Susu Anak Susah Larut? Kenali Faktor Kelarutan dan Cara Menyeduh yang Tepat

- Pewarta

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABARNEWS.COM, Jakarta – Bubuk susu anak yang menggumpal saat diseduh sering membuat Mom bertanya-tanya, apakah masalahnya ada pada produk atau cara penyajiannya. Kelarutan menjadi salah satu hal yang mulai diperhatikan konsumen, termasuk pada produk seperti AceKid yang menghadirkan teknologi flash dissolution untuk membantu bubuk lebih cepat dan mudah larut dalam air tanpa meninggalkan gumpalan.

Kelarutan berkaitan dengan pengalaman menyiapkan susu. Bubuk yang tidak tercampur merata dapat membuat konsentrasi minuman tidak sesuai dengan aturan penyajian pada kemasan.

Namun, kelarutan bukan penilaian atas kandungan nutrisi. Susu yang mudah larut belum tentu menjadi susu cocok bagi setiap anak, dan sebaliknya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor yang mempengaruhi kelarutan

Pertama, karakteristik bubuk. Ukuran partikel, kepadatan, kandungan lemak, serta cara bubuk dibentuk saat produksi dapat memengaruhi kemampuannya menyerap air.

Kedua, suhu air. Air yang terlalu dingin membuat bubuk lebih sulit menyerap cairan sehingga berpotensi menyisakan butiran.

Ketiga, urutan penyajian. Air sebaiknya dimasukkan lebih dahulu sesuai volume yang dianjurkan, kemudian bubuk ditambahkan menggunakan sendok takar bawaan produk.

Keempat, cara mencampur. Pengadukan atau pengocokan yang terlalu singkat dapat menyisakan bubuk di dasar wadah, sedangkan pengocokan berlebihan dapat menghasilkan banyak busa.

Kelima, kelembapan penyimpanan. Sendok yang basah, tutup yang tidak rapat, atau penyimpanan di tempat lembap dapat membuat bubuk menggumpal sebelum diseduh.

Keenam, rasio air dan bubuk. Bubuk yang ditambahkan melebihi petunjuk membuat larutan lebih pekat sehingga lebih sulit tercampur merata.

Suhu air perlu diperhatikan

Susu formula bubuk bukan produk steril. Karena itu, air yang digunakan harus berasal dari sumber aman dan telah dimasak hingga mendidih.

Untuk formula bayi bubuk, Organisasi Kesehatan Dunia menganjurkan penggunaan air matang bersuhu tidak kurang dari 70 derajat Celsius agar risiko mikroorganisme dapat dikurangi.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan agar susu yang telah dilarutkan segera dikonsumsi dan sisa susu dibuang setelah dua jam.

Sebagian produk memiliki petunjuk suhu berbeda karena mengandung komponen yang sensitif terhadap panas. Dalam kondisi tersebut, aturan pada kemasan dan arahan tenaga kesehatan tetap harus diikuti.

Setelah diseduh, dinginkan wadah dengan air mengalir atau letakkan dalam air dingin tanpa membiarkan air masuk ke dalam botol. Uji suhu di bagian dalam pergelangan tangan sebelum diberikan.

Cara menyeduh yang tepat

Mulailah dengan mencuci tangan menggunakan sabun, lalu keringkan. Pastikan botol, gelas, sendok, dan permukaan kerja dalam kondisi bersih.

Masukkan air matang sesuai volume yang tercantum pada kemasan. Tambahkan bubuk dengan jumlah takaran yang dianjurkan menggunakan sendok dari kemasan yang sama.

Tutup wadah, lalu campur sesuai petunjuk hingga tidak ada butiran yang tersisa. Periksa bagian dasar wadah untuk memastikan bubuk benar-benar larut.

Jangan mengurangi bubuk untuk berhemat atau menambahkannya agar susu dianggap lebih bergizi. Perubahan rasio dapat mengubah konsentrasi nutrisi yang diterima anak.

Hindari memanaskan susu menggunakan microwave karena pemanasan dapat berlangsung tidak merata dan berisiko melukai mulut anak.

Setelah selesai, tutup kemasan dengan rapat. Simpan produk di tempat sejuk dan kering, serta pastikan sendok takar tetap bersih dan kering.

Teknologi kelarutan AceKid

AceKid Activegro Stage 3 untuk anak usia 1 sampai 3 tahun menggunakan natural whole milk (susu segar) sebagai bahan utama. Produk hasil kolaborasi FEIHE International dan MAKUKU Indonesia ini diklaim sebagai susu pertumbuhan pertama di Indonesia terbuat dari susu segar.

Bahan bakunya berasal dari kawasan sekitar 47 derajat lintang utara yang disebut golden milk source, dengan pendekatan natural and fresh dari peternakan hingga produksi. Melalui konsep traceable milk source, asal susunya dapat ditelusuri.

Susu segar tersebut diproses menggunakan sistem one-step fresh dalam rangkaian langsung menjadi produk bubuk sekitar dua jam .

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengingatkan orang tua agar menilai produk secara menyeluruh dan tidak berhenti pada klaim di kemasan.

“Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut,” kata Prof. Rini.

Dari sisi formulasi, AceKid diposisikan sebagai susu tanpa maltodekstrin dan susu tanpa perisa sintetik, serta tidak menggunakan tambahan sukrosa maupun sirup jagung .

Kelarutan bukan klaim kesehatan

Teknologi flash dissolution membantu bubuk lebih cepat dan mudah larut tanpa menyisakan gumpalan. Namun, teknologi tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa produk mampu mencegah sembelit, diare, atau gangguan pencernaan.

Begitu pula dengan istilah penyerapan lebih baik dan pencernaan nyaman. Keduanya tidak dapat dimaknai sebagai hasil yang pasti karena respons anak dipengaruhi usia, pola makan, alergi, kondisi kesehatan, dan keseluruhan formulasi.

Hasil FGD AceKid terhadap 1.300 ibu mencatat 56 persen responden pernah mengalami masalah ketika mencoba susu formula. Masalah pencernaan seperti sembelit atau mencret menjadi alasan pergantian produk paling banyak disebut, yakni 34 persen, disusul rekomendasi dokter atau teman sebesar 22 persen dan alergi 11 persen .

Sebelum menyimpulkan produk tidak sesuai, periksa kembali takaran, suhu air, kebersihan alat, dan cara penyimpanan. Lakukan pula Cek Komposisi untuk memahami bahan utama, sumber protein dan karbohidrat, perisa, serta informasi alergen.

Susu pertumbuhan berfungsi sebagai pelengkap makanan beragam untuk anak usia 1 sampai 3 tahun. Jika anak mengalami keluhan berulang seperti muntah, diare berkepanjangan, ruam luas, atau berat badan yang tidak bertambah, konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau tenaga kesehatan.[]

Berita Terkait

Tingkatkan Branding Lewat SMM Panel Indonesia
Tips Merencanakan Pembangunan Rumah dan Memilih Kontraktor yang Tepat
Jasa Desain Interior Rumah Berpengalaman, Investasi untuk Hunian yang Nyaman
Solusi Membasmi Hama Rayap Rumah di Kota Surabaya
Rahasia Sepatu Tetap Mengilap dan Awet, Shine & Go Rahasianya
Di Tengah Cuaca Tak Menentu, Bidan Jadi Penjaga Harapan Keluarga
Main Makin Seru! Ini Tips Top-Up Free Fire Bijak dan Anti Rugi
Street Jersey Indonesia: Solusi Pembuatan Jersey Custom Sesuai Keinginan di Jakarta
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Susu Anak Susah Larut? Kenali Faktor Kelarutan dan Cara Menyeduh yang Tepat

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:24 WIB

Tingkatkan Branding Lewat SMM Panel Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:32 WIB

Tips Merencanakan Pembangunan Rumah dan Memilih Kontraktor yang Tepat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:01 WIB

Jasa Desain Interior Rumah Berpengalaman, Investasi untuk Hunian yang Nyaman

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:51 WIB

Solusi Membasmi Hama Rayap Rumah di Kota Surabaya

Berita Terbaru