Connect with us

HEALTH

Bawang Merah dan Putih Berpotensi Cegah Kanker Kolorektal

Published

on

Senyawa bioaktif dalam sayuran allium, termasuk bawang putih, tangkai bawang putih, daun bawang, bawang merah.

Apakabarnews.com, Jakarta – Para ilmuwan dari the First Hospital of China Medical University, menemukan bahwa bawang putih dan merah bisa mencegah seseorang mengembangkan kanker kolorektal (usus besar dan anus).

“Senyawa bioaktif dalam sayuran allium, termasuk bawang putih, tangkai bawang putih, daun bawang, bawang merah, dan daun bawang, khususnya, senyawa flavanol dan organosulfur terbukti memberikan efek menguntungkan terhadap karsinogenesis,” kata peneliti studi, seperti dilansir dari Indian Express, Kamis (28/2/2019).

Temuan yang dipublikasikan dalam Asia-Pacific Journal of Clinical Oncology itu menguatkan berbagai penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa sayuran jenis allium dapat mengurangi risiko kanker usus. Meskipun beberapa studi ada yang bertentangan dengan hal itu.

Untuk keperluan studi, para peneliti mencocokkan 833 orang yang menderita kanker kolorektal dengan 833 orang tanpa kanker kolorektal. Setiap peserta diwawancarai, dan kebiasaan diet mereka dicatat menggunakan kuesioner frekuensi makanan yang divalidasi.

Hasilnya, ada hubungan yang signifikan antara jumlah sayuran allium yang dikonsumsi seseorang dan risiko terkena kanker kolorektal.

Pada catatan yang lebih spesifik, orang dewasa yang mengonsumsi sayuran allium paling banyak risiko terkena kankernya lebih rendah 79 persen daripada mereka yang mengonsumsi dalam jumlah terendah.

“Perlu dicatat bahwa dalam penelitian kami tampaknya ada tren: semakin besar jumlah sayuran allium, semakin baik perlindungannya,” kata Dr. Zhi Li.

“Temuan ini menjelaskan pencegahan utama kanker kolorektal melalui intervensi gaya hidup layak untuk dieksplorasi lebih dalam dengan penelitian kohort dan in-vitro yang lebih besar di masa depan,” tulis para peneliti. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

HEALTH

Lima Bahan Alami untuk Mencerahkan Ketiak

Published

on

Penyebab ketiak hitam karena kulit teriritasi sehingga menimbulkan reaksi peradangan yang merangsang sel-sel penghasil pigmen (melanosit) untuk menghasilkan lebih banyak pigmen.

Apakabarnews.com, Jakarta – Sebagian kaum hawa merasa terganggu dengan kondisi kulit ketiak mereka yang gelap dan mencoba beragam cara untuk membuatnya lebih cerah.

Ada yang menjalani perawatan di klinik-klinik kecantikan dan ada juga yang memilih melakukan perawatan sendiri menggunakan bahan-bahan alami untuk mencerahkannya.

Bagi Anda yang ingin mengatasi ketiak gelap dengan cara natural, berikut ini lima bahan yang dapat digunakan, seperti dilansir Medical Daily.

Kunyit

Kunyit mengandung senyawa curcumin yang bermanfaat mengatasi hiperpigmentasi dan mengatur produksi melanin.

Menurut Alivebynature, curcumin memiliki efek pada hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang disekresi oleh kelenjar hipofisis. Senyawa ini pada dasarnya membatasi sekresi sehingga stimulasi produksi melanin berkurang, dan ini menyebabkan kulit lebih terang.

Cara membuat ramuan kunyit untuk ketiak Anda yakni masukkan 5-6 sendok makan susu dingin ke dalam mangkuk yang sudah diisi 1 sendok teh kunyit. Aduk rata.

Kemudian rendam bola kapas dalam larutan dan oleskan ke ketiak Anda. Biarkan semalaman dan bersihkan besok.

Lakukan ini secara teratur dan Anda akan melihat hasilnya hanya dalam seminggu.

Tomat dan gula

Kombinasi ini bisa membuat keajaiban bagi ketiak yang gelap. Selain memiliki sifat anti-inflamasi, tomat juga memiliki sifat mencerahkan kulit dan mampu mendetoksifikasi kulit.

Gula, di sisi lain, bisa membantu pengelupasan kulit dan mengangkat sel-sel kulit mati. Bukan rahasia lagi gula menjadi scrub alami yang efektif membersihkan kulit dan membuatnya lebih halus.

Untuk membuat scrub ketiak, potong tomat menjadi irisan tipis, lalu masukkan irisan ke dalam mangkuk gula. Usap lembut campuran gula dan tomat pada ketiak. Diamkan beberapa menit, kemudian bilas.

Kentang

Kentang memiliki sifat asam ringan yang dapat ditoleransi ketiak. Tanaman umbi ini adalah alternatif pemutihan yang bagus.

Anda perlu mengiris tipis kentang setelah dicuci. Ambil satu potong irisan lalu pijat ketiak Anda dengannya. Gunakan irisan kentang secukupnya dan bilas setelah beberapa menit.

Timun

Buah ini mengandung enzim, garam alami dan vitamin yang mendorong pertumbuhan dan perbaikan sel. Timun juga merupakan sumber antioksidan yang baik dan pelemas otot dan saraf yang baik.

Timun bisa bermanfaat mengatasi ketiak yang gelap. Seperti dilansir Healthline, menggosok irisan mentimun di area gelap ketiak Anda akan membuahkan hasil. Setelah 10 menit, Anda dapat membilas ketiak dengan air dingin. Lakukan secara teratur untuk melihat hasil yang sangat baik.

Minyak kelapa

Minyak kelapa telah terbukti sangat bermanfaat dalam banyak hal dan salah satunya berfungsi sebagai obat alami untuk mencerahkan kulit. Minyak ini memiliki sifat antibakteri, anti-inflamasi dan pelembab.

Menurut DIY Remedies, minyak kelapa dapat mencegah akumulasi mikroba jahat pada kulit, mendetoksifikasi pori-pori kulit, serta menghilangkan masalah kulit yang menyebabkan penggelapan.

Kandungan Vitamin E dan asam lemak jenuh dalam minyak kelapa juga menyehatkan kulit, sehingga bisa dengan mudah menyembuhkan bekas luka dan tanda gelap.

Anda hanya membutuhkan beberapa tetes minyak kelapa untuk memijat ketiak Anda. Lakukan selama beberapa menit, cuci ketiak menggunakan air hangat dan sabun ringan setelah 15 menit. Lakukan ini dua hingga tiga kali sehari untuk hasil yang lebih cepat terlihat. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Benarkah Kerajinan Kertas Bisa Meredam Stress?

Published

on

Kerajinan kertas dapat menghilangkan stres bagi orang yang memang sudah hobi melakukan kerajinan kertas.

Apakabarnews.com, Jakarta – Mengisi waktu luang dengan merangkai kertas menjadi sebuah kerajinan diyakini dapat meredam stres.

Kalangan yang hobi berkerajinan kertas menilai bahwa kegiatan itu layaknya sebuah terapi, karena dapat melatih kesabaran.

“Senang saja bikin begini dan melatih kesabaran. Menghilangkan stres juga setelah bekerja,” kata Dona Gloria (39), seorang karyawan swasta ketika ditemui di Bentara Budaya, Jakarta saat Workshop Paper Craft bertajuk “Cerita Kertas”, Kamis (14/3/2019).

Berbeda dengan Dona, salah seorang ibu rumah tangga, Dian Singgih (52) mengatakan kerajinan kertas adalah kegiatan yang menyenangkan dan melatih kesabaran.

“Buat beginian itu salah satu meditasi. Pas ngerjain ini jadi bikin fokus,” kata Dian.

Sementara itu, menurut penggagas seni kertas Kertase, Agus Winarto mengatakan kerajinan kertas dapat menghilangkan stres bagi orang yang memang sudah hobi melakukan kerajinan kertas.

“Penghilang stres iya kalau bagi orang yang hobi. Bagi orang yang tidak hobi malah bikin stres ya,” katanya.

Lebih lanjut, Agus juga menjelaskan bahwa membuat kerajinan kertas lebih dari sekadar menghilangkan stres, tetapi bisa merekatkan hubungan keluarga.

“Ada orang sudah menikah tapi tidak tahu kesukaan istri apa, suka suami apa. Dari situ saya menuntun mereka untuk tahu pasangan kamu sukanya apa,” ucapnya.

Sebanyak puluhan peserta mengikuti pelatihan membuat kerajinan kertas di Bentara Budaya, Jakarta. Para peserta belajar membuat boneka kertas yang langsung dibimbing oleh Agus Winarto.

“Kerajinan kertas yang saya adakan selalu membuat orang senang karena saya tidak melihat hasil bagus atau gimana. Yang penting menyenangkan dalam prosesnya,” tutur Agus. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Apakah Aman Operasi Bariatrik untuk Atasi Obesitas?

Published

on

Teknik bedah bariatrik bisa menghilangkan 55 hingga 85 persen berat badan dengan pengurangan IMT 20-40 kg/m2.

Apakabarnews.com, Jakarta – Bedah bariatrik menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi masalah kesehatan obesitas. Namun, tak semua penderita obesitas bisa menempuh prosedur ini.

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestive RS Pondok Indah, Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp. B-KBD mengatakan hanya mereka yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) di bawah 27,5 yang bisa menjalani bedah bariatrik.

“Karena biaya. Bukan berarti tanpa risiko. Kalau hanya mau menghilangkan 10 kilogram dengan biaya sekian, enggak pantas. Makanya lebih ke arah berat badan yang lebih tinggi,” kata dia di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Ada empat jenis bedah bariatrik, dua di antaranya umum dilakukan di Indonesia, yakni sleeve gastrectomy dan gastric bypass. Kedua tindakan ini sama-sama memiliki hasil akhir penurunan berat badan akibat berubahnya bentuk organ pencernaan pasien sehingga mempengaruhi pola makan dan penyerapan makanan di dalam tubuh.

Sleeve gastrectomy merupakan tindakan pemotongan lambung pasien kurang lebih sebanyak 85 persen sehingga ukuran lambung jadi lebih kecil.

Sementara gastric bypass adalah tindakan penggabungan bagian atas lambung dengan usus kecil sehingga makanan tidak lagi melewati lambung dan kalori makanan yang diserap sedikit.

Kisah Naufal

Salah satu pasien yang pernah menjalani sleeve gastrectomy adalah Muhammad Naufal Abidllah (23). Pria yang semula memiliki bobot 239 kilogram pada Desember 2018 kini berat badannya susut 36 kilogram.

“Seperti yoyo, ketika sudah berat (badannya) ikut diet lalu turun, naik lagi. Sampai puncaknya 239 kilogram. Saya dari kecil setiap bulan naik (bobot) satu kilogram. Sakit saja naik setengah kilogram. Waktu kelas 6 SD berat saya 110 kilogram,” kata Naufal.

Menyoal kasus Naufal, Peter mengatakan bahwa pilihan sleeve gastrectomy bukannya gastric bypass karena ada kemungkinan sang pasien membutuhkan tindakan lebih lanjut.

“Pada prinsipnya pengobatan harus kerjasama dengan pasien. Ini bukan telur emas, enggak mau diet, olahraga bisa selesai. Tidak begitu,” kata Peter.

Dia berharap melalui teknik sleeve gastrectomy berat badan Naufal bisa turun menjadi 80 kilogram.

Menurut Peter, teknik bedah bariatrik bisa menghilangkan 55 hingga 85 persen berat badan dengan pengurangan IMT 20-40 kg/m2.

Lalu, apakah semua penderita obesitas bisa menjalani kedua teknik bedah ini? Peter mengungkapkan sleeve gastrectomy tidak bisa dilakukan pada mereka yang mengalami panas di ulu hati.

Sementara gastric bypass tak disarankan bagi penderita obesitas yang tak bisa menahan diri mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak.

“Karena terlalu banyak makanan manis sekaligus ada efek dumping yakni karbohidrat cepat masuk ke usus halus, insulin banyak sehingga overwhelming. Gula darah drop. Terasa sakit perut, mules,” kata Peter. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending