Connect with us

POLITIK

Sandi Beberkan Rahasia agar Terlepas dari Defisit Neraca Perdagangan

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat dihadapan Mahasiswa LP3i Makasar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/5/2019).

Apakabarnews.com, Makassar – Defisit neraca perdagangan yang terjadi pada akhir masa Pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memicu kekhawatiran seluruh pihak, khususnya para pelaku bisnis. Padahal, salah satu solusi agar terbebas dari defisit diungkapkan Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno sangat mudah dan sederhana, yakni cintai produk dalam negeri.

Solusi tersebut katanya dapat membebaskan Indonesia dari keterpurukan ekonomi yang tercatat paling buruk sejak bangsa Indonesia merdeka. Bukan tanpa alasan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sandi menyebutkan neraca perdagangan pada bulan April 2019 mengalami defisit sebesar USD 2,5 miliar.

Neraca perdagangan pun kian Anjlok lantaran nilai impor naik menjadi sebesar 12,25 persen atau senilai USD 15,10 miliar dolar. Defisit tersebut berbanding terbalik dengan neraca perdagangan yang sempat surplus sebesar USD 540 juta pada Maret 2019.

Permasalahan tersebut diungkapkan Sandi pernah dibahas ketika debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang digelar resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketika itu, Sandi bertanya kepada Jokowi terkait langkah perbaikan ekonomi yang bakal ditempuh soal defisit neraca perdagangan yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

“Hari paling kelam dalam ekonomi kita, defisit anggaran perdagangan paling buruk dalam sejarah Indonesia. Apa strategi ekonomi kita? Saya tanya waktu debat. Jawabnya, ‘wah sudah beres Februari (2019)sudah membaik. Saya sudah bilang,’ jika tidak ada strategi khusus ekonomi akan parah’,” ungkap Sandi kepada Mahasiswa LP3i Makasar, Sulawesi Selatan pada Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut dipaparkan Sandi, pemerintah harus dapat segera mengatur porsi ekspor terhadap impor agar neraca perdagangan tidak kembali defisit. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah harus melihat sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk meningkatkan kemandiriaan.

“Kalau tidak bisa mengatur ekspor impor, neraca perdagangan kita jebol. Selain pemerintah, yang bisa membantu keluar dari buruknya neraca perdagangan adalah entrepreneurship. Ekonominya tumbuh, pengusahanya banyak,” ungkap Sandi.

Kemandiriaan yang tercipta lewat kewirausahaan dijelaskan Sandi dapat mengurangi konsumsi produk impor yang diketahui kini menguasai pasar lokal. Pemerintah juga harus mempromosikan produk bangsa, bukan justru membanjiri pasar dengan produk impor.

“Indonesia harus belajar dari Sulawesi Selatan. Untuk meningkatkan produksi dibutuhkan para entrepreneur, itu bisa mengurangi konsumsi terhadap produk impor. Jadi untuk mengurangi defisit neraca perdagangan, cintailah produk-produk Indonesia,” ungkap Sandi. (ver)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Dicaci Maki Netizen, Tengku : Biarkan Mereka Nyungsep dengan Komen Mereka

Published

on

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain.

Apakabarnews.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadtengkuzul meskipun dicaci maki netizen, tetap mendoakan mereka selalu panjang umur. Tetapi menurut dia jumlah netizen yang bersikap baik lebih banyak dibandingkan yang bersikap tidak sopan.

“Alhamdulillah, akun Twitter ini sudah diikuti oleh 226.000 ffollowers. Yang caci maki ratusan, yang likes ribuan. Jazakumullahu khairan bagi yang following dan membacanya, terlebih yang likes. Adapun yang caci maki semoga Allah berikan panjang umur dan hidayah, mati dalam husnul khatimah. Amin,” kata dia.

Tengku Zulkarnain amat jarang menanggapi caci maki netizen. Umumnya, kata dia, yang membully adalah akun-akun tidak jelas alias tidak punya follower.

“Terlalu bodoh jika komen ngawur dari para buzzers bayaran dan buzzer followers nol atau beberapa biji ditanggapi. Selain tidak seimbang, hanya menghabiskan waktu dan menghilangkan nur pada wajah kaum muslimin saja. Biarkan mereka nyungsep dengan komen mereka. Bayaran hilang mereka juga gone,” katanya.

Beberapa waktu yang lalu, mewawancarai Tengku Zulkarnain dan dia tidak pernah terpancing dengan komentar netter yang provokatif, bahkan menghina. (*)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Wiranto : Penangkapan Tokoh-Tokoh akan Terus Dilakukan

Published

on

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyatakan aparat tidak akan berhenti menangkap para tokoh yang dianggap melanggar hukum sampai saat ini saja. Menurutnya, aparat akan konsisten menindak siapa pun yang melanggar hukum.

“Pemanggilan dan penangkapan tokoh-tokoh yang terindikasi melanggar hukum akan terus dilakukan,” kata Wiranto di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.

Mantan Panglima ABRI ini menegaskan apa yang dilakukan oleh pemerintah ini bukan tindakan sewenang-wenang, melainkan demi menegakkan hukum dan keamanan nasional.

“Ada tuduhan bahwa pemerintah ini sewenang-wenang, diktator, kembali ke orde baru, bukan,” ujar Wiranto.

Wiranto berharap situasi aman tetap terjaga ke depan. Menurutnya, pelanggaran hukum seperti yang dilakukan tokoh-tokoh dapat mengganggu ketentraman masyarakat.

“Jadi justru kita lakukan supaya negeri ini aman, masyarakat tetap tentram, tidak terganggu dengan tindakan-tindakan yang melanggar hukum seperti ini,” ucap Wiranto.

Sebelumnya, sejumlah tokoh diamankan oleh aparat kepolisian karena dugaan makar. Pemerintah juga sebelumnya membentuk tim asistensi hukum untuk mengkaji ucapan para tokoh yang dianggap melanggar hukum. (ase)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Massa Ricuh di Jalan Thamrin, Polisi Sebut Bukan Peserta Demo di Bawaslu

Published

on

Suasana Aksi unjuk rasa pilpres di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Apakabarnews.com, Jakarta – Massa aksi pendukung Prabowo-Sandi yang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, telah membubarkan diri dengan tertib, Selasa malam tadi. Namun tengah malam ini sempat terjadi kericuhan sekelompok orang dengan aparat di Jalan MH Thamrin.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan, menegaskan bahwa sekelompok orang yang kembali turun ke jalan dan bersitegang dengan aparat kepolisian bukan dari kelompok massa aksi damai di Bawaslu Selasa kemarin. “Mereka bukan massa aksi damai Bawaslu yang tadi, nanti kita akan dalami lagi,” ujar Harry, Selasa (21/5/2019) malam.

Harry menegaskan suasana di depan Bawaslu Selasa malam telah kondusif. Adapun massa yang masih bertahan di sekitar Jalan MH Thamrin telah diminta untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. “Sudah selesai, kita minta untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masih-masing,” tegasnya. (Baca juga: Usai Tarawih, Massa Pendukung Prabowo Membubarkan Diri dengan Tertib)

Sementara itu, kericuhan sempat terjadi antara sekelompok orang dengan aparat kemanan. Aparat kemudian memukul mundur massa. Kericuhan terjadi berawal dari sikap massa yang menantang kepolisian dan berseru untuk terus merapatkan barisan. “Ayo tetap rapatkan barisan, jangan pada takut,” teriak para massa aksi di depan Gedung Bawaslu.

Tak lama kemudian, puluhan anggota kepolisian berlari di Halte Transjakarta Sarinah untuk mendekat ke arah massa aksi. Massa aksi yang tadinya memenuhi seberang Bawaslu pun lanngsung kocar-kacir berlarian membubarkan diri.

Sempat terlihat seorang diduga provokator yang diamankan sebelum akhirnya puluhan petugas kepolisian lain yang membawa pentungan dan tameng berteriak untuk membubarkan diri.

Massa pun berlarian ke arah Jalan Wahid Hasyim yang ada di sebelah kantor Bawaslu. Saat ini, para petugas kepolisian pun masih bersiaga di sekitar Gedung Bawaslu. (*)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending