Connect with us

DEPOK

Pemkot Depok Bangun Perlintasan MRT

Published

on

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana.

Apakabarnews.com, Depok – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat akan membangun perlintasan Mass Rapid Transit (MRT) dari Stasiun Pondok Cina, Jalan Margonda ke Harjamukti yang sudah ada pada Rencana Induk Tata Transportasi (RITJ) pada 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana di Depok, Rabu (13/3/2019) mengatakan hal ini masih dalam pengkajian dan proses pendanaan sebesar Rp600.a

Dananya nanti berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Perhubungan. Sedangkan anggaran yang paling besar berasal dari pihak swasta.

“Rencana feasibility study’ (uji kelayakan) sudah disusun oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk perlintasan transportasi MRT Pondok Cina-Harjamukti, Kecamatan Cimanggis,” katanya.

Dengan adanya MRT tentunya dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Itu dapat terlihat dari simulasi perkiraan jarak dari Stasiun Pondok Cina menuju Sudirman bisa mencapai 45 menit.

Namun dengan adanya MRT tentu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit perjalanan. Sehingga waktu tempuh dapat lebih pendek.

“Itu tentu dapat menyongkat waktu tempuh pengguna jasa layanan MRT bila hendak bepergian,” katanya.

Selain itu, dengan adanya MRT tentu memberikan keuntungan lain dimana terhindar dari kemacetan yang biasa terjadi pada ruas jalan dari Jakarta menuju Kota Depok.

Dadang juga menambahkan pembangunan tersebut tentunya akan melibatkan swasta sebagai pihak ketiga.

“Nantinya itu bila sudah dibangun juga akan nyambung dengan yang di Jakarta, jadi secara kebutuhan masyarakat akan menjadi lebih terjamin,” katanya.

Selain itu, dengan adanya MRT tentunya juga sebagai salah satu cara agar masyarakat Kota Depok Bagian Timur dapat menyingkat waktu ke Barat. Itu berlaku untuk sebaliknya. (may)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DEPOK

Kejari Depok Musnahkan 10 Senjata Api

Published

on

Pemusnahan senjata api ini dilakukan dengan cara dipotong beberapa bagian dengan menggunakan mesin gerinda.

Apakabarnews.com, Depok – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok Jawa Barat melakukan pemusnahan barang bukti 10 senjata api hasil kejahatan yang sudah mempunyai putusan hukum tetap (inkrah).

“Selain senjata api, barang bukti yang dimusnahkan adalah sabu-sabu, ganja, senjata tajam dan lainnya,” kata Kepala Kejari Kota Depok Sufari di Depok, Selasa (2/4/2019).

Hadir dalam acara pemusnahan barang bukti di halaman kantor Kejari Depok tersebut Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Kepala BNN Depok M. Rusli, dan unsur lainnya.

Pemusnahan senjata api ini dilakukan dengan cara dipotong beberapa bagian dengan menggunakan mesin gerinda.

Sufari juga menjelaskan barang bukti lainnya berupa senjata tajam yang dimusnahkan merupakan yang digunakan Genk Jepang yang sempat heboh di masyarakat Depok dengan aksi kriminalnya.

“Kami juga memutuskan untuk memusnahkan uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu,” jelasnya.

Ia mengatakan, tahap eksekusi merupakan tahap terpenting dalam suatu penanganan perkara karena kalau sudah dieksekusi itu sudah tuntas penanganan perkaranya, baik eksekusi pidana orangnya maupun barang buktinya.

Dikatakannya, jumlah barang bukti tersebut tidak terlalu banyak karena sebelumnya juga barang bukti sudah dimusnahkan di kepolisian ataupun di Badan Narkotika Nasional (BNN), terutama narkoba.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna memberikan apresiasi kepada Kejari yang telah tuntas melakukan penanganan perkara.

“Kami tentunya memberikan apresiasi terhadap kinerja aparat penegak hukum ini,” ujarnya. (fer)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DEPOK

BPTJ-Dishub Depok Berencana Terapkan Ganjil Genap

Published

on

Penerapan ganjil-genap tersebut juga sudah sesuai dasar hukum untuk penerapan pembatasan kendaraan pribadi, yakni Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dalam pasal 133.

Apakabarnews.com, Depok – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Jawa Barat akan memberlakukan aturan ganjil-genap (Ga-Ge) di Jalan Margonda setelah 17 April 2019.

“Pemberlakuan itu sudah melalui koordinasi bersama Dishub Depok dan nantinya akan diberlakukan setelah 17 April 2019 dengan tujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang saat ini sering terjadi di daerah tersebut,” kata Direktur Prasarana BPTJ Kementerian Perhubungan, Wisnu Heru Baworo di Cimanggis, Depok, Kamis (14/3/2019).

Menurut Wisnu pada penerapan ganjil-genap tersebut juga sudah sesuai dasar hukum untuk penerapan pembatasan kendaraan pribadi, yakni Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dalam pasal 133.

Selain itu dengan adanya penerapan tersebut, kata dia, tentunya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang lalu lintas.

Dengan adanya perkembangan dan tingkat mobilitas yang tinggi pada ruas jalan tersebut, kata dia,. saat ini sudah seringkali terjadi penumpukan kendaraan dan kemungkinan pemberlakuan ganjil genap tidak hanya saat akhir pekan semata.

Sementara itu, pengamat perkotaan dan transportasi, Yayat Supriatna mengatakan dalam perkembangannya Kota Depok seharusnya memiliki banyak alternatif dalam menunjang transportasi yang memadai bagi kelancaran mobilitas masyarakatnya.

“Ini dikarenakan Kota Depok merupakan daerah penyangga Jakarta dengan intensitas penduduknya bermata pencaharian di Ibu Kota Jakarta,” katanya.

Namun, kata dia, hal itu belum terlaksana dengan baik, sehingga sering kali terdapat penumpukan pada beberapa ruas jalan seperti Jalan Margonda, Jalan Dewi Sartika, dan jalan lainnya.

“Harusnya pemerintah daerah membuat cara agar masyarakatnya dapat terkondisikan dengan memilih angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi,” katanya. (may)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DEPOK

Pemkot Depok Imbau Masyarakat Ganti Kantong Plastik

Published

on

Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Apakabarnews.com, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mengimbau masyarakat setempat untuk mengganti kantong plastik dengan kantong lain yang ramah lingkungan bila hendak berbelanja di pasar tradisional maupun modern.

“Selama ini penggunaan kantong plastik cukup merugikan dan sampahnya tidak dapat atau sulit terurai oleh mikroba tanah,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Kantor Pemkot Depok, Selasa (5/3/2019).

Karena itu, menurut dia, masyarakat perlu mulai mengganti kantong berbahan dasar plastik dengan tas anyaman dan tote bag. Selain itu, tas tersebut juga lebih efisien, karena ramah lingkungan dan bisa digunakan berkali-kali.

Saat ini sampah kantong plastik sudah mencapai kurang lebih 100 ton dalam kurun waktu satu hari. “Belum lagi sampah plastik (kresek) yang sudah berusia lebih dari lima tahun tidak kunjung hancur,” katanya.

Ia mengatakan, Pemkot Depok sedang membahas rencana untuk menerbitkan peraturan wali kota (Perwali) tentang larangan penggunaan kantong plastik.

Saat ini penggunaan kantong plastik terus diawasi dengan cara mendata melalui pengusaha ritel untuk wajib lapor setiap minggu. Kemudian dari data tersebut akan dilakukan penghitungan global guna mengetahui besaran penggunaan kantong plastik.

“Ini hanya bersifat sementara, dikarenakan aturan baku belum ada, jadi cara atau kontrolnya melalui pendataan itu,” katanya.

Idris menjelaskan dalam pelaksanaannya, masyarakat diminta untuk ikut membantu agar masalah sampah kantong plastik mampu teratasi dengan baik.

“Sudah dilakukan deklarasi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, yang dihadiri oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan ritel modern. Mereka diminta untuk menyiapkan tas alternatif,” katanya. (may)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending