APAKABAR NEWS – Jika tanpa kejujuran, percuma mengatakan diri sebagai Pancasila tetapi tidak Pancasilais. Mengaku beragama tapi tidak agamis sama sekali.
Meski kepolisian diberi anggaran yang melebihi dari TNI sekalipun, namun bila birokrasi tidak dibenahi tentu akan sia-sia.
Hanya membuat iri institusi pertahanan saja, bila keamanan dan kenyamanan warga negara tetap sulit dijamin oleh kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal bila kita sadari, peran masyarakat sangat penting dalam membantu tugas Aparat Penegak Hukum.
Mereka sering memberikan informasi dini terkait kejahatan imigrasi, kejahatan korupsi, kejahatan seksual, kejahatan narkoba, kejahatan prostitusi dan lainnya.
Namun, adakah rasa terima kasih polisi kepada masyarakat? Jawabannya bisa anda evaluasi pada kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Bila tidak ditekan oleh opini masyarakat tentu kinerja polisi dalam menangani pembunuhan tersebut akan berlangsung lama. Lagi – lagi partisipasi masyarakat yang membantu.
Baca Juga:
Hisense Hadirkan AI Companion Suite, Wujudkan Konsep “Social Kitchen”
Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC
New Asia Forum Bidik Investasi US$30 Miliar untuk “New Asia” Lewat Edisi Perdana di Bali
Lanjutkan dengan melihat perlakuan polisi saat menghadapi demonstrasi. Mengapa mereka sulit untuk memutuskan diri sebagai penengah?
Meminta perwakilan demonstran sekira 22 orang untuk masuk ke ruang birokrat
Kesimpulan pertemuan Kapolri dengan anggota parlemen yang baru terjadi beberapa lalu dapat disimpulkan:
1. Kepolisian sedang dalam ujian.
2. Perlu diambil hikmahnya untuk melakukan revolusi birokrasi di tubuh polisi.
3. Kapolri sudah melakukan hal yang tepat meski lambat.
4. Nasihat-nasihat yang sifatnya dukungan moral diperlukan untuk polisi.
5. Pujian-pujian seakan hanya merupakan gimik belaka.
Sayangnya pertemuan tersebut tidak ada detail kritik yang sifatnya struktural dalam sistem kelembagaan.
Yang kami kuatirkan ini belum puncak es masalah di tubuh Polri. Sekali lagi, kita perlu revolusi birokrasi di tubuh Polri.
Baca Juga:
Andrea van Diemen: Dari Indonesia, Menemukan Diri Melalui Seni di Australia
ANTA Sports Rampungkan Akuisisi 29,06% Saham PUMA dan Jadi Pemegang Saham Terbesar
Oleh: Suta Widhya SH, Pengacara Rakyat.***










