Connect with us

GADGET

Spekluasi Warna Samsung Galaxy Note 10, Pink Hingga Silver

Published

on

Galaxy Note 10 disebut meminjam Galaxy S10 yang meluncur awal tahun ini, diperkirakan Galaxy Note akan tersedia dalam warna Prism Black, Prism White dan Flaming Pink saat peluncuran.

Apakabarnews.com, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10 dijadwalkan akan hadir pertengahan kedua tahun ini, memperbarui lini Galaxy Note yang memiliki model baru setiap tahun.

Samsung biasanya menyediakan beberapa varian warna untuk lini Galaxy Note, tahun ini diperkirakan pilihan warna untuk Galaxy Note 10 akan lebih banyak dibandingkan model sebelumnya.

Galaxy Note 8 dan Galaxy Note 9 memiliki empat pilihan warna, setiap negara mungkin mendapatkan pilihan warna yang berbeda. Laman Phone Arena melaporkan Samsung akan menyediakan lima pilihan warna untuk Galaxy Note 10.

Warna-warna di Galaxy Note 10 disebut meminjam Galaxy S10 yang meluncur awal tahun ini, diperkirakan Galaxy Note akan tersedia dalam warna Prism Black, Prism White dan Flaming Pink saat peluncuran.

Samsung diperkirakan akan menambah varian warna setelah peluncuran, Galaxy Note 10 juga akan tersedia dalam warna Cloud Silver, seperti pendahulunya Galaxy Note 9.

Warna terbaru di Galaxy Note 10, ponsel flagship Samsung ini diperkirakan akan hadir dalam warna merah.

Samsung semula ingin meluncurkan warna merah untuk Galaxy S10, namun, mereka menghapus rencana tersebut.

Warna merah ini diperkirakan hanya akan tersedia untuk pasar-pasar terpilih, sementara empat warna lainnya akan menjadi standard internasional ponsel Galaxy Note 10. (nat)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GADGET

Rumor Warna iPhone 2019 Beredar Lewat Gambar Pecahan Kaca

Published

on

iPhone XR juga memiliki baterai yang besar dibandingkan pendahulunya, dengan harga relatif terjangkau dibandingkan dua model lainnya.

Apakabarnews.com, Jakarta – Jurnalis teknologi dari Bloomberg, Mark Gurman, beberapa waktu lalu mencuitkan gambar pecahan kaca yang disebut sebagai warna-warna calon iPhone terbaru penerus model XR.

Dalam cuitan tersebut, Gurman menyertakan foto berisi lima pecahan kaca, masing-masing berwarna hitam, putih, kuning, ungu dan hijau. Laman The Verge menduga pecahan kaca tersebut dibuang dari pabrik pembuat panel gelas. Panel tersebut diduga tidak lolos tes kualitas.

Pecahan kaca itu pertama kali diunggah di blog berbahasa Jepang spesialis produk Apple, Macotakara. Diperkirakan warna baru ungu dan hijau akan menggantikan varian iPhone XR warna biru dan koral.

Apple juga diduga akan membuat penerus iPhone XR warna merah, namun, warna tersebut tidak terlihat di pecahan kaca yang ditemukan.

Gurman juga mengunggah casing yang diduga untuk iPhone 2019. Dua casing memuat tiga lubang kamera, diduga untuk iPhone kelas high-end, sementara iPhone yang termurah akan memakai dua kamera belakang.

Saat ini, di antara tiga iPhone terbaru, model XR menjadi favorit penggemar Apple karena harga yang terjangkau dibandingkan iPhone XS dan XS Max. iPhone XR juga memiliki baterai yang besar dibandingkan pendahulunya, dengan harga relatif terjangkau dibandingkan dua model lainnya.

iPhone terbaru keluaran 2019 dijadwalkan akan diluncurkan pada September tahun ini. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

GADGET

Durasi Ganti Smartphone saat Ini Tidak Sampai Setahun

Published

on

Untuk ponsel dengan level di bawah flagship, durasi pemakaian smartphone rata-rata berkisar antara 1,5 sampai dua tahun.

Apakabarnews.com, Jakarta – Samsung Indonesia menilai bahwa jangka waktu seseorang mengganti ponsel pintar sudah semakin singkat, bahkan pemakaian smartphone kini tidak sampai satu tahun, kemudian pengguna menggantinya dengan yang baru.

“Durasi pergantian ponsel beda-beda. Kalau di level flagship (model unggulan), karena konsumennya impulsif, banyak yang sudah ganti meski belum setahun,” kata Corporate Marketing Director Samsung Indonesia, Elvira Jakub, dalam acara Google Think Telco yang diselenggarakan di kantor Google Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Menurut Elvira, untuk ponsel dengan level di bawah flagship, durasi pemakaian smartphone rata-rata berkisar antara 1,5 sampai dua tahun.

Semakin mudah konsumen berganti smartphone didorong semakin banyak opsi untuk melakukan transaksi. Bukan hanya dengan tunai dan kartu kredit, kini konsumen pun dapat mengganti smartphone dengan yang baru melalui program tukar tambah yang kian digalakkan produsen.

“Program trade-in memudahkan konsumen yang ingin naik kelas. Dengan menukar smartphone lama dan menambah sejumlah uang, mereka bisa mendapatkan smartphone baru dengan spesifikasi di atas hape sebelumnya,” katanya.

Elvira mengakui bahwa Samsung kini lebih agresif menjaring konsumen melalui program ini. Karena itu, Samsung tidak membatasi program trade-in pada smartphone merek Samsung semata namun juga melebarkan sayap pada smartphone merek lainnya. (bud)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

GADGET

Tiga Hal yang Diperhatikan Konsumen Sebelum Beli Ponsel Baru

Published

on

Selain kecepatan kinerja ponsel dalam merespons perintah pengguna, kecepatan koneksi melalui jaringan telekomunikasi (provider) juga menjadi perhatian konsumen.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kecepatan kinerja, daya tahan baterai dan kapasitas penyimpanan merupakan faktor penting bagi pembeli ponsel pintar di Indonesia, sebelum mereka menentukan untuk membeli gawai baru, demikian menurut hasil survei terbaru Google.

“Kecepatan dan daya tahan (baterai) kini berada di posisi teratas bagi konsumen. Jauh melampaui pertimbangan tentang kamera dan desain eksterior smartphone,” kata Senior Tech and Telco Industry Analysis Google Indonesia, Yudistira Adi Nugroho, di Google Think Telco, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Hasil penelitian Google juga memperlihatkan bahwa faktor kapasitas penyimpanan (memory storage) berada di peringkat ketiga dalam pertimbangan konsumen untuk mengganti ponsel pintarnya.

Selain kecepatan kinerja ponsel dalam merespons perintah pengguna, kecepatan koneksi melalui jaringan telekomunikasi (provider) juga menjadi perhatian konsumen. Maka jika merasa tidak puas dengan kecepatan yang dimiliki, konsumen berpeluang berganti provider.

Dari riset yang telah dilakukan, Yudistira memaparkan bahwa proses seseorang untuk membeli smartphone baru, rata-rata memakan waktu 14 hari. Dimulai dari proses mencari informasi di Internet sampai membeli di toko.

Namun dalam proses ini, laman resmi yang dimiliki Produsen Peralatan Asli (OEM) kerap kurang berpengaruh bagi konsumen untuk mengambil keputusan.

Justru yang dapat lebih banyak mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli smartphone baru adalah video-video ulasan dan komparasi seperti yang banyak terdapat di YouTube.

Walau konsumen telah terbiasa menggali informasi melalui mesin pencari di Internet, Yudistira mengatakan bahwa proses transaksi tetap dilakukan di toko-toko konvensional.

“Orang-orang masih perlu sentuhan personal seperti ingin tahu apakah smartphone barunya tersebut muat di saku, atau proses registrasi SIM card baru,” tutur Yudistira.

Kamera

Kendati riset Google menyebut fitur kamera bukan hal utama bagi konsumen, namun distributor alat telekomunikasi Erajaya menilai kamera masih jadi pertimbangan penting konsumen saat membeli ponsel.

“Mungkin bukan faktor nomor satu, tapi kamera masih jadi faktor penting. Bahkan sempat ada joke tentang Huawei P30, yang disebut beli kamera dapat hape saking bagus kameranya,” kata Head of Strategy Erajaya, Steven Sulung.

Pendapat senada diungkapkan Coorporate Marketing Director Samsung Indonesia, Elvira Jakub.

Menurut Elvira, keberadaan kamera yang bagus, khususnya di smartphone level flagship, menjadi pertimbangan penting konsumen karena orang-orang Indonesia semakin banyak yang suka melakukan perjalanan.

Dalam riset Google, fitur kamera berada di posisi ke-12 dalam daftar peringkat pertimbangan konsumen saat membeli smartphone baru. (raa)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending