Gunakan Mesin Pembakar, Desa Banjar Waru Atasi Volume Sampah Satu Ton Perhari

- Pewarta

Kamis, 31 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pemerintah Desa Banjar Waru Atasi Volume Sampah Satu Ton Perhari Gunakan Mesin Pembakar. (Dok. Apakabarbogor.com/Iwan)

pemerintah Desa Banjar Waru Atasi Volume Sampah Satu Ton Perhari Gunakan Mesin Pembakar. (Dok. Apakabarbogor.com/Iwan)

APAKABAR NEWS – Sampah yang seringkali menjadi polemik ditengah masyarakat, bahkan jika ada kejadian bencana, tidak sedikit muncull tudingan, sampah adalah salah satu penyebab nya.

Sebagai bentuk upaya penanganan nya, pemerintah Desa Banjar Waru kecamatan Ciawi, bersama warga dan ecovilage yang ada mengolah sampah berbasis incenerator, yang dinilai ramah lingkungan.

Kepala Desa Banjar Waru Abdul Rahman mengatakan, walaupun belum sepenuhnya tertangani di wilayah, dengan adanya mesin pengelolaan tersebut, sedikit nya bisa mengurangi volume sampah di Desa yang dipimpin nya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sangat membantu minimal mengurangi, sekarang sudah 5 Rw yang ter cover dari alat itu, sementara diwilyah lain nya penangulangan pengurangan sampah masih manual”, katanya.

Abdurahman mengungkapkan, kelebihan mesin pengolahan sampah yang dimiliki Desa Banjarwaru tidak menggunakan bahan bakar minyak ataupun daya listrik.

“Menggunakan kayu bakar dengan 0% asap, tapi mesin pengolah itu mampu membakar sampai 1 ton perharinya, ” ungkapnya.

Sementara menurut Narso ketua ecovilage Banjar Waru, selama Kurang lebih satu tahun pengelolaan sampah organik maupun non organik telah berjalan .

“Mesin yang kita pake sudah lolos uji emisi, secara umum sudah layak di gunakan, ” katanya.

Menurut nya, pengelolaan sampah yang dilakukan di Desa Banjar Waru sudah banyak kedatangan dari luar daerah Bogor untuk study banding.

“Ada beberapa yang datang ,dari Pemalamg jawa tengah dan dari Lumajang jawa Timur, bahkan dari dlh kabupaten Bogor juga sudah 2 kali datang,” tuturnya.

Dengan adanya hal tersebut Heri salah seorang warga Desa Banjar Waru mengaku sangat mengapresiasi, namun pihak pengelola kurang men sosialisasikan nya.

“Bagus, cuman kurangnya sosialisasi ke masyarakat, termasuk ke rt dan rw, se hingga terjadi mis di masyarakat, menurut saya harus lebih ditingkatkan sosialisasi dan harus ada sistem yang lebih baik, ” ungkapnya. (Wan)

Berita Terkait

Isu Lama Terangkat Ulang: Status Hukum Agusrin Diduga Sudah SP3 Sejak Lama
PROPAMI Care Pastikan Kehadiran Nyata dalam Pemulihan Pascabencana
Rumah Nyaman dan Senyap Berkat Isian POLYSTYRENE – Lihat Demo Langsung Pintu Kodai di MEGABUILD Indonesia 2025!
RUA RUALB PROPAMI 2024: Perubahan AD dan Evaluasi Kinerja Pengurus Jadi Fokus dalam Rapat di Ancol
Kang Ade dan Jo Project POP Hadirkan Sentuhan Humanis di Bimbingan Teknis ASN Disnaker Indramayu!
Harmonisasi Kebijakan Sertifikasi: LSP KPK dan BNSP Tingkatkan Kerja Sama Kompetensi Profesional
Usai Tegur 5 Orang yang Mencurigakan, Pria di Tambora, Jakarta Barat Malah Jadi Korban Pembacokan
Business Matching Jakarta: BNSP dan TOYO Work Group Jepang Fokus pada Sertifikasi Kompetensi Pekerja Migran

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 23:57 WIB

Isu Lama Terangkat Ulang: Status Hukum Agusrin Diduga Sudah SP3 Sejak Lama

Senin, 19 Mei 2025 - 13:07 WIB

PROPAMI Care Pastikan Kehadiran Nyata dalam Pemulihan Pascabencana

Senin, 21 April 2025 - 16:12 WIB

Rumah Nyaman dan Senyap Berkat Isian POLYSTYRENE – Lihat Demo Langsung Pintu Kodai di MEGABUILD Indonesia 2025!

Jumat, 27 September 2024 - 16:22 WIB

RUA RUALB PROPAMI 2024: Perubahan AD dan Evaluasi Kinerja Pengurus Jadi Fokus dalam Rapat di Ancol

Senin, 23 September 2024 - 16:35 WIB

Kang Ade dan Jo Project POP Hadirkan Sentuhan Humanis di Bimbingan Teknis ASN Disnaker Indramayu!

Berita Terbaru