Mengapa Pasar Solar Gelap Merajalela? Salah Satunya Karena Disparitas Harga Solar

- Pewarta

Selasa, 18 April 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Ilustrasi Pengisian BBM. (Pixabay.com/JirkaF)

Ilustrasi Pengisian BBM. (Pixabay.com/JirkaF)

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

APAKABARNEWS.COM – Mereka bisa meraup untung puluhan triliun dari penjualan solar kencingan

Konon harga solar dipasar gelap kata sebuah informasi yang dapat dipercaya sekitar Rp. 13.000 per liter.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi selisihnya dengan solar subsidi resmi yang dijual pertamina mencapai Rp. 6.150 setiap liternya.

Bayangkan jika separuh dari solar subsidi tersebut diselewengkan maka jumlahnya dapat mencapai 9 juta kilo liter atau 9 miliar liter.

Jika setiap liter dapat untung Rp. 6.150 maka keuntungan yang mampu diraup pedagang solar gelap mencapai Rp. 55 triliun.

Sejatinya solar gelap itu adalah solar curian. Sumber solar gelap semacam ini pasti dicuri dari sumber resmi yang merupakan jalur distribusi solar subsidi.

Solar gelap tidak mungkin merupakan barang seludupan dari luar negeri dikarenakan diluar negeri harga solar lebih mahal.

Dengan demikian maka sesungguhnya solar gelap tersebut adalah solar milik negara yang seharusmya digunakan buat masayarakat miskin.

Juga untuk angkutan transportasi logistik, keberadaan solar subsidi katanya untuk menekan inflasi dan menjamin harga solar terjangkau oleh masyarakat.

Tapi masalahya adalah harga solar subsidi dengan solar komersial terpaut sangat jauh.

Harga solar subsidi Rp. 6.850 per liter, sedangkan harga solar komersial mencapai Rp. 17.000 per liter.

Ini disparitas harga nya terlalu lebar. Inilah yang merangsang semua orang dalam rantai supply solar melakukan pencurian.

Bayangkan jika 10 persen saja solar subsidi ini dicuri maka jumlahnya mencapai 1,8 miliar liter.

Dengan harga solar black market sebesar Rp.. 13.000 per liter maka artimya maling solar bisa mendapatkan untung Rp. 11 triliun. Itu keuntungan minimal.

Jadi selisih harga yang terpaut sangat jauh inilah yang menimbulkan moral hazard pihak pihak yang ada dalam rantai distribusi solar subsidi.

Sementara pengawasan sangat lemah. Kasus kasus solar gelap tidak banyak yang dapat diungkap.

Mereka berada dalam jaringan yang sangat rapi. Kok bisa ya kejahatan begitu rapi?.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Perkuat Sistem Manajemen melalui Pelatihan Audit Internal ISO dengan Levner
SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:14 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Kamis, 10 September 2026 - 16:16 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:05 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 14:15 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terbaru