Perusahaan Lindeteves ini merupakan pusat perkulakan alat berat. Lindeteves Stokvis and FA termasuk salah satu unit usaha pabrikasi kontruksi baja terkemuka di VOC.
Oleh karena itu, ketika di masa pendudukan Jepang, gedung ini dijadikan bengkel untuk senjata berat dan kendaraan perang atau disebut juga Kitahama Butai.
Gedung Lindeteves sempat jatuh ke tangan Jepang dijadikan bengkel reparasi kendaraan tempur. Gedung ini dinilai kokoh juga lantaran kontruksi beton bertulang dan selamat dari pertempuran Surabaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian ada 1 Oktober 1945, bengkel ini direbut oleh pemuda Indonesia dengan perolehan banyak meriam ringan, kendaraan panser serta tank. Ini seperti tertulis dalam piagam di gedung tersebut.
Bangunan ini masuk dalam cagar budaya sesuai SK Walikota Nomor 188.45/251/402.104/1996 dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Gedung Lindeteves masih dipakai oleh Bank Mandiri. (Sketsa karya: Eko S Darmansyah Instagram @eko_tcetihcra)
Halaman : 1 2








