Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan Indonesia, BMKG Berikan Peringatan Dini

- Pewarta

Senin, 6 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG memberikan peringatan dini soal gelombang tinggi hingga empat meter.
 (Pexels.com/Emiliano Arano)

BMKG memberikan peringatan dini soal gelombang tinggi hingga empat meter. (Pexels.com/Emiliano Arano)

APAKABAR NEWS – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini soal gelombang tinggi hingga empat meter.

Gelombang tinggi itu berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Tanah Air pada 6-7 Juni 2022.

Menurut BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 4 – 15 knot.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6 – 20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian barat, perairan selatan Banten dan Jawa Barat, Laut Banda bagian barat daya, dan Laut Arafuru,” demikian tulis keterangan BMKG, Senin 6 Juni 2022.

BMKG menerangkan, situasi itu menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan barat Aceh, perairan Pulau Simeulue, dan perairan barat Pulau Nias – Kepulauan Mentawai.

Kemudian, perairan Pulau Enggano – Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten – NTT, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Laut Sawu, Selat Sumba, Laut Banda bagian barat, dan Laut Arafuru.

Lalu pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5 hingga 4,0 meter terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” tulisnya lagi.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).***

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025
Investigasi Independen Dugaan Makar, NasDem Tegaskan Dukungan Pada Presiden

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:15 WIB

Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden

Berita Terbaru