“Keputusan untuk memilih membuat mobile labs ini sangat tepat. Kenapa, karena kita ingin memotong rantai penularan Covid-19 dengan mengetahui siapa yang tertular dan siapa yang tidak, yang kita tes adalah orang yg memiliki riwayat kontak atau bergejala dan ketika kita melakukannnya kita perlu kapasitas tes yang tinggi,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati mengatakan, kolaborasi berbagai pihak terutama masyarakat yang peduli sehingga terwujudnya mobile lab ini.
“Dengan adanya Mobile Lab PCR Test berstandar BSL-2 ini diharapkan dapat membantu para tenaga kesehatan dalam pengecekan Covid-19 di masyarakat, dan agar mempermudah menjangkau ke Wilayah Zona Merah di DKI Jakarta,” kata Tomy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mobile Lab PCR Test Covid 19 BSL 2 ini merupakan laboratorium kesehatan bergerak yang dilengkapi dengan peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan memiliki standar BSL-2 sehingga dapat mengecek seseorang telah terinfeksi virus COVID-19 dengan estimasi waktu 4 jam/sampel pasien.
Hasil pengecekan dapat diketahui oleh pasien paling lambat 1×24 jam.
Selanjutnya, ketiga Mobile Lab ini akan mengerjakan sampel swab dari RSUD Tanah Abang, Puskesmas Tanah Abang dan sekitarnya, RSUD Koja, Puskesmas Koja dan sekitarnya, RSUD Budi Asih, Puskesmas Kramat Jati dan sekitarnya, sekaligus melayani pemeriksaan sampel swab untuk follow up pasien perawatan di RSUD tersebut, serta tracing kontak erat yang dilaksanakan Puskesmas yang berada di wilayah setempat.
Selain itu Mobile Lab ini juga akan sangat berguna untuk keperluan medis lainnya, seperti riset biologi, pengujian klinis, dan bahkan analisis untuk epidemik Hi-Risk virus seperti A-H1N1 Swine Flu, H5N1 AVIAN Flu/Bird Flu, FMD, TB, Salmonella dan lain sebagainya. (rad)
Halaman : 1 2







