Connect with us

MEDIA

Pusat Siaran Pers Bantu Perbanyak Link Berita Press Release untuk Dukung Praktisi PR

Published

on

Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) meluncurkan jasa publikasi untuk memperbanyak link berita siaran pers.

Apakabarnews.com, Jakarta – Salah satu faktor kesuksesan praktisi public relations (PR), baik PR agency maupun PR internal adalah keberhasilannya mempublikasikan press release (siaran pers) ke media-media yang mainstream (utama), dan memperbanyak link berita diberbagai media lainnya, meski pun bukan mainstream, karena masing-masing media punya kelebihan dan kekurangan.

Untuk mendukung praktisi PR, yang terkait dengan distribusi press release, Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) meluncurkan jasa publikasi untuk memperbanyak link berita siaran pers.

PSPI telah menggandeng puluhan perusahaan media yang dapat bekerjasama untuk mendukung kegiatan ini. Perusahaan media siber yang siap bekerja sama, terdiri dari berbagai media dengan segmentasi antara lain : Nasional, Bisnis, Politik, Entertainment, Sport dan sebagainya.

Adapun biaya yang dikenakan untuk menggunakan jasa ini relatif efisien yaitu : hanya Rp 200.000/link berita, dengan syarat minimal 10 media. Sedangkan untuk penggunaan minimal 20 media dikenakan biaya Rp150.000/link berita. Biaya tidak termasuk coordination fee sebesar Rp 1 juta.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai daftar media siber yang akan digunakan untuk saluran publikasi press release, dan mekanisme kerjasama dengan kami, dapat menghubungi Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI), kontak Banny Rachman Hp : 08111157788. (res)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BALI

Ratusan Jurnalis Bali Tolak Pemerintah Beri Remisi Pembunuh Wartawan

Published

on

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe, Agustiar Ismail (kanan), ketua advokasi AJI, Khaidir (kiri) menujukkan seruan "Cabut Remisi Pelaku Pembunuh Jurnalis" di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (24/1/2019).

Apakabarnews.com, Denpasar – Ratusan jurnalis, mahasiswa dan tokoh masyarakat melakukan aksi demonstrasi menolak keputusan remisi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada terpidana seumur hidup, I Nyoman Susrama, karena melakukan pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali, Anak Agung Ngurah Bagus Narendra Prabangsa, 11 Februari 2009.

Koordinator Solidaritas Jurnalis Bali, Nandhang R. Astika, dalam orasinya di Denpasar, Jumat siang (25/1/2019), mengatakan hari ini seluruh solidaritas jurnalis Bali melakukan aksi demonstrasi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, Denpasar dan Kantor Kakanwil Kemenkumham Bali guna menentang remisi pembunuhan terhadap jurnalis yang sangat keji ini.

“Aksi ini tidak hanya berlangsung di Bali, namun dilajukan jurnalis nasional. Karena remisi ini dinilai langkah mundur dalam kebebasan pers,” kata Ketua AJI Denpasar itu.

Ia menegaskan bahwa kasus pembunuhan wartawan ini salah satu dari sekian kasus pembunuhan wartawan yang terungkap di Indonesia. “Ini salah satu kasus yang kemunduran hukum. Khususnya mencederai kebebasan pers,” katanya.

Setelah dari Monumen Bajra Sandi, Denpasar, peserta solidaritas jurnalis Bali pun berjalan kaki sambil meneriakan yel-yel dan orasi agar remisi tersebut dicabut, massa aksi berjalan kali menuju Kantor Wilayah Hukum HAM Bali.

Para Jurnalis Bali menilai pemberian remisi yang merupakan perubahan dari hukuman penjara seumur hidup menjadi pidana sementara penjara 20 tahun itu mencederai hukum dan kebebasan pers.
Pembunuhan wartawan Radar Bali , Anak Agung Ngurah Narendra Prabangsa terjadi pada 11 Februari 2009 di Kabupaten Bangli,

Para pengunjukrasa mendesak Kepala Kanwilkumham Bali, Sutrisno, menandatangani surat pernyataan memastikan menyampaikan petisi kepada Menetri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Setelah satu jam melakukan demonstrasi, para pengunjuk rasa menutup aksi dengan berdoa bersama. Sebelumnya, Prabangsa tewas dianiaya oleh sejumlah orang atas perintah Nyoman Susrama.

Jasad korban ditemukan di perairan Padang Bai, Karangasem, setelah beberapa hari dinyatakan hilang. Penyidik Polda Bali menemukan motif pembunuhan korban terkait pemberitaan tindak pidana korupsi pembangunan sekolah yang dilakukan Susrama yang juga mantan Bupati Bangli.

Kuasa Hukum Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), I Made Suardana mengatakan telah terjadi kecacatan hukum dalam pemberian remisi terhadap Susrama tersebut. “Saya ingin kasus ini dibuka dulu pada publik, karena tidak adanya dengar pendapat, kita menganggap remisi ini terselubung yang nyaris kita tidak dapat ketahui,” katanya.

Selain itu, tindak pidana yang dilakukan Susrama dinilai berbeda dengan kasus hukum lainnya. Hal itu karena, menyangkut korban yang dibunuh merupakan jurnalis sehingga telah meruntuhkan pilar demokrasi.

Kedua, kasus ini begitu mendapatkan atensi publik. Pemerintah dinilai tidak melakukan kecermatan dalam memberikan catatan khusus terhadap Susrama sehingga remisi bisa dia dapatkan. (mad/nfy)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDIA

Rocky : “Pers Jadi Infus Penguasa!”

Published

on

ROCKY GERUNG, hmmm! Dulu, saya pasti akan marah dengan semua paparan Rocky, dalam acara 212 Award, Sabtu (5/1/19) di gedung Usmar Ismail Jakarta. Lebih dari lima menit ia melecehkan pers Indonesia. Padahal pers ikut memerdekan bangsa ini. Perjuangan pers juga begitu dahsyat ikut membentuk bangsa ini.

Tapi memang, sekarang telah terjadi pergeseran sangat dramatis. Pers tidak lagi seperti dulu. Pers tidak lagi berjuang untuk rakyat. Pers (memang tidak seluruhnya) telah menjadi corong bagi penguasa. Pers telah menjadi infus penguasa.

M. Nigara, penulis artikel.

Untuk itu, sekali ini, tidak ada kemarahan sedikit pun pada RG, begitu saya menyingkat nama Rocky. Saya justru begitu bahagia dengan seluruh paparannya. Paling tidak bukan hanya saya yang merasakan keanehan dengan pers kita. Ada orang lain sekelas RG ikut merasakannya.

Di luar sana, banyak kawan-kawan yang sejak dua atau bahkan empat tahun lalu berhenti berlangganan. Malah ada yang lebih ekstrim, mereka mengharamkan chanel tv tertentu di rumah mereka karena dinilai selalu memberitakan tentang penguasa yang tanpa cacat.

Ponggawa Media Turun Gunung

Sebelumnya saya juga sudah melakukan oto-kritik saat pers kita bungkam tentang Reuni Akbar 212 tahun lalu. Saya merasa malu karena saya adalah bagian dari pers nasional.

Tapi, saya sempat dibully oleh beberapa rekan pers itu sendiri. Saya dianggap partisan hanya karena pernah nyaleg lewat PAN 2014, dan alhamdulillah sangat dekat dengan lokomotif reformasi 1998, Prof. Amien Rais. Otokritik saya dianggap tidak murni.

Lalu, ketika Prabowo juga mengkritik pers, dengan memboikot beberapa media besar yang jelas dan terang-benderang partisan. Catatan, pemilik dan bos besar media itu adalah ketum partai, serta ada media besar yang lain, justru hanya memanfaatkan untuk mencari keuntungan finansial semata. Tapi, mereka justru menuding Prabowo telah melanggar UU Pokok Pers. Prabowo juga didemo, dituntut untuk minta maaf.

Pages: 1 2 3


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDIA

Sri Mulyani Jadi Menteri Terpegah Tahun 2018

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi menteri terpegah Tahun 2018 yang merupakan hasil riset Indonesia Indicator (I2) karena paling banyak mendapat perhatian media.

“Hal ini cukup menarik, karena dari 100 figur terbanyak diberitakan media, hanya terdapat satu persen figur yang yang berkaitan dengan ekonomi. Namun dalam sorotan media terhadap pemerintah, bidang ekonomi menjadi juaranya. Masalah ekonomi mengemuka di tahun ini sehingga Sri Mulyani tidak hanya menjadi tokoh sentral Menteri yang paling banyak dicari, namun juga pendapatnya ditunggu publik,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Sepanjang 2018, sosok Sri Mulyani diberitakan 2.300 media online di seluruh Indonesia dalam 48.365 berita.

Menurut Rustika, berbagai isu terkait kebijakan di bidang fiskal dan moneter, penghitungan keuntungan Freeport dan pertemuan IMF-World Bank merupakan salah satu menjadikan Sri Mulyani sebagai tokoh utama. “Dalam sebulan, rata-rata pemberitaan tentang Sri Mulyani mencapai 3.969 berita atau sekitar 130 berita per hari,” tuturnya.

Tahun 2017, Sri Mulyani juga dinobatkan Indonesia Indicator sebagai Tokoh Terpegah. Saat itu, jumlah berita mengenai Sri Mulyani mencapai 35.530 berita. Posisi ke-2 Menteri Terpegah 2018 ditempati Airlangga Hartarto. Menteri Perindustrian itu melesat ke posisi ke-2 dengan 38.167 berita. Padahal, pada 2017 nama Airlangga tak masuk dalam 10 besar posisi Menteri Terpegah.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menduduki posisi ke-3 Menteri Terpegah 2018 dengan 34.256 berita. Sedangkan posisi ke-4 Menteri Terpegah ditempati Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan 33.705 berita. Adapun Menkopolhukam Wiranto pada tahun ini menjadi Menteri Terpegah ke-5.

“Beberapa nama menteri yang hilang dari 10 besar Menteri Terpegah tahun lalu adalah Khofifah Indar Parawansa, Retno Marsudi, Darmin Nasution, serta Lukman Hakim Saifuddin,” kata Rustika.

Pada urutan ke-6 ditempati oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dengan 29.581 berita. Tahun lalu, nama Basuki tak masuk dalam daftar 10 besar Menteri Terpegah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tahun ini berada di posisi ke-7 dengan 27.381 berita. Sebelumnya, Arief Yahya sempat menduduki Menteri Terpegah ke-1 pada 2016 dan Menteri Terpegah ke-2 pada 2017.

Posisi Menteri Terpegah ke-8 ditempati Menpora Imam Nahrawi dengan 24.598 berita. Adapun, posisi ke-9 ditempati Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dengan 23.844 berita.

Terakhir, di posisi ke-10 tercatat nama Menko PMK Puan Maharani dengan 23.482 berita. “Dua dari 10 menteri terpegah adalah perempuan, yakni Sri Mulyani dan Puan Maharani,” kata Rustika.

10 Menteri Tervokal
Indonesia Indicator yang merupakan sebuah perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan teknologi piranti lunak Artificial Intelligence (AI) juga menyebutkan pada tahun 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani tak hanya menjadi Menteri Terpegah. Ia juga menjadi menteri yang paling banyak dikutip pernyataan atau komentarnya di media tahun ini.

Dari 48.365 berita, pernyataan Sri Mulyani dikutip media sebanyak 128.777 kutipan. Tahun lalu, peringkat pertama sebagai Menteri Tervokal ditempati Mendagri Tjahjo Kumolo. “Pernyataan Sri Mulyani paling banyak dikutip media terkait masalah kondisi perekonomian Indonesia, nilai tukar rupiah, pertemuan tahunan IMF-World Bank, target penerimaan pajak, dan sebagainya,” papar Rustika.

Sementara itu nama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada tahun ini juga berada di urutan ke-2 dalam hal jumlah pernyataan yang dikutip media, yaitu sebanyak 90.602 kutipan.
Pernyataan Budi Karya yang paling banyak dimuat media terkait pembangunan akses transportasi seperti jalan tol, juga terkait musibah jatuhnya Lion Air.

Kemudian nama menteri tervokal di urutan sesudahnya adalah Tjahjo Kumolo (88.896 pernyataan), Airlangga Hartarto (85.039 pernyataan), Wiranto (62.885 pernyataan), Arief Yahya (61.123 pernyataan), Basuki Hadimuljono (55.292 pernyataan), Lukman Hakim Saifuddin (53.423 pernyataan), Darmin Nasution (53.278 pernyataan), dan Luhut Binsar Pandjaitan (53.042 pernyataan). (sya)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending