Home / Nasional

Kamis, 19 Mei 2022 - 13:13 WIB

Berkas Perkara 3 Tersangka Kasus Gagal Bayar KSP Indosurya Diserahkan ke Kejaksaan

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, (Facebook.com/Indosurya Palangkaraya)

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, (Facebook.com/Indosurya Palangkaraya)

APAKABAR NEWS – Kasus gagal bayar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta masih terus bergulir.

Terkini, kepolisian telah menyerahkan kembali berkas perkara dari ketiga tersangka ke Kejaksaan.

“Perkembangan penanganan perkara koperasi simpan pinjam indosurya cipta pada hari Jumat, 13 Mei 2022.”

“Penyidik melakukan pengiriman berkas kembali ke JPU, ada tiga berkas,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu 18 Mei 2022.

Baca Juga:  Kapolri Terbitkan Maklumat Kepatuhan Prokes Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Gatot menjelaskan, berkas perkara yang diserahkan atas nama HS, SA dan JI.

Sebelumnya, berkas ini telah diserahkan ke Kejaksaan namun dikembalikan untuk proses pelengkapan.

“Berkas tersangka atas nama HS, SA, dan JI yang telah dilengkapi sesuai dengan petunjuk jaksa atau P19 dari Kejaksaan namun berkat perkara tersebut sudah diterima oleh Kejaksaan Agung dan telah berkoordinasi dengan JPU,” jelasnya.

Baca Juga:  Waspada, BMKG Perkirakan Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Berlangsung Hingga Maret

Seperti diketahui, KSP Indosurya dikabarkan menghimpun dana secara ilegal dengan menggunakan badan hukum Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta sejak November 2012 sampai Februari 2020.

Kasus ini mencuat usai koperasi mengalami gagal bayar.

Adapun penyidik telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam (KSP) Indosurya.

Empat tersangka itu diantaranya berinisial HS, SA, JI, serta Indosurya sebagai korporasi.

Baca Juga:  Moeldoko Desak Pemda Bentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah, Begini Urgensinya

Dalam hal ini, Indosurya dan tersangka JI dipersangkakan dalam Pasal Perbankan dan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sementara untuk tersangka HS dan SA dijerat dengan Pasal 46 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 10 miliar sampai Rp 20 miliar.***

Share :

Baca Juga

Nasional

dr Reisa Menyebut Satu Kali Suntik Vaksin Tak Bisa Kebal 100 Persen dari Covid-19

Nasional

Kehadiran Negara di Pelosok Tanah Air Harus Bisa Berikan Rasa Aman

Nasional

Bukan Sekedar Pelengkap, Lebaran Ketupat Miliki Arti yang dalam bagi Warga Desa Mlati

Nasional

KM Sinar Mas Terbakar di Laut Natuna, Begini Cara KRI Sultan Taha Syaifudin Beri Pertolongan

Nasional

Kekalahan Kartini Menjadi Sumber Inspirasi, Berlapang Hati adalah Jalan Terbaik bagi Semua

Nasional

Presiden Jokowi ke Rumpin, Tinjau Lokasi Pembangunan Pusat Perbenihan

Nasional

Selidiki Black Box, KNKT Unduh Data FDR Sriwijaya Air SJ-182

Nasional

Mutasi Virus India Sudah Sampai di Indonesia, Ada di Jawa Barat, Sumatera dan Kalimantan Selatan