Connect with us

HEALTH

Inspirasi Menu Sahur dan Berbuka Puasa di Pertengahan Ramadhan

Published

on

Meskipun makan sahur tidak wajib dilakukan namun hal ini sangat penting dan dianjurkan baik oleh agama maupun ilmu kesehatan karena ada begitu banyak manfaat di dalamnya.

Apakabarnews.com, Jakarta – Ingin mencoba menu berbeda saat sahur di jelang pertengahan Ramadhan? Coba simak saran berikut seperti dilansir Gulfnews :

Sahur (jumlah berbeda dari satu orang ke orang lain)

Satu cangkir susu rendah lemak ditambah dua sendok makan gandum, satu potong buah seperti pisang, segenggam campuran buah-buahan kering dan kacang-kacangan tawar.

Pilihan lainnya, roti gandum hangat, potongan keju rendah lemak atau dua butir telur dan (secangkir atau dua cangkir) sayuran, secangkir yogurt rendah lemak atau susu dan sepotong buah.

Berbuka puasa

Satu atau dua buah kurma ditambah satu cangkir air dan semangkuk sayur atau sup lentil.

Makan malam

1,5 cangkir salad ditambah setengah cangkir nasi merah atau roti gandum atau ubi jalar dan 120 gram ikan atau ayam panggang, setengah cangkir quinoa matang, 120 gram ayam panggang. Yogurt rendah lemak juga bisa ditambahkan.

Camilan

Buah adalah camilan terbaik dengan porsi yang berbeda untuk setiap orang.

Makanan manis dua hingga tiga jam setelah berbuka puasa dan secukupnya. Sebaiknya batasi konsumsi makanan manis dua kali seminggu. Puding susu manis rendah lemak dan cokelat hitam bisa menjadi pilihan. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Dokter : DBD Bisa Dicegah dengan Kesadaran Pola Hidup Bersih

Published

on

Pencegahan DBD bisa dilakukan dengan cara sederhana, melakukan 3M Plus, yakni menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa dicegah dengan membangun kesadaran diri untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Pencegahan DBD harus diawali dengan kesadaran diri warga untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk,” kata Shabrina Ghassani Roza, seorang dokter dari Enesis Group, dalam acara sosialisasi pencegahan DBD di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (18/8/2019).

Shabrina menjelaskan, pencegahan DBD bisa dilakukan dengan cara sederhana, melakukan 3M Plus, yakni menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, serta mengubur dan mendaur ulang barang tak terpakai.

Kemudian, plusnya, salah satunya adalah menggunakan lotion tolak nyamuk, atau dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, atau tidur menggunakan kelambu.

Bersamaan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia, Enesis Group yang merupakan produsen lotion penolak nyamuk, menyelenggarakan sosialisasi pencegahan DBD kepada penduduk di sekitar pabriknya di Jatinegara.

Daur ulang sampah

Pada sosialisasi itu selain edukasi mengenai DBD dan cara pencegahannya, Enesis Group juga mengadakan Workshop Daur Ulang Sampah bekerja sama dengan Bank Sampah Induk (BSI) Gesit Menteng.

“Dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Enesis Group, kita dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi suatu karya seni sehingga sampah ini tidak lagi menjadi penghambat saluran air yang menjadi penyebab banjir atau merusak lingkungan,” kata pengelola BSI Gesit, Sri Endarwati.

Sampah justru bisa diolah dijadikan barang seni dan bermanfaat, seperti tas, tempat tisu, pot bunga, atau tempat pensil dan lain-lain.

Elkana Lewerissa, publik relation head Enesis Group, dalam siaran pers mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan wujud nyata komitmen Enesis Group untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas mengenai bahaya dan pencegahan DBD.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik agar dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna,” tambahnya. (mar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Bolehkah Penderita Asma Kulit Mandi Air Hangat?

Published

on

Produksi minyak pada kulit penderita DA umumnya lebih sedikit sehingga kulit lebih kering dibandingkan pada orang sehat.

Apakabarnews.com, Jakarta – Penderita asma kulit atau dermatitis atopik (DA) umumnya mengalami kondisi kulit yang kering hingga pecah-pecah. Dalam keadaan seperti itu apakah penderita boleh mandi air hangat?

“Tidak dianjurkan air terlalu panas karena orang atopik mengalami gangguan produksi kelenjar minyak,” ujar dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia, dr Anthony Handoko, SpKK dalam seminar media di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Produksi minyak pada kulit penderita DA umumnya lebih sedikit sehingga kulit lebih kering dibandingkan pada orang sehat. Air hangat bisa menyebabkan minyak di kulit yang berfungsi untuk melembapkan, terbawa keluar.

“Kalau mandi air panas, minyak tubuh yang seharusnya melembapkan kulit kita, terbawa,” tutur Anthony.

DA, suatu penyakit kulit kronis tak menular dapat menyerang semua umur dari bayi hingga lansia. Gejala utama penyakit itu antara lain kulit gatal, kering hingga pecah-pecah, ruam kemerahan, dan kulit menebal.

Gejala penyakit itu muncul di lokasi tertentu. Pada anak biasanya di wajah, sikut, kulit kepala, sementara orang dewasa umumnya mengalaminya di lipatan siku, lipatan lutut, leher, seputar mata dan bibir.

Ada beragam faktor yang bisa mencetuskan DA, seperti cuaca terlalu panas atau dingin, perubahan cuaca, debu, daya tahan tubuh turun, stres, gigitan serangga dan riwayat keluarga pernah menderita DA.

Menurut Anthony, penderita DA biasanya juga mengalami gejala penyerta seperti hidung meler atau bersin pada pagi hari, mata merah dan asma. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Kenari Lindungi Tubuh dari Luka Akibat Radang Usus Besar

Published

on

Kandungan asam alfa linolenat yang terdapat di dalam kenari berfungsi untuk melindungi arteri dan melawan terjadinya plak di arteri.

Apakabarnews.com, Jakarta – Mengonsumsi kenari (walnut) akan memberi perlindungan terhadap luka akibat radang usus besar, menurut sebuah penelitian dari UConn Health dan Texas A&M University.

Seperti dilansir laman Eurekalert, perlindungan itu karena susunan kompleks senyawa phytochemical dalam kenari.

Untuk sampai pada temuan itu, peneliti yang dipimpin Dr Daniel Rosenberg dan Masako Nakanishi dari Pusat Onkologi Molekuler di UConn Health, menilai efek suplementasi makanan kacang kenari pada tikus.

Ketika tikus diberi kenari selama sekitar dua minggu, mereka menderita lebih sedikit cedera pada usus selama episode radang usus besar (kolitis ulserativa).

Selain itu, perbaikan mukosa kolon tampaknya meningkat setelah memakan kenari.

Meskipun tidak dapat ditentukan apakah usus yang telah dikondisikan menolak kerusakan ulserogenik awal, tingkat cedera pada tikus yang diobati dengan kenari jauh lebih sedikit daripada pada yang tidak diberi kacang itu.

“Kami tidak menyarankan orang-orang dengan luka akibat radang usus besar melakukan diet kenari. Tetapi, kami berharap dapat menentukan senyawa aktif – nutrisi, fitokimia – dalam kenari yang menyebabkan perlindungan,” tutur peneliti.

Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk memahami dampaknya terhadap manusia. Saat ini, laboratorium Rosenberg sedang menjalankan uji klinis.

Peneliti meminta para partisipan studi mengkonsumsi dua ons kenari setiap hari selama tiga minggu sebelum menjalani kolonoskopi. Mikrobiota usus akan dianalisis sementara biomarker mereka juga dinilai. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending