Connect with us

SEKTOR RIIL

Kunjungi PT PMLI, Perdana Menteri Belanda Tinjau Pelaksanaan Program Vokasi Kerjasama PT PMLI dengan STC Internasional

Published

on

PM Belanda Mark Rutt kagumi fasilitas Kampus milik Pelindo 2, Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, Gadog, Bogor.

Apakabarnews.com, Bogor – Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Perdana Menteri Belanda His Excellency Mr. Mark Rutte mengagendakan kunjungan ke PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI) yang berlokasi di Ciawi-Bogor. Sebelum bertolak ke PT PMLI, Mr. Mark Rutte melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Bogor. Selain itu juga melakukan pertemuan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia dan dengan organisasi kemasyarakatan yang ada di Kota Bogor.

Rombongan Delegasi tiba di PT PMLI sekitar pukul 14.00 WIB yang langsung disambut oleh Direktur Utama PT PMLI Amri Yusuf dan Direktur STC International Albert Bos. Rombongan diterima di lantai satu gedung Simulator Center PT PMLI dan langsung melakukan pertemuan singkat di ruang pertemuan gedung tersebut. Usai melakukan pertemuan, Mr. Mark Rutte melakukan site visit dan mencoba fasilitas simulator yang dimiliki oleh PT PMLI. Ditemani Amri Yusuf dan Albert Bos, Mr. Mark Rutte mencoba Crane Simulator dan Ship Simulator.

Mr. Mark Rutte kemudian menyapa para peserta pelatihan dari IPC yang tengah mengikuti program pelatihan di gedung yang memiliki empat crane simulator dan satu ship simulator tersebut. Dirut PT PMLI Amri Yusuf memperkenalkan empat orang peserta yang tengah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan atas kerjasama PT PMLI dengan STC International yang bermarkas di Belanda. Sementara itu enam orang peserta lainnya sedang mengikuti Reach Stacker Training di Tanjung Priok.

Perlu diketahui bahwa PT PMLI merupakan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau yang saat ini dikenal sebagai Indonesia Port Corporation (IPC) yang ditunjuk untuk menyelenggarakan kerjasama program pendidikan dan pelatihan dengan STC International.

Berdasarkan MoU antara kedua belah pihak, tujuan kerjasama ini adalah STC International menyediakan akreditasi khusus yang akan diselenggarakan oleh PT PMLI dengan pemberi materi atau Trainer dari STC International yang sudah disertifikasi. Selain itu juga STC International melakukan pengembangan terhadap program pelatihan yang sudah memenuhi kriteria atau standar yang dibutuhkan.

Sampai dengan saat ini, program pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh kedua belah pihak meliputi program pengembangan SDM untuk kegiatan operasional di pelabuhan. Program tersebut meliputi penyusunan kurikulum pelatihan bagi Trainer operator peralatan berat di pelabuhan, penyusunan kurikulum Trainer operator peralatan berat untuk penanganan logistik dan pergudangan, serta hal lain yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM keplabuhanan dan maritim.

Selama mengunjungi PT PMLI, Mr. Mark Rutte beberapa kali menyampaikan kekagumannya terhadap fasilitas yang ada di PT PMLI, Beliau juga menyetujui dan mendukung usulan keberlanjutan program kerjasama antara PT PMLI dengan STC International dalam pengembangan SDM kepelabuhanan dan maritim. Sekitar pukul 14.45 WIB Perdana Menteri Belanda bersama Rombongan Delegasi meninggalkan PT PMLI menuju ke Jakarta untuk melanjutkan kegiatan selama kunjungannya di Indonesia. (bvi)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAPUA

Perpanjangan “Runway” Bandara Raja Ampat Molor, Baru Selesai 2020

Published

on

Panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

Apakabarnews.com, Jakarta – Perpanjangan landas pacu (runway) Bandara Marinda atau Bandara Raja Ampat di Papua Barat molor dari target, karena baru bisa diselesaikan pada 2020.

“Bandara Raja Ampat selesai tahun depan, 2020,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2017 lalu menargetkan perpanjangan landas pacu Bandara Marinda, atau yang biasa disebut Bandara Raja Ampat itu, bisa selesai pada 2018/2019. Perpanjangan dibutuhkan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke destinasi wisata tersebut.

Namun, hingga saat ini, proses perpanjangan landas pacu Bandara Raja Ampat baru akan dirampungkan sepanjang 1.525 meter.

“Yang pasti bandara (Raja Ampat) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan masalah safety,” kata Menhub.

Menhub Budi Karya sendiri mengaku berharap panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

“Kita lihat dulu. Karena informasi itu belum pasti. Kalau nanti ada obstacle (halangan) ‘kan belum bisa,” ujar Menhub.

Sementara itu Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati berharap perpanjangan runway Bandara Marinda dapat membuat wisatawan bisa langsung terbang ke Raja Ampat tanpa perlu menghabiskan waktu lama untuk transit di Sorong.

“Karena kita tahu kalau ke Sorong, lalu naik kapal mungkin tidak seberapa Rp100 ribu-Rp200 ribu, tapi waktunya (lebih lama),” ujarnya. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Menhub akan Kaji Rencana Pembangunan Bandara Baru di Raja Ampat

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji rencana pembangunan bandara baru di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang diusulkan pemerintah setempat.

“Ada satu pulau yang perjalanan lautnya perlu waktu sekitar empat jam lebih (dari Pulau Waigeo), kami akan meneliti dulu,” kata Budi ditemui seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Pemerintah sendiri, lanjut Budi, saat ini tengah mengembangkan Bandara Marinda, Raja Ampat, yang terletak di Waisai, Pulau Waigeo.

Landas pacu Bandara Marinda yang kerap disebut Bandara Raja Ampat itu rencananya akan diperpanjang hingga 1.525 meter pada tahun 2019 ini. Namun, rampungnya pengembangan bandara tersebut akan sedikit molor karena baru bisa selesai 2020.

Perpanjangan landas pacu diperlukan untuk mendukung konektivitas di destinasi wisata bahari unggulan itu.

“Yang pasti, bandara (Marinda) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan ada masalah safety,” ujarnya.

Selain itu, Budi mengatakan pembangunan bandara baru di selatan Raja Ampat itu juga belum bisa terealisasi dalam waktu dekat karena pemerintah ingin mengkaji potensi pariwisata kawasan tersebut.

“Misool itu kalau dibangun paling tidak (butuh) sekitar Rp1 triliun. Kantong kita ini kan tidak banyak sekali. Kita lihat potensi pariwisata nya, kalau ada potensi bagus kita akan lakukan pembangunan segera,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan alternatif bandara di Misool itu diharapkan dapat mendukung potensi wisata di pulau tersebut.

Pasalnya, Misool memiliki objek wisata bawah laut yang menakjubkan. Bahkan National Geographic memberikan penilaian tinggi terhadap alam bawa laut Misool.

“Sudah tersedia lahannya, jadi nanti (Raja Ampat) keistimewaannya punya dua gate (gerbang). Kalau (destinasi wisata) yang lain cuma satu ggerbang. Jadi penerbangan ke Raja Ampat bisa lewat Misool atau Waigeo,” kata Abdul. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Menhub : Bandara Wamena Bakal Beroperasi Kembali Dalam Sepekan Ini

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan dalam waktu sepekan ke depan, Bandara Wamena di Papua akan kembali beroperasi secara normal setelah sempat dihentikan menyusul aksi demo anarkis yang terjadi 23 September 2019.

“Mestinya dalam waktu tidak sampai seminggu (Bandara Wamena) akan normal. Karena saya pikir sudah aman. Saya dapat info, baik dari Pak Kapolda maupun Pak Panglima, bahwa sudah relatif aman. Jadi segera akan dilaksanakan (operasionalnya),” kata Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Menhub menyampaikan hal tersebut seusai rapat koordinasi bersama para kepala daerah di Papua Barat dalam rangka membahas konektivitas di pulau paling timur di Indonesia itu.

Sedangkan rapat dengan para kepala daerah Papua akan dilanjutkan pada Minggu sore di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta.

Menhub menambahkan pihaknya juga tengah mengevaluasi kondisi Bandara Wamena. Menurut dia, meski sudah ada beberapa penerbangan reguler yang telah beroperasi, namun hingga saat ini belum terlalu efektif.

“Sudah ada beberapa tapi belum terlalu efektif,” ujar Menhub Budi Karya.

Bandara Wamena sempat ditutup sementara sejak kerusuhan pada 23 September lalu. Penutupan dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terkait gangguan terhadap operasi penerbangan. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending