Connect with us

POLITIK

KPU RI Ingatkan “Influencer” Medsos Hormati Masa Tenang

Published

on

Komisioner KPU RI, Viryan Azis.

Apakabarnews.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum RI mengingatkan pengguna media sosial yang kerap disebut sebagai “influencer” untuk menghormati masa tenang pemilu dengan tidak mengunggah pernyataan atau foto yang berisi informasi tentang peserta pemilu.

“Sekarang masa tenang, masyarakat kita ajak saatnya merenung kira-kira nanti memilih siapa. Sudah cukup memberikan informasi atau melakukan kegiatan kampanye,” kata Komisioner KPU RI Viryan Azis di Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (14/4/2019).

Pernyataan Viryan menyikapi adanya beberapa pengguna media sosial, yang memiliki banyak pengikut, yang memberikan informasi atau referensi kepada masyarakat dalam memilih peserta pemilu melalui akun medsosnya.

Viryan mengatakan masyarakat sudah cukup mendapatkan informasi tentang peserta pemilu karena masa kampanye sudah diberlakukan dengan sangat panjang.

“Jadi silakan saling menghormati, renungi. Kemarin kan banyak informasi macam-macam, sebagiannya hoaks, nah yang hoaks ini jangan terpengaruh,” kata Viryan.

Dia menekankan seluruh pihak dapat melaporkan ke Bawaslu jika mendapati kegiatan seperti kampanye pada masa tenang.

Nantinya Bawaslu akan menilai apakah kegiatan yang dilaporkan itu termasuk dalam pelanggaran atau tidak.

​​​​​​”Bawaslu akan menilai, karena konteksnya bisa bermacam-macam,” kata Viryan. (ran)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Wali Kota Sukabumi Imbau Masyarakat Tidak Bereuforia Berlebihan

Published

on

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Apakabarnews.com, Sukabumi – Wali Kota Sukabumi Jawa Barat, Achmad Fahmi mengimbau kepada warga Kota Sukabumi, Jawa Barat yang sudah menyalurkan hak pilihnya dan hasil perhitungan suara selesai agar tidak bereuforia berlebihan yang bisa mengundang gangguan keamanan.

“Tidak perlu bereuforia usai pencoblosan tunggu saja hasil penetapan oleh Komisi Pemilhan Umum (KPU) dan harus menerima seluruh hasil dari pemilu ini,” katanya usai melakukan pemantauan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Sukabumi, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, dari hasil pemantauan ini seluruhnya berjalan lancar dan warga pun beraktivitas secara normal. Namun yang diapresiasi pihaknya adalah antusias masyarakat yang datang ke TPS sejak pagi hari bahkan sekitar puku 10.00 WIB beberapa TPS 80 persen warga yang sudah mempunyai hak pilih menyalurkan suaranya.

Pesta demokrasi harus dilaksanakan penuh dengan kegembiraan, menang dan kalah adalah hal yang biasa. Jangan sampai akibat perbedaan tali silaturahmi terputus apalagi sampai menimbulkan perkelahian.

Selain itu, warga tidak perlu ada selebrasi dan alangkah baiknya menunggu hasil perhitungan suara atau bisa melakukan aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat. Ini bertujuan agar tidak ada gesekan di masyarakat dan kondisi kota tetap kondusif.

“Baik tim sukses capres dan caleg maupun calon legislatif dan semuanya harus tenang karena kita masih menunggu hasil rekapitulasi yang berlangsung di tingkat TPS,” tambahnya.

Di sisi lain, Fahmi mengatakan melihat dari antusias warga Kota Sukabumi untuk datang ke TPS ini membuktikan masyarakat sudah semakin peduli dengan suaranya karena setiap satu suara akan menentukan nasib bangsa untuk lima tahun ke depan. (aar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Prabowo Terima Purnawirawan Laporkan Hasil Pemilu

Published

on

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menerima perwakilan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), di kediamannya di Jalan Kertanegara 4, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menerima kunjungan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), yang melaporkan perkembangan hasil pemilu di berbagai daerah.

“PPIR berasal dari semua angkatan dan dari banyak daerah untuk menyampaikan perkembangan hasil pemilu di banyak daerah,” kata Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

BACA JUGA : Prabowo-Sandi Unggul di Kampung Akuarium

Dia menjelaskan Prabowo membentuk tim khusus yang anggotanya adalah para purnawirawan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk pemenangan Prabowo-Sandi dalam pilpres 2019.

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut, Prabowo akan menyampaikan pesan agar para purnawirawan di daerah yang mendukung Prabowo-Sandi ikut menenangkan masyarakat karena ada keresahan dan kemarahan melihat hasil hitung cepat lembaga survei.

“Karena itu Prabowo ingin menyampaikan pesan agar ikut menenangkan para pendukung purnawirawan agar tetap tenang dan menjaga perdamaian,” ujarnya.

Dahnil mengatakan Prabowo meminta para pendukungnya menunggu hasil real count KPU, dan saat ini hasil “real count” internal menunjukkan perolehan suara Prabowo-Sandi mencapai 62 persen. (mam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

KPU Yogyakarta Catat Banyak Pemilih A5 Sleman “Lari” ke Yogyakarta

Published

on

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Siti Nurhayati.

Apakabarnews.com, Yogyakarta – Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta mencatat banyak pemilih dengan membawa formulir A5 dari Kabupaten Sleman yang “lari” ke daerah perbatasan di Kota Yogyakarta untuk mengadu dan berharap bisa menggunakan hak suara mereka pada Pemilu 2019.

“Hal tersebut disebabkan, surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Sleman dinyatakan habis oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat. Mereka pun mendatangi beberapa TPS yang berada di daerah perbatasan Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Siti Nurhayati di Yogyakarta.

Menurut Siti, kondisi tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB sehingga suasana beberapa TPS di wilayah perbatasan terutama TPS yang berada di tepi jalan menjadi sedikit memanas, namun bisa segera diatasi dengan baik.

Siti menyebut, pemilih dari luar daerah yang sudah mengurus A5 di daerah tempatnya terdaftar sebagai pemilih tetap tetapi belum sempat melapor ke KPU Kota Yogyakarta dapat menggunakan formulir tersebut di TPS terdekat asalkan surat suara di TPS tersebut masih tersedia.

“Kejadian kemarin, Rabu (17/4), ada pemilih A5 yang sudah ditempatkan di Mlati, Sleman tetapi kemudian mengadu ke Kota Yogyakarta karena TPS tempatnya memilih sudah tidak memiliki kecukupan surat suara. Idealnya, pemilih A5 memang harus menggunakan hak pilihnya di TPS tempatnya terdaftar,” katanya.

KPU Kota Yogyakarta, lanjut Siti, sudah menginstruksikan seluruh petugas KPPS atau penyelenggara pemilu di wilayah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemilih, termasuk pemilih tambahan maupun pemilih dalam daftar pemilih khusus (DPK).

Total jumlah pemilih dengan formulir A5 di Kota Yogyakarta pada Pemilu 2019 mencapai sebanyak 10.411 orang.

Akibat tingginya antusiasme warga luar daerah yang ingin menggunakan hak pilihnya di Kota Yogyakarta dengan memanfaatkan formulir A5, menyebabkan beberapa KPPS memutuskan untuk memberikan layanan terhadap pemilih tambahan mulai pukul 12.00 WIB.

“Hal itu bukan disebabkan petugas ingin menghalang-halangi pemilih menggunakan hak suaranya, tetapi karena ada beban moril KPPS yang khawatir surat suara tidak cukup, padahal masih ada pemilih dalam daftar pemilih tetap yang notabene adalah penduduk setempat yang belum menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Siti menyebut, KPU Kota Yogyakarta akan langsung turun tangan jika menerima laporan terkait pemilih dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) yang baru boleh memilih pada pukul 12.00 ke atas. “Kami akan langsung minta KPPS memberikan layanan ke pemilih tambahan jika mereka sudah terdata dalam DPTb di TPS tersebut,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU DIY Wawan Budianto mengatakan, penyelenggara pemilu berupaya memberikan layanan semaksimal mungkin untuk pemilih dengan formulir A5. Di DIY, konsentrasi pemilih dengan A5 tersebar di tiga wilayah yaitu Kabupaten Sleman dan Bantul serta Kota Yogyakarta. Total jumlah pemilih A5 mencapai sekitar 50.000 orang.

“Sepanjang pemilih membawa A5 dan surat suara di TPS tercukupi, maka mereka harus dilayani untuk menggunakan hak suaranya,” katanya.

Ia pun mencontohkan, seorang pilot yang pada hari H pemungutan suara ditugaskan untuk terbang ke suatu wilayah, maka pilot tersebut bisa mengurus A5 di tempatnya terdaftar dalam DPT. “Formulir A5 tersebut kemudian di bawa ke TPS terdekat asalkan surat suaranya mencukupi. Atau TPS bisa mencari tambahan surat suara dari TPS lain terdekat,” katanya.

Sedangkan untuk pemilih yang masuk dalam daftar pemilih khusus adalah pemilih yang sama sekali belum tercatat sebagai pemilih di DPT manapun. Ia diwajibkan membawa kartu tanda penduduk elektronik dan hanya bisa menggunakan hak pilihnya di TPS yang sesuai dengan domisilinya. (ear)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending