KBRI Khartoum Dorong Kerjasama Perdagangan Sektor Pertanian Indonesia-Sudan

- Pewarta

Selasa, 15 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dubes RI Khartoum. Rossalis R Adenan saat menerima kunjungan GM Perusahaan Azama Mining Sudan, Abdel Adhim Abdel Gadir dan Manager Marketing Yassin Mohamed Fadul di KBRI Khartoum. /Dok. Kemlu.go.id/

Dubes RI Khartoum. Rossalis R Adenan saat menerima kunjungan GM Perusahaan Azama Mining Sudan, Abdel Adhim Abdel Gadir dan Manager Marketing Yassin Mohamed Fadul di KBRI Khartoum. /Dok. Kemlu.go.id/

APAKABAR NEWS – KBRI Khartoum terus mendorong para pelaku bisnis Indonesia dan Sudan untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis guna meningkatkan kerjasama bisnis yang diharapkan akan dapat meningkatkan volume perdagangan kedua negara. 

Kali ini, Dubes RI Khartoum (Rossalis R Adenan) menerima kunjungan GM Perusahaan Azama Mining Sudan (Abdel Adhim Abdel Gadir) dan Manager Marketing Perusahaan tersebut (Yassin Mohamed Fadul) di KBRI Khartoum. 

Perusahaan Azama Mining Sudan merupakan perusahaan tambang di Sudan yang juga mengelola lahan pertanian seluas 500 hektar di Negara Bagian Kordofan Barat. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, GM Perusahaan Azama Mining Sudan antara lain menyampaikan bahwa perusahaannya bermaksud menjajaki pasar di Indonesia, terutama untuk komoditi pertanian, khususnya kacang tanah, wijen, dan sorgum. 

Dubes RI Khartoum menyambut baik maksud Perusahaan Azama Mining Sudan tersebut dan menyatakan kesiapan KBRI Khartoum untuk memfasilitasi kontak bisnis dengan Perusahaan Indonesia yang berminat untuk mengimpor hasil pertanian dari Sudan. 

KBRI Khartoum juga meminta dukungan Perusahaan Azama Mining Sudan untuk rencana pembentukan Indonesia-Sudanese Business Council (ISBC) sebagai wadah para pelaku bisnis Indonesia dan Sudan untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara. 

Selain itu, Dubes RI juga mempromosikan produks potensial Indonesia yang dibutuhkan oleh pasar Sudan, seperti pupuk dan alats mekanisasi pertanian. (kem)

Berita Terkait

Kolaborasi OJK, BEI dan Profesi Jadi Kunci Penguatan Pasar Modal Indonesia
Laporan Penjualan Selalu Meleset? Bukan Salah Sales, Ini yang Jadi Akar Masalahnya
Mengapa Rayap Mampu Merusak Bangunan dalam Waktu Lama?
Cara Membuat Brand Anda Disebut ChatGPT: Panduan Praktis untuk Bisnis Indonesia
5 Tanda Agency Digital Anda Sudah Siap Menghadapi Era Pencarian AI
Software Manufaktur: Solusi Cerdas untuk Industri yang Tidak Bisa Lagi Bergantung pada Cara Manual
Delapan Rencana Aksi OJK Didukung PROPAMI, Fokus Benahi Pasar Modal
Menukar Mata Uang Lebih Mudah dan Menguntungkan bersama Dolarindo Money Changer

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Kolaborasi OJK, BEI dan Profesi Jadi Kunci Penguatan Pasar Modal Indonesia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Laporan Penjualan Selalu Meleset? Bukan Salah Sales, Ini yang Jadi Akar Masalahnya

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:29 WIB

Mengapa Rayap Mampu Merusak Bangunan dalam Waktu Lama?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:03 WIB

Cara Membuat Brand Anda Disebut ChatGPT: Panduan Praktis untuk Bisnis Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:52 WIB

5 Tanda Agency Digital Anda Sudah Siap Menghadapi Era Pencarian AI

Berita Terbaru