Sehingga waktu yang tersisa untuk proses evakuasi masyarakat masih 15 menit, apabila datangnya tsunami pada menit ke-20 seperti yang diskenariokan terburuk untuk tsunami akibat gempabumi megathrust di dasar Samodra Hindia sebelah selatan Pulau Jawa atau di sebelah barat Pulau Sumatera.

Perlu dicatat bahwa BMKG Jepang (Japan Meteorological Agency) sudah mampu memberikan Peringatan Dini Tsunami pada menit ke tiga setelah guncangan gempabumi terekam seismograph, 2 menit lebih cepat daripada peringatan dini oleh Indonesia di tahun 2018. 

Saat itu Jepang merupakan negara tercepat di dunia dalam memberikan Peringatan Dini Tsunami.

Sejak 2019 BMKG Indonesia mulai mengembangkan Inovasi Teknologi dengan melahirkan Warning Receiver System New Generation (WRS -NG), sehingga BMKG Indonesia dapat memberikan informasi gempabumi pada menit ke-2 setelah gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami mulai menit ke-3 sampai menit ke-4 setelah gempabumi terekam, seperti halnya Jepang.

Secara otomatis seketika peringatan dini tersebut dapat disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi, baik melalui SMS blasting, media sosial @infoBMKG, telegram, Aplikasi Mobile Phone Info BMKG, Youtube, televisi, dan website.

Namun belajar dari pengalaman kejadian tsunami yang tidak lazim (inconventional tsunami) seperti yang terjadi di Palu pada 2018, waktu datangnya tsunami pada menit ke-2 dan ke-3, yang berarti lebih cepat dari Peringatan Dini, maka saat ini BMKG sedang berupaya agar dapat memberikan peringatan dini pada menit ke-2 hingga ke-3 setelah gempabumi terjadi.

Bahkan juga disiapkan tambahan kanal komunikasi khusus melalui HT, agar Peringatan Dini dapat tetap tersebar ke masyarakat meskipun jaringan internet, telpon selular ataupun listrik lumpuh saat terjadi gempabumi.