Connect with us

KULINER

Earl Grey Macchiato, Alternatif Minuman Teh di Tempat Ngopi

Published

on

Teh Earl Grey Macchiato yang awalnya populer di Inggris ini ditambahkan dengan krim susu dan madu di bagian atasnya.

Apakabarnews.com, Jakarta – Teh bisa jadi pilihan untuk menikmati waktu di kedai kopi, baik bagi Anda yang tidak terlalu menyukai minuman hitam itu atau jika asupan kafein sudah terlalu banyak.

Salah satu yang ditawarkan oleh Djournal Coffee, Grand Indonesia, adalah Earl Grey Macchiato yang menyegarkan.

Teh yang awalnya populer di Inggris ini ditambahkan dengan krim susu dan madu di bagian atasnya.

Cara yang paling tepat untuk menikmatinya adalah menyeruput minuman tersebut tanpa mengaduknya terlebih dahulu.

Hasilnya, paduan manis madu dan pahit teh yang terasa nikmat.

Penyuka manis dapat memilih menu lain, seperti minuman rasa mangga Mangolicious atau Nutella Blast dengan rasa kacang hazelnut yang menonjol.

Jika perut masih keroncongan, cicipi menu andalan Egg Benedict Batavia.

Hidangan sarapan dari AS ini biasanya dipadukan dengan muffin Inggris, tapi pada menu ini, bagian bawah telur disokong oleh hash brown alias kentang cincang yang digoreng.

Renyahnya hash brown berpadu harmonis dengan telur rebus setengah matang yang bagian kuningnya langsung leleh ketika disendok.

Tambahan nama Batavia dalam menu itu merujuk pada sedikit taburan cabe hijau di Saus Hollandaise, memberikan sedikit rasa pedas seperti makanan-makanan di ibu kota.

Nuranti dari Marketing dan Promosi Djournal Coffee mengatakan per 10 April ada promosi untuk tamu yang datang membawa sendiri tumbler saat memesan minuman.

“Promo bring your own tumbler, diskon 20 persen untuk tumbler Djournal, 10 persen untuk tumbler lainnya,” ujar Ranti ditemui di Grand Indonesia, Selasa (9/4/2019).

Tak hanya itu, gerakan ramah lingkungan juga diterapkan dengan menyediakan tempat sampah khusus untuk gelas-gelas plastik dari kafe tersebut. Sampah itu nantinya akan didaur ulang untuk dijadikan pipa bangunan. (nan)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KULINER

Masih Terjadi Salah Kaprah soal Pemotongan Tumpeng

Published

on

Tumpeng, merupakan simbol atau lambang permohonan makhluk hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dapat juga diartikan dengan simbol hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya.

Apakabarnews.com, Jakarta – Presiden dari Indonesia Gastronomy Association (IGA) Ria Musiawan mengatakan saat ini masih terjadi salah kaprah mengenai tumpeng terutama pemotongan puncak tumpeng.

“Kebiasaan memotong tumpeng harus diperbaiki, karena berpotensi merusak nilai filosofis dalam tradisi tumpengan,” ujar Iga di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Tumpeng, kata dia, merupakan simbol atau lambang permohonan makhluk hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dapat juga diartikan dengan simbol hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya.

Dengan memotong tumpeng dapat diartikan memotong hubungan tersebut. Jadi seharusnya, tumpeng tersebut tidak dipotong akan tetapi dikeruk, ujarnya.

Filosofi dan falsafah tumpeng adalah lambang gunungan yang bersifat awal dan akhir. Tumpeng juga mencerminkan manifestasi simbol sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan, katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa tumpeng yang menjulang ke atas itu menggambarkan tangan manusia merapat dan menyatu menyembah Tuhan. Tumpeng juga menyimpan harapan agar kesejahteraan maupun kesuksesan semakin meningkat.

“Jadi kalau dipotong, maka seolah-olah itu memotong hubungan kita dengan Tuhan, karena puncak tumpeng itu melambangkan tempat bersemayam Sang Pencipta,” kata dia lagi.

Pengerukan tumpeng, urainya, hanya boleh dikeruk sisi samping dari bawah, kemudian orang yang mengeruk tersebut mengucapkan doa dalam hati.

Pada zaman dahulu, para tokoh yang memimpin doa akan menjelaskan dulu makna tumpeng sebelum disantap, ujarnya.

Bagi para gastronom, makanan yang disajikan merupakan hasil dari adaptasi manusia terhadap lingkungan, agama, adat, kebiasaan, dan tingkat pendidikan. (dri)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KULINER

Mencicipi Butterbeer di Kafe Ala Harry Potter

Published

on

Saat diseruput, rasa manis-gurih dan soda dalam segelas Butterbeer dingin mendominasi lidah. Jangan lupa siapkan tisu untuk menyeka krim kocok yang menempel di bibir.

Apakabarnews.com, Jakarta – Butterbeer, minuman para penyihir di dunia buatan novelist J.K. Rowling itu kini ada di dalam buku menu sebuah kafe bernuansa Harry Potter yang berlokasi di Pluit, Jakarta Utara.

Disajikan dalam sebuah mug gelas kaca berukuran cukup besar tampilan Butterbeer memikat mata, terlebih bagi mereka yang memang doyan “mengkonsumsi” novel maupun film Harry Potter.

Dalam segelas Butterbeer terdapat krim kocok yang cukup tebal lebih tebal dari berbagai mibuman berbahan kopi yang biasa dijumpai di bagian atas, kemudian minuman warna kuning dengan bulir-bulir soda nampak pada bagian bawah.

Saat diseruput, rasa manis-gurih dan soda dalam segelas Butterbeer dingin mendominasi lidah. Jangan lupa siapkan tisu untuk menyeka krim kocok yang menempel di bibir.

Tak cukup satu tegukan, tegukan kedua dan ketiga akan meyakinkan Butterbeer ini memiliki cita rasa unik manis dan gurih yang seimbang sekaligus membawa berimajinasi seakan berada di kedai Three Broomsticks di Diagon Alley.

Butterbeer adalah menu andalan di kafe yang telah beroperasi sejak Juli 2018 itu

“Yang favorit Butterbeer, itu tidak ada alkoholnya. Itu rasanya mentega. Kata orang rasanya mirip dengan Butterbeer yang ada di Universal Studio,” ujar Manager Take A Bite, Hendy Wijaya, kepada Antara.

Tak hanya Butterbeer, kafe Take A Bite juga menyajikan menu-menu dengan nama unik khas sekolah sihir Hogwarts, diantaranya Polyjuice Potion, Mad-eye Potion, Amortentia dan Cacarto Elixr.

Selain minuman, ada pula makanan bertema Hogwarts, seperti Buckbeak Burger, The Great Lake’s Salmon, Hagrid’s Chicken Leg dan The Leaky Cauldron’s Fish and Chips.

Untuk harga, minuman khas Harry Potter disuguhkan dengan harga mulai Rp25.000 hingga Rp35.000, sementara makanan disajikan dengan harga mulai dari Rp60.000 hingga Rp118.000.

Nuansa Harry Potter

Suasana dunia sihir Harry Potter telah terasa, bahkan sebelum masuk. Take A Bite berada di dalam sebuah bangunan dengan eksterior mirip batu berwarna abu mirip kastil yang nampaknya didesain menyerupai Hogwarts.

Saat membuka pintu kafe Anda akan dibawa menuju dunia sihir Harry Potter. Namun, Anda harus menaiki kereta Hogwarts Express terlebih dahulu dengan melewati peron 9 3/4.

Sebab, terdapat troli milik Harry Potter lengkap dengan koper dan boneka burung hantu mirip Hedwig di dalam sangkar, di salah satu sudut kafe. Spot ini seringkali dijadikan spot foto untuk diunggah di media sosial.

Tidak hanya peron 9 3/4, masih banyak spot foto lainnya di tempat ini. Tempat kasir misalnya, disulap menyerupai bagian depan toko-toko yang ada di Eropa zaman dulu, yang membawa penggemar Harry Potter serasa berbelanja di Diagon Alley.

Ada pula kursi kursi-kursi rotan yang ditata layaknya di kastil Hogwarts. Selain itu, ornamen khas Harry Potter, seperti surat kabar Daily Prophet dengan foto dan tulisan “Sirius Black Sighted” juga dapat menambah feed di Instagram.

“Kafe ini memang terinspirasi dari Harry Potter, dan memang sengaja dibuat karena banyak yang suka dengan Harry Potter. Untuk dekorasi, kami semuanya buat sendiri,” ujar Hendy.

“Saat ini belum ada rencanya untuk membuka cabang, tapi tidak menutup kemungkinan nantinya,” tambah dia. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DESTINASI

Arborea Cafe Sensasi “Ngopi” di Hutan Megalopolitan

Published

on

Arborea berlokasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menikmati kopi di sebuah kafe di pusat perbelanjaan Jakarta adalah hal biasa. Tapi, bagaimana jika menyuruput kopi sembari merasakan udara hutan kota ala Megalopolitan Jakarta?

Sensasi “ngopi” di hutan yang berlokasi persis di jantung Ibukota itu yang menjadi penawaran khas Arborea Cafe, pada Kamis (14/3/2019).

Arborea berlokasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Penempatan kafe yang berada di sela-sela pepohonan rindang seakan menjadi tantangan bagi pengunjung untuk menemukannya di halaman KLHK. Tantangan itu semakin meningkat karena desain bangunan kafe yang didominasi bahan kayu.

“Desainnya lucu, minimalis, dan ‘instagramable’ banget. Bagus buat nongkrong dan foto-foto bareng temen-temen,” ujar salah satu pengunjung Arborea Cafe, Stefani Kristin (25).

Kafe yang diresmikan pada Agustus 2018 oleh Menteri LHK Siti Nurbaya itu memiliki tiga lantai. Pelataran luas untuk menampung pertunjunkan musik secara langsung setiap Jumat sore berada pada lantai pertama.

Di Lantai kedua, tempat makan yang dilengkapi pendingin ruangan serta jendela merupakan ruang utama Arborea. Pada lantai atas, Arborea menyediakan ruang terbuka yang cocok menjadi titk pengambilan foto sambil menikmati kopi dengan latar gedung-gedung Jakarta di balik pepohonan.

Pengunjung lain Alif Ramadan (26) mengaku menikmati pemandangan yang dilihatnya sambil sesekali mengabadikan pemandangan itu lewat ponsel pintarnya.

“Saya paling suka ‘rooftop’ di lantai tiga. Menikmati pemandangan sambil minum kopi atau mengambil foto. Saya juga terkadang menyelesaikan pekerjaan di sini,” ujar Alif.

Namun, Arborea bukan hanya menawarkan keunikan lokasi dan desain bangunan. Kafe yang buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB itu pun menyuguhkan aneka jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemilik kafe juga menggunakan peralatan yang ramah lingkungan lho, seperti sedotan kertas.

Kamu tertarik mencobanya? Harga minuman yang ditawarkan sekira Rp15 ribu hingga Rp35 ribu. Sedangkan untuk kudapan, Arborea mematok harga Rp25 ribu hingga Rp47 ribu. (arn)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending