“Ketika kami mengambil game pertama, kami yakin yang lain akan mengikuti,” imbuh pemain 33 tahun itu.
Ia menambahkan, sejak set pertama, mereka hanya ingin menang. Dan ternyata, ambisi, tekad, hasrat itu terealisasi dalam pertandingan ini.
“Selama pandemi ini, kami tidak pernah berhenti berlatih. Kami benar-benar menginginkan (gelar) ini. Terima kasih kepada Thailand yang akhirnya berhasil menggelar turnamen ini,” ucap Greysia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami speechless. Benar-benar speechless,” timpal Apriyani.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu memanfaatkan benar absennya ganda putri nomor satu dunia Chen Qingchen/Jia Yifan asal China serta dua jagoan Jepang yang berstatus nomor dua dan tiga dunia, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota serta Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.
Dalam lima laga, Greysia/Apriyani empat kali menang dua game langsung.
Satu-satunya pertarungan rubber game yang dijalani Greysia/Apriyani adalah ketika menghadapi unggulan ketiga asal Korea Selatan Lee So-hee /Shin Seung-chan. Saat itu, Greysia/Apriyani menang dengan skor 15-21, 21-15, dan 21-16.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








