Connect with us

HEALTH

Penyebab Berat Badan Bisa Naik Usai Berpuasa

Published

on

Mengonsumsi lebih banyak makanan berlemak setelah puasa seharian adalah alasan utama lain kenaikan berat badan selama Ramadhan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Bagi Anda yang kerap mengeluhkan berat badan yang melonjak naik usai berpuasa di Bulan Ramadhan, sebaiknya perhatikan asupan makanan berlemak Anda.

Ahli gizi dari Health Victory Nutrition di Australia, Katherine Baqleh mengatakan kecenderungan mengonsumsi lebih banyak makanan berlemak setelah puasa seharian adalah alasan utama lain kenaikan berat badan selama Ramadhan.

“Orang-orang mungkin ingin mengompensasi apa yang mereka lewatkan pada hari itu, sehingga mereka mungkin akhirnya berfokus pada makanan tinggi lemak atau kalori tinggi,” kata dia seperti dilansir ABC News.

Belum lagi jika Anda mengonsumsi makanan ini di malam hari, kurang beraktivitas fisik, menyebabkan lebih banyak kalori yang tubuh simpan.

“Kekhawatiran terbesar adalah ketika mereka mengonsumsi makanan ini di malam hari: orang-orang kurang aktif sehingga lebih banyak kalori yang dikonsumsi disimpan,” tutur dia.

Baqleh mengatakan konsumsi kalori yang lebih tinggi menyebabkan gula darah dan kolesterol yang lebih tinggi. Akibat lainnya, penurunan kualitas tidur, yang mendorong penyimpanan lemak melalui pelepasan hormon kortisol.

Di sisi lain, ahli gizi klinis dari Prime Hospital di Dubai, Sakina Mustansir, seperti dilansir Gulfnews, menyarankan Anda menjaga keseimbangan nutrisi agar tetap berenergi, sehat dan menjaga berat badan tetap terkendali.

Sebaiknya, hindari makan karbohidrat olahan, karena mereka meningkatkan insulin yang menyebabkan kelaparan dan penambahan berat badan.

Selain itu, Anda disarankan mengonsumsi daging tanpa lemak, ikan atau ayam untuk menghindari kehilangan massa otot. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Dokter : DBD Bisa Dicegah dengan Kesadaran Pola Hidup Bersih

Published

on

Pencegahan DBD bisa dilakukan dengan cara sederhana, melakukan 3M Plus, yakni menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa dicegah dengan membangun kesadaran diri untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Pencegahan DBD harus diawali dengan kesadaran diri warga untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk,” kata Shabrina Ghassani Roza, seorang dokter dari Enesis Group, dalam acara sosialisasi pencegahan DBD di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (18/8/2019).

Shabrina menjelaskan, pencegahan DBD bisa dilakukan dengan cara sederhana, melakukan 3M Plus, yakni menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, serta mengubur dan mendaur ulang barang tak terpakai.

Kemudian, plusnya, salah satunya adalah menggunakan lotion tolak nyamuk, atau dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, atau tidur menggunakan kelambu.

Bersamaan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia, Enesis Group yang merupakan produsen lotion penolak nyamuk, menyelenggarakan sosialisasi pencegahan DBD kepada penduduk di sekitar pabriknya di Jatinegara.

Daur ulang sampah

Pada sosialisasi itu selain edukasi mengenai DBD dan cara pencegahannya, Enesis Group juga mengadakan Workshop Daur Ulang Sampah bekerja sama dengan Bank Sampah Induk (BSI) Gesit Menteng.

“Dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Enesis Group, kita dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi suatu karya seni sehingga sampah ini tidak lagi menjadi penghambat saluran air yang menjadi penyebab banjir atau merusak lingkungan,” kata pengelola BSI Gesit, Sri Endarwati.

Sampah justru bisa diolah dijadikan barang seni dan bermanfaat, seperti tas, tempat tisu, pot bunga, atau tempat pensil dan lain-lain.

Elkana Lewerissa, publik relation head Enesis Group, dalam siaran pers mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan wujud nyata komitmen Enesis Group untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas mengenai bahaya dan pencegahan DBD.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik agar dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna,” tambahnya. (mar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Bolehkah Penderita Asma Kulit Mandi Air Hangat?

Published

on

Produksi minyak pada kulit penderita DA umumnya lebih sedikit sehingga kulit lebih kering dibandingkan pada orang sehat.

Apakabarnews.com, Jakarta – Penderita asma kulit atau dermatitis atopik (DA) umumnya mengalami kondisi kulit yang kering hingga pecah-pecah. Dalam keadaan seperti itu apakah penderita boleh mandi air hangat?

“Tidak dianjurkan air terlalu panas karena orang atopik mengalami gangguan produksi kelenjar minyak,” ujar dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia, dr Anthony Handoko, SpKK dalam seminar media di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Produksi minyak pada kulit penderita DA umumnya lebih sedikit sehingga kulit lebih kering dibandingkan pada orang sehat. Air hangat bisa menyebabkan minyak di kulit yang berfungsi untuk melembapkan, terbawa keluar.

“Kalau mandi air panas, minyak tubuh yang seharusnya melembapkan kulit kita, terbawa,” tutur Anthony.

DA, suatu penyakit kulit kronis tak menular dapat menyerang semua umur dari bayi hingga lansia. Gejala utama penyakit itu antara lain kulit gatal, kering hingga pecah-pecah, ruam kemerahan, dan kulit menebal.

Gejala penyakit itu muncul di lokasi tertentu. Pada anak biasanya di wajah, sikut, kulit kepala, sementara orang dewasa umumnya mengalaminya di lipatan siku, lipatan lutut, leher, seputar mata dan bibir.

Ada beragam faktor yang bisa mencetuskan DA, seperti cuaca terlalu panas atau dingin, perubahan cuaca, debu, daya tahan tubuh turun, stres, gigitan serangga dan riwayat keluarga pernah menderita DA.

Menurut Anthony, penderita DA biasanya juga mengalami gejala penyerta seperti hidung meler atau bersin pada pagi hari, mata merah dan asma. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Kenari Lindungi Tubuh dari Luka Akibat Radang Usus Besar

Published

on

Kandungan asam alfa linolenat yang terdapat di dalam kenari berfungsi untuk melindungi arteri dan melawan terjadinya plak di arteri.

Apakabarnews.com, Jakarta – Mengonsumsi kenari (walnut) akan memberi perlindungan terhadap luka akibat radang usus besar, menurut sebuah penelitian dari UConn Health dan Texas A&M University.

Seperti dilansir laman Eurekalert, perlindungan itu karena susunan kompleks senyawa phytochemical dalam kenari.

Untuk sampai pada temuan itu, peneliti yang dipimpin Dr Daniel Rosenberg dan Masako Nakanishi dari Pusat Onkologi Molekuler di UConn Health, menilai efek suplementasi makanan kacang kenari pada tikus.

Ketika tikus diberi kenari selama sekitar dua minggu, mereka menderita lebih sedikit cedera pada usus selama episode radang usus besar (kolitis ulserativa).

Selain itu, perbaikan mukosa kolon tampaknya meningkat setelah memakan kenari.

Meskipun tidak dapat ditentukan apakah usus yang telah dikondisikan menolak kerusakan ulserogenik awal, tingkat cedera pada tikus yang diobati dengan kenari jauh lebih sedikit daripada pada yang tidak diberi kacang itu.

“Kami tidak menyarankan orang-orang dengan luka akibat radang usus besar melakukan diet kenari. Tetapi, kami berharap dapat menentukan senyawa aktif – nutrisi, fitokimia – dalam kenari yang menyebabkan perlindungan,” tutur peneliti.

Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk memahami dampaknya terhadap manusia. Saat ini, laboratorium Rosenberg sedang menjalankan uji klinis.

Peneliti meminta para partisipan studi mengkonsumsi dua ons kenari setiap hari selama tiga minggu sebelum menjalani kolonoskopi. Mikrobiota usus akan dianalisis sementara biomarker mereka juga dinilai. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending