Erick Thohir Ungkap Peluang Indonesia Ikut Bidding Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia

- Pewarta

Senin, 5 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Dok. Bumn.go.id

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Dok. Bumn.go.id

APAKABARNEWS.COM – Menteri BUMN yang juga tokoh olahraga nasional Erick Thohir berbicara tentang peluang Indonesia mengikuti bidding tuan rumah Piala Dunia, mengikuti jejak negara Asia yang pernah menjadi tuan rumah edisi sebelumnya.

Menurut Erick di Jakarta, Sabtu, apabila Indonesia ingin mengikuti bidding tuan rumah Piala Dunia maka segalanya harus segera dipersiapkan, terutama pembinaan tim nasional.

Sementara itu dari sisi anggaran, pria yang juga merupakan Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) itu mengatakan tak perlu khawatir karena dana pasti tersedia apalagi Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia pada 2045.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah Qatar 2022, Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar di tiga negara yaitu Kanada, Meksiko, Amerika Serikat. Sementara tuan rumah edisi 2030 baru akan diumumkan pada 2024.

“Kesiapan ada. Dana juga ada. Bukan pemborosan, tapi dana ada…Kemarin Pak Jokowi mengajukan Ibu Kota Negara (IKN) bidding tuan rumah Olimpiade 2036.”

“Kita akan mempunyai ibu kota baru, fasilitas yang makin bagus. Ekonomi kita masuk empat terbesar pada 2045.”

“Jadi uangnya ada kok sebenarnya asal jangan dikorupsi. Jadi apabila 2040 Indonesia ikut bidding Piala Dunia bukan tidak mungkin,” ujar Erick.

Namun, Erick menekankan meski secara infrastruktur dan dana siap, tapi jika prestasi tim nasional masih jauh maka akan sangat sulit bagi Indonesia untuk maju dan memenangi bidding tuan rumah.

“Tapi sekarang yang paling krusial adalah timnasnya. Kami juga tidak mau menjadi tuan rumah tapi kalah sampai 0-7 di pertandingan pertama,” tutur mantan Presiden Inter Milan itu.

Dia menyinggung capaian Jepang dan Korea Selatan kini menjadi dua tim sepak bola Asia yang bisa menembus dominasi Eropa dan Amerika Selatan.

Jepang dan Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 dan saat ini mampu menembus babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar.

Hasil itu, kata Erick, didapat karena pembinaan yang dilakukan secara kontinyu yang membutuhkan waktu 20-30 tahun.

Sementara itu di Indonesia, lanjut Erick, para pemain muda kurang diberi kesempatan berkompetisi di klub karena kalah saing dengan pemain naturalisasi.

“Jepang itu persiapan timnasnya 20-30 tahun. Artinya harus cari rekrut pemain terbaik lalu diberi kesempatan bermain di klub atau sekalian seperti di basket membuat timnas bermain di liga tetapi diisi pemain muda karena mereka harus diberi kompetisi”

“Dengan ratusan pemain sepak bola lalu bermain di kompetisi, berlatih setelah kompetisi, diberi kesempatan bermain di klub. Ini yang harus kita lakukan.”

“Bagaimana kita mau punya timnas yang bagus, fasilitas lapangan latihan belum maksimal. Kompetisi untuk pemain muda tidak maksimal dan kebanyakan pemain naturalisasi,”

“Saya bukan tidak suka naturalisasi. Tapi jika satu klub pemain naturalisasinya banyak… kita harus saling jaga, kita harus duduk bersama klub bagaimana menerapkan strategi menempatkan pemain muda, pemain asing, dan naturalisasi,” pungkasnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Mahasiswa MBKM Sport Clinic UNS Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Cedera Olahraga di KKO SMP Negeri 2 Polokarto
Dukungan Penuh OJK di Gelaran Olahraga PROPAMI CUP
Dicetak oleh Dicetak Ole Romeny, Inilah Detik-detik Presiden Prabowo Subianto Rayakan Gol Timnas Indonesia
Jonathan Christie, Greysia Polii, dan Viktor Axelsen Siap Berlaga di BDMNTN-XL, Tiket Early Bird Sudah Dijual!
Bertemu dengan Presiden Komite Olimpiade Paris, Prabowo Subianto Disambut dengan Sapaan Presiden Terpilih
NS. Aji Martono Bangga dengan Pencapaian Tim-Tim Peserta di Final Tournament Mini Soccer PROPAMI CUP V 2024
Turnamen Mini Soccer V PROPAMI 2024: Meriahkan HUT PROPAMI, Pasar Modal, Jakarta, dan Bhayangkara di Jeruk Purut
Prabowo Subianto Doakan Timnas Indonesia Menang Tanding Lawan Timnas Korsel di Piala Asia 2024

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:38 WIB

Mahasiswa MBKM Sport Clinic UNS Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Cedera Olahraga di KKO SMP Negeri 2 Polokarto

Minggu, 20 Juli 2025 - 02:20 WIB

Dukungan Penuh OJK di Gelaran Olahraga PROPAMI CUP

Kamis, 27 Maret 2025 - 14:51 WIB

Dicetak oleh Dicetak Ole Romeny, Inilah Detik-detik Presiden Prabowo Subianto Rayakan Gol Timnas Indonesia

Jumat, 6 September 2024 - 21:36 WIB

Jonathan Christie, Greysia Polii, dan Viktor Axelsen Siap Berlaga di BDMNTN-XL, Tiket Early Bird Sudah Dijual!

Senin, 29 Juli 2024 - 11:00 WIB

Bertemu dengan Presiden Komite Olimpiade Paris, Prabowo Subianto Disambut dengan Sapaan Presiden Terpilih

Berita Terbaru