Connect with us

BEKASI

Pengukuran Tanah Tol Japek Ditargetkan Selesai Mei

Published

on

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Nurhadi Putra.

Apakabarnews.com, Cikarang – Pengukuran tanah untuk pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II sisi selatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan selesai pada akhir Mei 2019.

“Jadi awal Juni secara paralel kami akan mengumumkan hasil pengukuran kepada warga,” kata Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Nurhadi Putra di Cikarang, Selasa (16/4/2019).

Saat ini proses pengukuran tanah sudah berjalan di delapan dari total 14 desa terdampak Tol Japek II, yaitu Desa Burangkeng, Cibening, Kertarahayu, Ciledug, Tamansari, Wibawamulya, Medalkresna, dan Desa Bojongmangu.

“Sisanya menyusul setelah delapan desa ini dan pasti kami kebut karena akhir Mei harus sudah selesai. Makanya kami turunkan dua satgas sekaligus,” katanya.

Nurhadi menjelaskan, proses pengukuran tanah dilakukan oleh empat tim Satgas A yang masing-masing tim beranggotakan tiga petugas dari BPN dan seorang dari warga setempat.

Sementara itu, Satgas B juga berjumlah empat tim yang beranggotakan empat petugas. Bedanya, petugas Satgas B merupakan gabungan dari BPN, Dinas Pertanian, Dinas PUPR Bidang Bangunan, dan seorang warga setempat.

“Jika Satgas A fokus pada pengukuran tanah, Satgas B tugasnya mengidentifikasi bidang dan investigasi status tanah warga. Jadi siapa yang berhak atas bidang tanah sesuai bukti dokumen kepemilikan tanah. Juga pendataan bangunan oleh PUPR serta pendataan tanaman dan pohon yang berada di atas tanah tersebut oleh Dinas Pertanian,” kata dia.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Bekasi, Agus Susanto menambahkan, sosialisasi yang telah dilakukan dan pengukuran yang sedang berlangsung merupakan tahapan yang harus ditempuh untuk melakukan pembebasan lahan di 14 desa terdampak rencana pembangunan Tol Japek II.

Berdasarkan data, 14 desa tersebut berada di empat kecamatan dengan estimasi 134 hektare akan dibebaskan di Kecamatan Setu, 88,82 hektare di Serang Baru, 55,69 hektare di Bojongmangu, serta 12,67 hektare di Kecamatan Cibarusah.

“Di Setu ada lima desa yakni Desa Burangkeng sebanyak 600 bidang yang akan dibebaskan, Cibening 10 bidang, Ciledug 137 bidang, Kertarahayu 144 bidang, dan Desa Tamansari 29 bidang,” katanya.

Kemudian lima desa di Kecamatan Serang Baru, masing-masing Desa Jayasampurna sebanyak 56 bidang, Nagacipta 109 bidang, Sirnajaya 42 bidang, Sukaragam 75 bidang dan Desa Sukasari 80 bidang.

“Sementara itu di Kecamatan Bojongmangu ada di Desa Bojongmangu sebanyak 164 bidang dan Desa Medalkresna 189 bidang. Terakhir Kecamatan Cibarusah juga di dua desa yakni Desa Ridomanah itu 32 bidang dan Desa Wibawa Mulya ada 49 bidang yang akan dibebaskan,” ucapnya.

Agus melanjutkan, dari total 62 kilometer panjang jalan Tol Japek II, 38 persennya atau 23,56 kilometer berada di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Kabupaten Bekasi trase jalannya terpanjang. Di Kecamatan Setu 6,72 kilometer, Serang Baru 9,72 kilometer, Bojongmangu 5,32 kilometer, dan Cibarusah 1,8 kilometer,” kata Agus.

Sesuai perencanaan, proses pembebasan lahan ditargetkan selesai pada Januari 2020. Karena ini merupakan proyek strategis nasional, pihaknya selaku pelaksana kegiatan akan melakukan percepatan setiap prosesnya.

“Kami juga butuh kerja sama warga seperti pemasangan tanda batas saat pelaksanaan pengukuran, juga mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Bagi warga yang bukti kepemilikan tanahnya terakhir sudah almarhum, segera urus warisnya,” tandas Agus.

Dibangun di Jawa Barat

Saat berkunjung ke Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu, PPK Pengadaan Tanah Kementerian PUPR, Nurbaiti mengatakan, meski bernama Jakarta-Cikampek, tol sepanjang 62 kilometer ini keseluruhannya dibangun di wilayah Jawa Barat.

Tol tersebut melintasi 37 desa dan kelurahan di lima daerah yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Karawang, dan Purwakarta dan akan terintegrasi dengan Tol Cimanggis-Cibitung yang tengah dikerjakan.

“Untuk konstruksi pertama dilakukan di Sadang Purwakarta-Karawang untuk seksi III, baru setelah itu masuk wilayah Bekasi,” katanya.

Nurbaiti melanjutkan, pemilihan Sadang sebagai titik pertama konstruksi dikarenakan lahan yang relatif lebih tersedia. Di lokasi tersebut, mayoritas lahan yang digunakan merupakan milik negara, mulai dari Perhutani hingga Jasa Marga.

“Jika prosesnya berjalan lancar, diharapkan Mei 2020 sudah bisa dinikmati masyarakat secara fungsional. Sedangkan secara keseluruhan, tol ditargetkan selesai pada 2021. Rencananya Tol Japek II ini juga akan terintegrasi dengan Tol Cikopo-Palimanan,” kata dia.

Pada akhir tahun lalu, kata Nurbaiti, melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 593/Kep.1252-Pemksm/2018, telah ditetapkan lokasi pembangunan Tol Japek II sisi selatan.

Tol ini akan memiliki tujuh gerbang, mulai dari Jati Asih dan Bantargebang Kota Bekasi, Setu dan Sukaragam di Kabupaten Bekasi, Taman Mekar dan Kutanegara Karawang, serta Sadang Purwakarta.(pra)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BEKASI

Polda Metro Gelar Pra-Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga

Published

on

Pra-Rekonstruksi akan digelar Senin sekitar pukul 13.30 WIB di Polda Metro Jaya.

Apakabarnews.com, Jakarta – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan menggelar pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap keluarga Diperum Nainggolan (38) yang dilakukan kerabatnya, Haris Simamora (23).

“Agenda pra-rekonstruksi akan digelar Senin sekitar pukul 13.30 WIB di Polda Metro Jaya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Senin (19/11/2018).

Argo mengatakan pra-rekontruksi kasus pembunuhan tersebut untuk kesiapan pelaksanaan rekonstruksi yang akan digelar pada Rabu (21/11).
Diketahui, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan, dan Arya Nainggolan ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Para korban tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018) pagi.

Berdasarkan penyidikan, polisi menangkap kerabat korban sebagai pelaku tunggal Haris Simamora saat akan melarikan diri di kaki Gunung Guntur Garut Jawa Barat pada Rabu (14/11/2018).

Pelaku menghabisi nyawa keluarga Diperum lantaran dendam dan sakit hati karena korban kerap menghina, serta mencaci. (fik)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BEKASI

KPK Panggil Pegawai Lippo Cikarang Saksi Kasus Meikarta

Published

on

KPK Panggil Divisi Master Planning Lippo Cikarang dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Divisi Master Planning Lippo Cikarang Indra Cakra dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Indra dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS).

BACA JUGA : KPK Panggil Lima Saksi Suap Meikarta

“Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap Divisi Master Planning Lippo Cikarang Indra Cakra sebagai saksi untuk tersangka BS terkait kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Dalam penyidikan kasus Meikarta tersebut, fokus utama KPK saat ini adalah rangkaian peristiwa terkait proses perizinan baik rekomendasi dari dinas-dinas yang diduga adanya indikasi “backdate” atau penanggalan mundur.

KPK juga terus menelusuri sumber uang suap terkait proyek Meikarta tersebut.

KPK pun menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan saksi dari pejabat dan pegawai di Lippo Group yang telah diperiksa dalam penyidikan kasus Meikarta itu.

KPK total telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus itu antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS), konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemaewdam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN).

Selanjutnya, Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT), Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Diduga, pemberian terkait dengan izin-izin yang sedang diurus oleh pemilik proyek seluas total 774 hektare yang dibagi ke dalam tiga fase/tahap, yaitu fase pertama 84,6 hektare, fase kedua 252,6 hektare, dan fase ketiga 101,5 hektare.

Pemberian dalam perkara ini, diduga sebagai bagian dari komitmen “fee” fase proyek pertama dan bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar, melalui sejumlah dinas, yaitu Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan DPM-PPT.

KPK menduga realisasi pemberiaan sampai saat ini adalah sekitar Rp7 miliar melalui beberapa kepala dinas, yaitu pemberian pada April, Mei, dan Juni 2018.

Adapun keterkaitan sejumlah dinas dalam proses perizinan karena proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana pembangunan apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit hingga tempat pendidikan sehingga dibutuhkan banyak perizinan, di antaranya rekomendasi penanggulangan kebakaran, amdal, banjir, tempat sampah, hingga lahan makam. (ben)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BEKASI

Polisi Temukan Mobil Korban Pembunuhan Satu Keluarga

Published

on

Mobil jenis Nissan X Trail yang hilang di rumah korban pembunuhan sekeluarga Diperum Nainggolan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Anggota gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota menemukan mobil jenis Nissan X Trail yang hilang di rumah korban pembunuhan sekeluarga Diperum Nainggolan.

“Satu mobil warna silver berplat nomor B-1075-UOQ telah ditemukan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

BACA JUGA : Polisi Periksa 12 Saksi Pembunuhan Sekeluarga

Argo mengatakan polisi menemukan mobil tersebut di garasi kontrakan kawasan Cikarang Bekasi Jawa Barat pada Rabu (14/11/2018).

Saat ini, petugas Inafis Polda Metro Jaya dan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri memeriksa kendaraan tersebut.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri satu pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.
 
Para korban tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018) pagi. (trd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending