APAKABAR NEWS – Sampah yang seringkali menjadi polemik ditengah masyarakat, bahkan jika ada kejadian bencana, tidak sedikit muncull tudingan, sampah adalah salah satu penyebab nya.
Sebagai bentuk upaya penanganan nya, pemerintah Desa Banjar Waru kecamatan Ciawi, bersama warga dan ecovilage yang ada mengolah sampah berbasis incenerator, yang dinilai ramah lingkungan.
Kepala Desa Banjar Waru Abdul Rahman mengatakan, walaupun belum sepenuhnya tertangani di wilayah, dengan adanya mesin pengelolaan tersebut, sedikit nya bisa mengurangi volume sampah di Desa yang dipimpin nya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat membantu minimal mengurangi, sekarang sudah 5 Rw yang ter cover dari alat itu, sementara diwilyah lain nya penangulangan pengurangan sampah masih manual”, katanya.
Abdurahman mengungkapkan, kelebihan mesin pengolahan sampah yang dimiliki Desa Banjarwaru tidak menggunakan bahan bakar minyak ataupun daya listrik.
“Menggunakan kayu bakar dengan 0% asap, tapi mesin pengolah itu mampu membakar sampai 1 ton perharinya, ” ungkapnya.
Sementara menurut Narso ketua ecovilage Banjar Waru, selama Kurang lebih satu tahun pengelolaan sampah organik maupun non organik telah berjalan .
“Mesin yang kita pake sudah lolos uji emisi, secara umum sudah layak di gunakan, ” katanya.
Menurut nya, pengelolaan sampah yang dilakukan di Desa Banjar Waru sudah banyak kedatangan dari luar daerah Bogor untuk study banding.
“Ada beberapa yang datang ,dari Pemalamg jawa tengah dan dari Lumajang jawa Timur, bahkan dari dlh kabupaten Bogor juga sudah 2 kali datang,” tuturnya.
Dengan adanya hal tersebut Heri salah seorang warga Desa Banjar Waru mengaku sangat mengapresiasi, namun pihak pengelola kurang men sosialisasikan nya.
Baca Juga:
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
agnt8x Luncurkan Platform Pertama di Dunia untuk Merekrut dan Mengelola Agen AI sebagai Tenaga Kerja
“Bagus, cuman kurangnya sosialisasi ke masyarakat, termasuk ke rt dan rw, se hingga terjadi mis di masyarakat, menurut saya harus lebih ditingkatkan sosialisasi dan harus ada sistem yang lebih baik, ” ungkapnya. (Wan)









