Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Dua Anggota Junta Militer Myanmar

- Pewarta

Rabu, 24 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Demo. /Pixels.com/Markus Spiske

Ilustrasi Demo. /Pixels.com/Markus Spiske

APAKABAR NEWS – Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap dua anggota junta militer Myanmar dan mengancam tindakan lebih lanjut atas kudeta. 

Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan mengatakan langkah itu ditujukan pada Jenderal Maung Maung Kyaw, yang merupakan panglima angkatan udara, dan Letnan Jenderal Moe Myint Tun, mantan kepala staf militer dan komandan salah satu operasi khusus militer, biro yang mengawasi operasi dari Ibu Kota, Naypyidaw.

“Militer harus membatalkan tindakannya dan segera memulihkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis di Burma, atau Departemen Keuangan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut,” kata departemen tersebut. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemogokan massal terhadap pemerintahan militer menutup bisnis di Myanmar dan kerumunan besar berkumpul dengan damai meskipun ada kekhawatiran akan kekerasan usai pihak berwenang memperingatkan bahwa konfrontasi mematikan.

Tiga minggu setelah merebut kekuasaan, junta gagal menghentikan protes harian dan gerakan pembangkangan sipil yang menyerukan pembalikan kudeta dan pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi. (rad)

Berita Terkait

Irak Hidupkan Kembali Kilang Minyak Baiji Setelah Konflik Berkepanjangan
Suriah Tarik Pasukan dari Suwayda Usai Israel Serang Warga Druze
Tiongkok Dukung Iran Gunakan Nuklir Secara Damai, Tolak Tekanan Barat
Lebih dari 200 Demonstran Bentrok dengan Garda Nasional di LA, Gas Air Mata Dilepaskan Brutal
Sebelum Dirawat, Paus Fransiskus Sempat Berselisih dengan Kardinal Soal Defisit Keuangan Vatikan
Sebelum Dirawat, Paus Fransiskus Sempat Berselisih dengan Kardinal Soal Defisit Keuangan Vatikan
Kelompok Bersenjata Asal Lebanon Hizbullah Secars Resmi Akui Kehilangan Jalur Pasokan Melalui Suriah
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina

Berita Terkait

Senin, 4 Agustus 2025 - 13:41 WIB

Irak Hidupkan Kembali Kilang Minyak Baiji Setelah Konflik Berkepanjangan

Sabtu, 19 Juli 2025 - 08:00 WIB

Suriah Tarik Pasukan dari Suwayda Usai Israel Serang Warga Druze

Jumat, 11 Juli 2025 - 14:47 WIB

Tiongkok Dukung Iran Gunakan Nuklir Secara Damai, Tolak Tekanan Barat

Selasa, 10 Juni 2025 - 15:07 WIB

Lebih dari 200 Demonstran Bentrok dengan Garda Nasional di LA, Gas Air Mata Dilepaskan Brutal

Senin, 3 Maret 2025 - 13:39 WIB

Sebelum Dirawat, Paus Fransiskus Sempat Berselisih dengan Kardinal Soal Defisit Keuangan Vatikan

Berita Terbaru