya menyesuaikan.

Sementara itu, pedagang makanan Surati mengakui kenaikan harga bawang putih tersebut cukup berdampak bagi pendapatannya mengingat harga makanan yang dijualnya tidak naik.

“Biasanya saya beli bawang putih setengah kilogram harganya Rp20.000, sekarang Rp40.000. Lumayan juga kenaikannya,” kata pedagang ayam geprek ini.

Meski demikian, ia enggan menaikkan harga jual karena tidak ingin kehilangan pelanggan. Bahkan, menurut dia kenaikan dan penurunan harga bumbu makanan biasa terjadi.

“Paling ini hanya sementara, jadi tidak mungkin kalau sekarang saya langsung naikkan harga. Apalagi pelanggan saya banyak yang beli lewat ojek online, biasanya kan pembeli bisa membandingkan harga,” katanya. (ari)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending