“Selama Covid kami memang menangis tapi sebelum Covid, kami pernah dikunjungi dari maluku Utara melakukan Study banding konsep desa wisata, bahkan pernah juga ada kunjungan wisata kesini dari PT. Preepot Papua, ” Ungkap nya.
Ditempat yang sama Kepala Desa (Kades) Batu Layang Iwan Setiawan juga memaparkan, berawal sejak tahun 2009 Desa wisata ini terbentuk seiring waktu dan perkembangan nya terus berjalan hingga saat ini.
“Alhamdulillah Desa wisata ini melibatkan banyak masyarakat, sedikit banyak nya bisa membantu perekonomian, dengan ada nya pengunjung,” Papar nya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Iwan juga menerangkan, masyarakat sudah banyak dibekali pelatihan, untuk menambah penghasilan dengan menjual barang hasil kerajinan ke para pengunjung.
“Hasil kerajinan warga yang paling diminati pengunjung ada Rajutan. Waktu itu hasil pelatihan oleh kementerian, ada juga minuman khas. Wedang Batulayang,” Terang nya. *(Apakabarbogor.com/Iwan)
Halaman : 1 2







