Connect with us

UKM

Kemenperin Kucurkan Rp540 Miliar untuk IKM

Published

on

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kementerian Perindustrian menyiapkan dana alokasi khusus (DAK) pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) sebesar Rp540 miliar untuk 109 kabupaten atau kota pada tahun 2019.

Anggaran ini dalam upaya penumbuhan wirausaha industri baru, merevitalisasi sentra IKM serta pembangunan infrastruktur penunjang IKM seiring dengan implementasi industri 4.0.

“Jadi, selain mengandalkan dana dekonsentrasi, pemerintah daerah juga diarahkan untuk mulai menggunakan DAK,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Misalnya, lanjut Gati, untuk penguatan jaringan dalam pemasaran IKM. Apalagi, IKM di Indonesia harus sudah memenuhi kriteria di era dunia digital.

Kemenperin mencatat, program DAK Fisik Revitalisasi Sentra IKM sudah berjalan sejak tahun 2016, dengan pagu alokasi anggaran sebesar Rp166,3 miliar untuk 149 Kab/Kota.

Sementara tahun 2017 mencapai Rp161,5 miliar untuk 113 Kab/Kota dan di 2018 naik menjadi Rp173,7 miliar untuk 73 Kabupaten/Kota.

Menurut Gati, pemerintah terus mengucurkan DAK untuk meningkatkan daya saing IKM nasional agar lebih kompetitif di pasar domestik maupun global.

“Untuk itu, Kemenperin berkomitmen terus mengembangkan sektor IKM di setiap daerah. Agar semua IKM yang ada di seluruh Indonesia bisa berkembang dengan baik, terutama dalam menghadapi era industri 4.0,” tuturnya.

Sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik, pemerintah daerah dapat mengusulkan kegiatan yang berfokus pada sentra yang sudah ada atau eksis, namun masih memerlukan peningkatan sarana dan prasarana.

“Proses DAK mulai dari usulan sampai ketetapan penerima, menggunakan sistem terpusat di Bappenas. Selanjutnya, dilakukan koordinasi teknis dan substansi dengan Direktorat Jenderal IKMA serta penganggaran sampai pada penetapan di Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Gati menambahkan, tantangan yang kerap dihadapi pemerintah daerah dalam pengembangan IKM, antara lain mengenai akses pembiayaan, kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan ketersediaan bahan baku.

“Oleh karena itu, Kemenperin sudah menggagas program vokasi untuk menyiapkan SDM yang lebih berkompeten dalam mengakses teknologi,” imbuhnya.

Untuk pembiayaan, Gati menegaskan, ke depannya pemerintah memfasilitasi lebih banyak program kredit usaha rakyat (KUR).

“Kami juga melakukan edukasi teknologi pembayaran, seiring dengan semakin banyaknya platform pembiayaan non-tunai atau digitalisasi pembayaran,” ungkap Gati. (spg)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UKM

Kemenkop UKM Optimistis Koperasi Makin Diminati Milenial

Published

on

Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM optimistis ke depan, generasi milenial atau kalangan anak muda akan semakin meminati dunia koperasi sehingga soko guru perekonomian itu juga bisa semakin melesatkan kinerja perekonomian nasional.

“Saya optimistis ke depan koperasi makin diminati kalangan generasi milenial,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Menurut Rully Indrawan, hal tersebut antara lain karena saat ini dinilai sudah semakin banyak anak muda yang kreatif sekaligus sudah berkecimpung di dunia koperasi di Tanah Air.

Rully juga mengapresiasi penyelenggaraan berbagai aktivitas yang terkait dengan anak muda dan koperasi, seperti dengan peluncuran Koperasi Praja 2019 yang digelar di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Praja itu sendiri merupakan kompetisi jurnalistik mengenai koperasi dan kewirausahaan.

“Saya sebagai seorang akademisi sangat mendukung ajang lomba penulisan seperti ini. Apalagi, menyangkut koperasi dan kewirausahaan,” kata Rully.

Rully yang dipilih menjadi Ketua Dewan Juri PRAJA 2019 itu berharap agar sesering mungkin muncul tulisan mengenai koperasi di media massa dan media sosial.

Hal tersebut, lanjutnya, agar para generasi milenial lebih bisa lagi untuk membaca, kemudian memahami dan menekuni dunia koperasi.

Ia menambahkan, koperasi saat ini tengah berada dalam fase menghadapi tantangan untuk melakukan reposisi. “Fase ini menjadi sangat penting sebagai persiapan berikutnya menghadapi tantangan kebangkitan eksistensi organisasi koperasi,” ujarnya.

Saat ini, ujar dia, koperasi tidak lagi hanya bercirikan berbentuk badan hukum koperasi, namun harus dikembangkan dalam spirit kolaborasi yang menjadi pondasi perubahan model bisnis saat ini yakni Ekonomi Kolaborasi.

Sementara itu, Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group Tedy Agustiansjah menyatakan, saat ini isu revolusi industri 4.0 menuntut setiap badan usaha untuk mampu mengikuti perkembangan. Revolusi terjadi dengan fokus pada Internet of Things (IoT) dan Artificial Intellegence (AI).

Oleh karena itu, menurut Tedy, diperlukan gebrakan untuk mendorong kalangan milenial memberikan terobosan baru di dunia koperasi dan bisnis model yang memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha ke depannya.

“Kami percaya bahwa koperasi akan selalu menjadi pilar ekonomi bangsa Indonesia. Bahkan, saat ini terasa sangat relevan dengan esensi bisnis zaman now, yaitu Ekonomi Kolaborasi,” kata Tedy.

Oleh karena itu, tambah Tedy, menjadi sangat strategis untuk bisa memahami dan menempatkan koperasi dalam konteks tantangan kekinian dengan melakukan transformasi organisasi. (mrr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

Indonesia Inisiasi “APEC Impact Fund” Kembangkan UMKM

Published

on

Anggota ABAC Indonesia memberikan keterangan kepada wartawan terkait Pertemuan ABAC (APEC Business Advisory Council/ABAC) II Jakarta.

Apakabarnews.com, Jakarta – Indonesia menginisiasi pembentukan APEC Impact Fund untuk membantu mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam pertemuan pemimpin bisnis senior Asia Pasifik (APEC Business Advisory Council/ABAC) di Jakarta, 23-26 April 2019.

Anggota ABAC Indonesia Shinta W. Kamdani dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (26/4/2019), mengatakan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang terus didorong ekonomi inklusifnya.

“Maka kami mulai dengan sebuah platform. ABAC sudah punya platform B to B berupa ‘marketplace’ untuk UMKM. Kemudian, ada peningkatan keterampilan UMKM yang bisa dilakukan bersama dengan negara-negara lain. Ketiga, barulah ‘funding’ (pendanaan) ini,” katanya.

Shinta menuturkan dana itu bukan hanya diberikan untuk UMKM mengembangkan usaha mereka tetapi juga untuk dapat memberikan dampak kepada komunitas sosial.

“Ini masih awal sekali dan pertama kali Indonesia menginisiasi. Kemarin ini baru dibahas. Pertemuan ABAC selanjutnya di China akan dibahas lebih rinci soal strukturnya, partisipasi serta dukungan negara lain baru kemudian diluncurkan November mendatang di ABAC Chile,” terangnya.

Menurut Shinta, inisiasi tersebut diharapkan mendapat dukungan dari seluruh negara-negara APEC, tidak hanya negara yang masih berkembang tetapi juga negara-negara maju.

Semua dukungan itu, lanjut Shinta, diharapkan dapat membuka alternatif metode pendanaan baru yakni “blended finance” sehingga Indonesia tidak terbebani.

“Tadi saya bilang juga ada aspek ‘blended finance’ jadi kita bisa kerja sama dengan ‘multilateral agency’ lain maupun negara yang punya (dana) pembangunan. Jadi tidak hanya kita sendiri,” ujarnya. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

Kemenperin Bentuk IKM Mind, Perluas Pasar Domestik dan Ekspor

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Apakabarnews.com, Tangerang – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membentuk sebuah sistem untuk mempromosikan produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) bernama IKM Mind untuk memperluas pasar IKM di dalam negeri maupun pasar ekspor.

“Nanti produk-produknya bisa dilihat secara tiga dimensi di IKM Mind. Jadi, ini sebagai tindak lanjut dari Program e-Smart IKM yang sudah berjalan,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Tangerang, Banten, Senin (15/4/2019).

Menurut Gati, sistem IKM Mind nantinya dapat digunakan oleh para IKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk-produk andalannya, yang difasilitasi oleh Kemenperin.

“Kami ingin secepatnya sistem ini bisa dibuat, sehingga IKM yang memang potensial untuk go digital bisa segera memanfaatkannya,” ungkap Gati

Gati menegaskan di era Industri 4.0 IKM nasional perlu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

Kemenperin menargetkan sebanyak 10.000 pelaku IKM di dalam negeri ikut menjadi peserta program lokakarya e-Smart IKM hingga akhir tahun 2019 dan langsung memanfaatkan teknologi digital.

“Program e-Smart IKM yang diluncurkan sejak Januari 2017 lalu, merupakan langkah konkret dari pemerintah saat ini yang ingin menyiapkan IKM nasional bisa go digital menuju revolusi Industri 4.0,” kata Gati.

Pada periode 2017-2018, total peserta workshop e-Smart IKM telah mencapai 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp2,37 miliar.

Gati menjelaskan,pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku IKM nasional menjadi penting untuk mendongkrak daya saingnya hingga kancah global. Upaya ini juga sebagai bagian dari pelaksanaan langkah-langkah prioritas yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Guna memacu peranan IKM nasional ada penerapan revolusi industri 4.0, kami terus mendorong mereka agar terlibat e-commerce yang diimplementasikan dalam program e-Smart IKM,” ujarnya. (spg)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending