APAKABAR NEWS – Dugaan adanya pengrusakan saluran Daerah Irigasi (DI) Cikereteg-Rancamaya oleh PT Balina Agung Perkasa (BAP).
Vendor ekspedisi produk air minum merk Aqua di Kampung Ranji, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, ternyata sudah didengar dewan Kabupaten Bogor asal daerah pemilihan (Dapil) 3, Tutty Alawiyah.
Politisi Fraksi Gerindra ini pun mengaku prihatin dengan adanya perusakan saluran air dengan cara melakukan penutupan oleh pihak perusahaan distributor air kemasan galon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terkait adanya info tersebut, kami sangat prihatin dan meminta agar segera dinormalisasi seperti sediakala,” kata kata Tuty Alawiah
Tutty mengungkapkan, para pengusaha swasta di Kabupaten Bogor, sudah sewajarnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.”
” Alasannya, mereka membuka usaha dan mencari uang di Bogor. Cari uang dari Bogor maka harus juga dinikmati oleh warga Bogor.
“Usahakan dalam satu minggu sudah normal kembali irigasinya. Sekali lagi jangan merugikan masyarakat sekitar, mereka adalah mitra,” paparnya.
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Menurutnya, menutup saluran irigasi Cikereteg- Rancamaya berpotensi memunculkan bencana bagi warga sekitar.
“Kita tidak mau ini terjadi. Pada saatnya kalau terjadi sesuatu yang akan rugi perusahaan itu juga, jangan sampai ini terjadi,” tegas Tutty yang juga sebagai Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor.
Setiap pengusaha yang membuka usaha di Kabupaten Bogor, Tuty juga menghimbau, harus peduli dan memberi manfaat kepada masyarakat Bogor.
“Kita harus maju bersama, usaha maju warga sejahtera. Dengarkan juga aspirasi masyarakat,” tutur Dia.
Sementara, informasi akan adanya peninjauan ke lokasi proyek perluasan pembangunan lahan parkir PT BAP oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III, hingga saat ini belum juga dilakukan.
“Nanti langsung pak UPT yang akan turun meninjau ke lokasi,” ujar Dedi Junaedi, pengawas irigasi Kecamatan Ciawi pada UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III. (Wan)








