Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi dan Sulit Dikejar, Berikut 3 Faktor Alasannya

- Pewarta

Senin, 14 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. (Instagram.com/@prabowo)

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. (Instagram.com/@prabowo)

APAKABAR NEWS – Lebih dari setahun terakhir, tingkat keterpilihan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, cenderung stabil berada di posisi teratas dalam berbagai hasil survei sejumlah lembaga.

Ini setidaknya tecermin dalam hasil penelitian teranyar dan dipublikasikan Lembaga Survei Jakarta (LSJ).

Isinya, sebanyak 27,2% responden memilih Prabowo, sedangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang merupakan pesaing terdekatnya, masing-masing meraup 16,3% dan 15,6%.

Peneliti senior LSJ, Fetra Ardianto, menilai, sedikitnya ada tiga faktor yang membuat elektabilitas Prabowo cenderung stabil di papan atas.

Pertama, publik menganggap Menteri Pertahanan (Menhan) itu sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki kinerja terbaik.

“Sebagaimana telah dirilis oleh berbagai lembaga riset, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, adalah menteri dengan kinerja terbaik di atas menteri-menteri lain yang kinerjanya juga baik”.

“Seperti Sandiaga Uno, Sri Mulyani, Nadiem Makarim, dan Erick Thohir,” tuturnya dalam paparan hasil survei LSJ secara daring, Senin 14 Maret 2022.

Faktor kedua, sambung Fetra, publik menilai Prabowo sebagai salah satu tokoh nasional yang mampu menyelesaikan berbagai masalah nasional pasca-kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Tingkat keyakinan publik terhadap kapabilitas Prabowo Subianto melebihi tokoh-tokoh nasional lainnya.”

Terakhir, satu-satunya kompetitor terberat Prabowo adalah Jokowi. Sementara itu, Jokowi, tidak memungkinan untuk kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lantaran telah dua kali berturut-turut memenangi kontestasi.

“Sebab itu, Prabowo Subianto menjadi satu-satunya harapan publik untuk memimpin Indonesia periode 2024-2029,” tandas Fetra.

Survei ini dilaksanakan LSJ pada 18-28 Februari 2022 dengan melibatkan 1.225 responden, yang telah memiliki hak suara, di 34 provinsi se-Indonesia.

Pengambilan sampel menggunakan teknik acak bertingkat (multistage random sampling) dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan bantuan kuesioner.

Adapun rerata simpangan (margin of error) dari hasil penelitian tersebut sekitar 2,8%. Adapun tingkat kepercayaannya (level of confidence) sebesar 95%.***

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Sertifikasi K3 Dipertaruhkan
Pro Kontra Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia Media Circle Serukan Klarifikasi Konstitusional
KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi, Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat
Panglima TNI Geser Jabatan Putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Jabatan Pangkogabwilhan I
Belum Genap Setahun Menjabat Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan, Ini Alasannya
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Daftar Lengkap Nama-nama Pengurus Baru DPP PAN, Termasuk 2 Putri Zulhas dan Deretan Artis Terkenal

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:39 WIB

KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Sertifikasi K3 Dipertaruhkan

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:18 WIB

Pro Kontra Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia Media Circle Serukan Klarifikasi Konstitusional

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:28 WIB

KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi, Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat

Jumat, 2 Mei 2025 - 06:44 WIB

Panglima TNI Geser Jabatan Putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Jabatan Pangkogabwilhan I

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB