Ancaman Negara Kleptokrasi dan Urgensi Revolusi Mental bagi Para Pimpinan Indonesia

- Pewarta

Senin, 17 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi QRIS. (Dok. Qris.id)

Ilustrasi QRIS. (Dok. Qris.id)

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

APAKABARNEWS.COM – Belakangan ini tersebar video cctv yang memperlihatkan seorang oknum yang mengganti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kotak amal di beberapa masjid dengan QRIS palsu.

Pelaku sudah ditangkap oleh Polda Metro Jaya bernama Mohammad Iman Mahlil, 37. Media memberitakan bahwa dia seorang pegawai bank BUMN.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahlil menjabat sebagai Auditor (Oktober 2014 – Oktober 2016), Assistant Manager (Oktober 2016 – Desember 2017), hingga terakhir Government’s Project Relationship (Januari 2018 – saat ini).

Dari profilnya menjelaskan bahwa dia orang yang pintar, tapi kenapa dia mengakali Jamaah mesjid? Ini adalah sebuah fenomena yang menarik.

Sebab prilaku semacam ini kerap terjadi dan sebagian disebabkan karena adanya mental disorder yang disebut kleptomania pada diri si pelaku.

Semakin canggih perkembangan bentuknya pun semakin berkembang seperti yang terjadi pada kasus ini.

Sebelumnya Kementerian Keuangan pun tercoreng oleh tindakan akal-akalan pejabat pajak yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dengan mengemplang pajak.

Dan mungkin saja ini adalah bentuk dari mental disorder yang disebut kleptomania.

Apakah penyakit klepto sudah menjalar begitu besar?

Kasus korupsi banyak terjadi di Indonesia dan mungkin saja sebagian penyebabnya adalah gangguan jiwa yang bernama klepto.

Korupsi ini sudah mengakar secara sistemik sehingga sampai saat ini Indonesia belum bisa terbebas. Dan kasus korupsi ini banyak dilakukan oleh para pejabat.

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pejabat ambil uang rakyat, menggunakan fasilitas rakyat untuk kepentingan pribadi.

Juga penyalahgunaan bansos, penyalahgunakan jabatan untuk mendapatkan keuntungan dari eksploitasi sumber daya alam dan lain-lain.

Apakah pantas jika fenomena ini disebut sebagai Kleptokrasi?

Kleptokrasi adalah suatu sistem pemerintahan di mana para pemimpinnya memanfaatkan kekuasaan mereka untuk mencuri.

Bai mencuri uang maupun sumber daya negara untuk keuntungan pribadi atau kelompok mereka, sehingga merugikan negara dan rakyatnya.

Jika masih banyak terjadi korupsi yang dilakukan oleh para pejabat di negara ini maka wajar jika dibilang bahwa negara ini sebagai negara kleptokrasi.

Karena sebagian dikelola oleh orang-orang yang sakit jiwa pengidap klepto. Untuk itu Revolusi mental bangsa Indonesia harus dilakukan.***

Berita Terkait

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025
Investigasi Independen Dugaan Makar, NasDem Tegaskan Dukungan Pada Presiden
Mengakhiri “Serakahnomics”: Negara Ambil Alih Aset Demi Keadilan
KPK Panggil Yaqut Soal Kuota Haji Khusus, Pemerintah Diminta Benahi Sistem
Negara Kawal Jaksa Khusus: Pengamanan Ketat Rumah Febrie Adriansyah Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:15 WIB

Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden

Kamis, 18 September 2025 - 11:57 WIB

10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional

Senin, 15 September 2025 - 07:21 WIB

Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025

Rabu, 3 September 2025 - 09:21 WIB

Investigasi Independen Dugaan Makar, NasDem Tegaskan Dukungan Pada Presiden

Berita Terbaru