Connect with us

HIBURAN

Trik Punya Rumah Sendiri bagi Milenial Baru Bekerja

Published

on

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggodok penyediaan hunian bagi generasi milenial atau generasi Y (yang lahir pada 1980-1990, atau pada awal 2000).

Apakabarnews.com, Jakarta – Generasi milenial yang baru saja memasuki dunia kerja bisa memiliki rumah sendiri dengan pengelolaan keuangan yang baik.

Pakar ekonomi Lucky Bayu Purnomo membagikan sejumlah trik mengelola gaji agar impian memiliki rumah bisa terwujud.

“Saat ini, terutama generasi milenial banyak yang mengeluhkan mengenai papan, yakni tempat berteduh atau hunian, maka itu mulailah disiplin dalam mengelola keuangan,” kata Ekonom yang juga pendiri perusahaan bidang investasi, PT LBP Enterprises Internasional, Lucky Bayu Purnomo di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Lucky mengatakan, sebenarnya keinginan milenial untuk memiliki rumah belum tentu sejalan dengan kemampuan keuangannya, hal itu disebabkan kenaikan harga yang lebih cepat dibandingkan pendapatannya.

Oleh sebab itu, milenial harus pandai-pandai mengelola keuangan.

“Bedakan kebutuhan dan keinginan. Anggarkan 40 persen dari gaji untuk menabung, 30 persen asuransi, dan sisanya investasi, memang agak berat,” kata Lucky.

Nantinya, lanjut dia, hasil tabungan dan investasi itu bisa dikolaborasikan untuk pembayaran uang muka, cari yang paling terjangkau karena itu menjadi salah satu kuncinya.

Tahap berikutnya, ia menambahkan, sesuaikan kemampuan untuk mencicil. Paling tidak, sekitar 30 persen dari gaji bulanan. Bila gaji sekitar Rp7 juta per bulan, maka sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta untuk membayar cicilan.

“Artinya, hunian yang dimaksud berada di sekitaran wilayah Jabodetabek atau di pinggir kota. Target itu harus dikelola dan penuh dengan kedisiplinan,” paparnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggodok penyediaan hunian bagi generasi milenial atau generasi Y (yang lahir pada 1980-1990, atau pada awal 2000).

“Ini akan digodok. Tapi ASN (perumahan untuk aparatur sipil negara) dulu, baru setelah itu kami godok yang milenial,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Khalawi menyebukan mengingat jumlah milenial yang besar yakni mencapai 80 juta orang di Indonesia, maka diakuinya kebutuhan perumahan untuk generasi tersebut sangat mendesak.

“Makanya kami sedang paralel bicarakan dengan teman-teman dan juga asosiasi untuk mencari konsep yang bagus untuk memfasilitasi milenial ini,” ujarnya. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

HIBURAN

Snow Park, Sajian Baru dari Jakarta Fair 2019

Published

on

Selain menampilkan pameran multiproduk, acara tahunan ini diharapkan bisa jadi tujuan utama wisata selama Ramadhan dan musim libur lebaran.

Apakabarnews.com, Jakarta – Pameran Jakarta Fair Kemayoran 2019 menghadirkan snow park sebagai sajian baru pada penyelenggaraan ke-52 yang diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk pengunjung dari berbagai penjuru.

“Snow park ini adalah area bermain dengan konsep rumah es dan salju,” kata Ralph Scheunemann, Marketing Director PT JIExpo, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Area baru itu bisa dinikmati di Gambir Expo, di mana tempat itu juga disulap jadi area taman bermain yang penuh dengan hiasan lampu lampion.

Di sekitar kawasan Gambir Expo juga terdapat panggung pertunjukan kesenian dan musik yang bakal memeriahkan gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2019.

Tak hanya itu, ada juga kontes Miss Jakarta Fair, kontes Cosplay, barongsai night hingga pesta kembang api. Ada pula kabaret, wahana permainan untuk anak, bazar makanan dan berbagai stand.

Selain menampilkan pameran multiproduk, acara tahunan ini diharapkan bisa jadi tujuan utama wisata selama Ramadhan dan musim libur lebaran.

Selama Ramadhan, penyelenggara pameran menyediakan takjil gratis untuk para pengunjung jelang waktu berbuka puasa di panggung utama. Panitia juga menyiapkan mushola yang tersebar di berbagai titik.

Panitia juga menyiapkan ratusan toilet dan urinoir di setiap sudut untuk kenyamanan pengunjung.

Pada hari Lebaran tanggal 5 Juni 2019, Jakarta Fair 2019 tetap dibuka untuk umum mulai pukul 14.00 hingga 23.00 WIB.

Harga tiket masuk ke Jakarta Fair Kemayoran 2019 berkisar antara Rp25.000 – Rp40.000. (nan)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HIBURAN

Tiket Konser Backstreet Boys Mulai Dijual 10 Mei, Ini Harganya

Published

on

Backstreet Boys atau disingkat BSB, adalah salah satu grup vokal yang berasal dari Orlando, Florida, Amerika Serikat.

Apakabarnews.com, Jakarta – Backstreet Boys (BSB) akan menggelar konser DNA World Tour di JIExpo, Kemayoran, Jakarta pada 26 Oktober dan tiketnya mulai dijual pada 10 Mei.

Harga tiket konser yang dipromotori oleh Third Eye Management dan PK Entertainment itu dibagi menjadi lima kelas, yakni Blue (seated) Rp950.000, Festival Rp1.650.000, Yellow (seated) Rp2.500.000, vvip (seated) Rp3.500.000 dan fanzone Rp3.500.000.

Tiket bisa dipesan lebih awal melalui situs resmi BSB, www.backstreetboys.com pada 9 Mei, mulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada 10 Mei, kata CEO Third Eye Management (TEM) Samantha Tzovolos.

Ia pun menyarankan kepada para penggemar boyband asal Orlando Florida itu untuk membeli tiket lebih awal.

“Sedangkan penjualan untuk tiket umum akan dimulai pada 10 Mei 2019 mulai pukul 10.30 WIB di situs Traveloka,” ujar Samantha dalam acara jumpa pers di Grand Indonesia, Rabu (8/5/2019).

DNA World Tour digelar mengikuti rilis album terbaru yang ke-10 dari BSB yaitu “DNA”, menampilkan lagu-lagu yang ditulis oleh Lauv (Charli XCX), Andy Gramer, Stuart Chrictone (DNCE) dan Mike Sabbath.

“BSB merupakan boyband terpopuler di dunia yang berhasil menjual 100 juta keping. Pada awal tahun album “DNA” sukses merajai tangga album No. 1 di billboard,” kata Marketing Director of PK Entertainment, Harry Sudarma di lokasi yang sama. (cha)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HIBURAN

Ada Pameran Baru, Ini Lima Spot Foto “Instagramable” di Museum MACAN

Published

on

Pameran itu merupakan hasil telaah perkembangan seni kontemporer Indonesia di masa menjelang dan setelah Reformasi 1998.

Apakabarnews.com, Jakarta – Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) menghadirkan pameran baru yaitu “Dunia Dalam Berita”, yang berisi hasil karya 10 perupa kenamaan Indonesia.

Pameran itu merupakan hasil telaah perkembangan seni kontemporer Indonesia di masa menjelang dan setelah Reformasi 1998.

“Hampir seluruh karya-karyanya pun asli yang dulu dibuat pada awal tahun 90-an,” kata kepala kurator Museum MACAN Asep Topan, di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Sepuluh perupa kontemporer kenamaan Indonesia yang memamerkan karyanya lewat “Dunia Dalam Berita” di museum yang terletak di AKR Tower, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu yakni Mella Jaarsma, I GAK Murniasih, I Nyoman Masriadi, FX Harsono, Tisna Sanjaya, Agus Suwage, Heri Dono, Krisna Murti, S. Teddy D., dan Taring Padi.

Selain memberikan banyak pengetahuan untuk pengunjung yang dikemas secara menarik, pameran “Dunia Dalam Berita” juga menyuguhkan spot “warna-warni” yang apik untuk diabadikan.

Berikut beberapa spot di Museum MACAN yang “Instagramable” atau menarik untuk difoto dan diunggah ke Instagram.

1. Makanan Tidak Mengenal Ras (1999) karya Krisna Murti

Jajaran kloset dan lampu LED bernuansa merah jambu ini terlihat sangat unik dan nyentrik. Awalnya dibuat tahun 1999, namun direproduksi untuk dipamerkan di Museum MACAN.

Jika dilihat ke dalam toilet, tampak 12 gambar jenis makanan Indonesia yang beragam, sebagai hasil dari pertukaran budaya antara komunitas Jawa, Eropa, Tiongkok, India, dan Timur Tengah.

2. Tak Kutuk Dadi Watu (1999) karya S. Teddy D

Instalasi ini berupa jajaran 14 pahatan batu berbentuk televisi berukuran 33x37x41 senti meter di atas pasir. Terlihat klasik, simpel, namun tetap menarik.

3. Zona Ritsleting (2009) karya Mella Jaarsma

Karya ini berupa kain dengan banyak ritsleting dan menempel di tembok berukuran besar.

Uniknya, pengunjung bisa mengeksplor karya ini dengan membuka ritsleting-ritsleting tersebut dan mencari foto-foto yang disembunyikan di dalamnya.

4. Jajaran Lukisan koleksi Museum MACAN

Terdapat juga jajaran lukisan-lukisan dengan gambar dan warna yang unik, menambah nilai estetika untuk fotografi.

5. Tanah dan Petani Merdeka Menghidupi Semua (2003) dan Buruh Bersatu (2003) karya Taring Padi

Dua karya ini dijajarkan bersampingan dan terlihat seperti lukisan di atas kain biasa, tapi Taring Padi menciptakannya dari pahat kayu berbentuk setempel, kemudian diberi tinta dan di cap di atas kain.

Selain lima spot itu, masih banyak lokasi lain di Museum MACAN yang bagus untuk difoto.

“Dunia Dalam Berita” dibuka untuk umum mulai 1 Mei hingga 21 Juli 2019. Harga tiket masuk untuk umum sebesar Rp100 ribu, Rp90 ribu untuk pelajar/mahasiswa/lansia, Rp80 ribu untuk anak umur 3-12 tahun, dan gratis untuk anak di bawah 3 tahun. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending