Connect with us

DIGITAL

Bekraf : Layanan OTT dan Bioskop Tetap Berkembang di Masa Depan

Published

on

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Apakabarnews.com, Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meyakini baik layanan video over-the-top (OTT) maupun layar bioskop akan tetap berkembang di masa mendatang.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo di Jakarta, Senin (25/2/2019), mengatakan lembaga ekonomi kreatif itu akan mendorong keduanya tetap tumbuh di era digital.

“Masing-masing punya segmen sendiri. Masing-masing akan membangun ‘revenue’ (pendapatan) bagi pembuat film. Itu yang harus dikembangkan di Indonesia,” katanya.

Menurut Fadjar, meski kecepatan internet semakin baik seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur digital, penonton tidak akan langsung meninggalkan bioskop.

“Enggak enak juga kan nonton di layar gadget berdua. Anda tetap butuh datang bersama pasangan, misalnya, ke bioskop. Memang ada pasarnya sendiri,” tuturnya.

Oleh karena itu, Bekraf akan tetap mendorong dua saluran penayangan film nasional itu bisa tetap tumbuh dan berkembang.

Penambahan layar bioskop akan terus didorong dengan sejumlah kemudahan investasi. Sementara dukungan terhadap penyedia layanan OTT juga akan tetap digalang seperti halnya kerja sama dengan Viu yang disepakati di Jakarta, Senin.

Baca juga: Bekraf gandeng Viu kembangkan ekosistem film Indonesia

“Jadi ‘channel’ layar bioskop kita dorong, OTT juga kita dorong karena semakin marak juga menikmati konten melalui ‘smartphone’,” ujarnya.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan adanya OTT menjadi jawaban atas masalah penambahan layar bioskop dalam penyebaran film-film karya anak bangsa.

“Perkembangan jumlah layar ini terjawab dengan OTT. Selama ini penyebaran film hanya di kota besar, di mal, sehingga kita harapkan lebih banyak layar untuk mencapai peminat atau penonton film,” katanya.

Triawan mengklaim, dorongan dari Bekraf telah membuahkan hasil bertambahnya layar bioskop hingga sekitar 1.800 layar.

Namun, layanan OTT menjadi salah satu platform yang tidak hanya membantu menyebarkan film nasional, tetapi juga mendorong perkembangan film nasional seiring dengan peningkatan kualitas. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DIGITAL

Hati-Hati Memilih Antivirus di Android

Published

on

Aplikasi antivirus yang tidak lolos uji coba mereka biasanya dibuat oleh amatir atau proyek sampingan dari perusahaan yang tidak fokus di bidang keamanan siber.

Apakabarnews.com, Jakarta – Perusahaan AV Comparatives menguji coba 250 antivirus yang beredar di platform Android, hasilnya hanya sepertiga atau 80 aplikasi yang benar-benar ampuh untuk melindungi ponsel.

Laman Endgadget menuliskan tolak ukur uji coba mereka adalah antivirus tersebut dapat mendeteksi lebih dari 30 persen aplikasi mencurigakan pada 2018 lalu.

Aplikasi yang berdasarkan riset selama dua bulan AV Comparatives benar-benar dapat mendeteksi virus antara lain adalah AVG, Kasperksy, McAfee dan Symantec, para pemain lama di industri keamanan siber.

Aplikasi antivirus yang tidak lolos uji coba mereka biasanya dibuat oleh amatir atau proyek sampingan dari perusahaan yang tidak fokus di bidang keamanan siber.

AV Comparatives mencatat sejak mereka melakukan uji coba pada Januari lalu, terdapat 32 antivirus yang menghilang dari Google Play Store.

Mengutip laman Phone Arena, Minggu (17/3/2019), AV menguji coba aplikasi antivirus menggunakan Samsung Galaxy S9 yang berjalan dengan Android 8.0 Oreo, sementara untuk aplikasi yang belum mendukung sistem operasi tersebut dites dengan Nexus 5 dengan Android 6.0.

Tes tersebut menggunakan jaringan Wi-Fi dan salah satu tolak ukurnya adalah mendeteksi 2.000 APK mencurigakan dan 100 APK bersih. Menurut AV Comparatives, aplikasi buatan perusahaan keamanan sungguhan dengan mudah mendeteksi malware dengan rasio 90 persen hingga 100 persen.

AV Comparatives menyarankan pengguna Android untuk berhati-hati jika ingin memasang antivirus di ponsel. Luangkan waktu untuk melihat deskripsi antivirus dan perusahaan yang membuatnya.

Mereka menyarankan untuk mengecek website antivirus tersebut, dan jangan diunduh jika aplikasi tidak memiliki website resmi atau menggunakan domain email gratis seperti Yahoo dan Gmail. (nat)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Facebook Hapus 1,5 Juta Video Penyerangan Masjid Selandia Baru

Published

on

Facebook mengaku telah mendapatkan peringatan siaga dari Kepolisian AS terkait video pada media jejaring sosial mereka setelah siaran langsung terkait serangan yang menewaskan 50 orang itu.

Apakabarnews.co.id, Jakarta – Perusahaan media sosial Facebook Inc. mengklaim telah menghapus 1,5 juta video terkait serangan di dua masjid di Selandia Baru dalam 24 jam setelah peristiwa itu pada Jumat (15/3/2019).

“Pada 24 jam pertama, kami menghapus 1,5 juta video secara global terkait serangan itu. Sebanyak 1,2 juta video di antaranya telah diblokir ketika mengunggah,” demikian pernyataan Facebook dalam akun Twitter resmi mereka pada Sabtu malam waktu setempat.

Sebelumnya, perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, California, AS itu menyampaikan simpati mereka dalam Twitter pada Jumat (15/3/2019). “Hati kami bersama para korban, keluarga mereka dan komunitas yang terdampak oleh penembakan yang menghebohkan di Selandia Baru,” demikian pernyataan Facebook.

Facebook mengaku telah mendapatkan peringatan siaga dari Kepolisian AS terkait video pada media jejaring sosial mereka setelah siaran langsung terkait serangan yang menewaskan 50 orang itu.

“Kami segera menghapus Facebook si penembak dan akun Instagramnya serta video di dalamnya. Kami juga telah menghapus segala pujian dan dukungan terkait tindak kriminal itu segera setelah kami menyadarinya,” lanjut Facebook.

Kepala Facebook Selandia Baru Mia Garlick, dalam akun Twitter itu, menyatakan perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu juga menghapus berbagi video editan terkait serangan teror di dua masjid di Selandia Baru itu.

“Sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang terdampak tragedi itu dan perhatian dari otoritas setempat, kami juga menghapus semua versi editan video yang tidak menampilkan konten grafis,” ujar Garlick.

Sebelumnya, YouTube dalam akun Twitternya juga akan menghapus konten-konten video terkait penyerangan dua masjid di Selandia Baru itu.

“Hati kami telah patah karena tragedi mengerikan di Selandia Baru. Mohon diketahui, kami sedang bekerja secara waspada demi menghapus segala rekaman yang berisi kekerasan,” demikian pernyataan YouTube pada Jumat (15/3/2019). (ims)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Pemda DKI Jakarta Tegaskan JakEVO Bukan untuk Saingi OSS

Published

on

Provinsi DKI Jakarta menyatakan sistem perizinan digital JakEVO milik provinsi bukan dibuat untuk menyaingi Online Single Submission (OSS).

Apakabarnews.com, Jakarta – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta menyatakan sistem perizinan digital JakEVO milik provinsi bukan dibuat untuk menyaingi Online Single Submission (OSS).

“JakEVO telah ada terlebih dahulu, diluncurkan tanggal 7 Mei 2018 sebelum hadirnya OSS yang dikelola oleh Kemenko Perekonomian. Hal ini kemudian membuat JakEVO telah memiliki database perizinan/non perizinan dan pemohon izin/non izin yang cukup banyak, maka membutuhkan waktu untuk terintegrasi dengan OSS,” kata Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Ada pun integrasi diperlukan guna menghindari warga ibu kota yang telah menggunakan JakEVO untuk mengulang kembali proses perizinan ketika menggunakan OSS.

Benni mengatakan JakEVO memiliki fitur folder berkas, sehingga pemohon tidak perlu berulang kali unggah berkas persyaratan untuk izin yang berbeda.

“Ini yang kita coba dorong di dalam salah satu proses integrasi,” katanya.

Benni menambahkan, layanan perizinan daring itu masih terus dalam tahap pengembangan. Ia menerangkan JakEVO bersama dengan situs pelayanan.jakarta.go.id telah mencakup hampir keseluruhan 269 jenis izin/non izin kewenangan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.

Ia pun menegaskan sistem perizinan melalui platform elektronik atau pelayanan daring ini akan terus dikembangkan untuk mempermudah proses perizinan bagi masyarakat Jakarta.

JakEVO dan situs pelayanan.jakarta.go.id dipastikannya tidak akan mengambil alih fungsi dari OSS, karena izin/nonizin tersebut memang merupakan kewenangan dari pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Benni menuturkan JakEVO sudah dilengkapi fitur peta digital yang telah disesuaikan dengan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).

“Sehingga izin yang tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang tidak akan terbit,” katanya.

Fitur peta digital yang sesuai RDTR tersebut memiliki peranan penting dalam pemrosesan perizinan/nonperizinan melalui pelayanan daring. Fitur tersebut yang saat ini sedang berusaha diintegrasikan dengan sistem OSS.

“Kami sudah sangat terbuka untuk dilakukannya integrasi, hal inilah yang terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat selaku pengelola OSS. Koordinasi tersebut masih terus berjalan sampai dengan hari ini, sehingga kami belum mengimplementasikan OSS di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Benni.

DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta mengaku tetap berkomitmen untuk mendukung kemudahan izin berusaha dan berinvestasi yang sedang dibangun oleh pemerintah pusat, termasuk juga upaya untuk meningkatkan peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia.

“DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan peringkat kemudahan berusaha atau EoDB Indonesia di mata dunia, melalui dedikasi sepenuh hati, mewujudkan pelayanan publik yang prima di Jakarta,” katanya. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending