Home / Nusantara

Rabu, 27 Januari 2021 - 18:38 WIB

Gunung Merapi Erupsi Besar, Begini Penjelasan Kepala BPPTKG Hanik Humaira

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan aktivitas Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi efusif. /Dok. BNPB Indonesia

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan aktivitas Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi efusif. /Dok. BNPB Indonesia

APAKABAR NEWS – Gunung Merapi telah mengeluarkan awan panas guguran (APG) sebanyak 36 kali dengan jarak luncur antara 500 hingga 3.000 meter dari kawah puncak pada hari ini Rabu, 27 Januari 2021, berdasarkan pengamatan sejak pukul 00.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Adapun APG tersebut mengarah ke Barat Daya atau menuju ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. APG juga tercatat di seismogram di amplitudo antara 15-60 milimeter dan durasi selama 83-197 detik.

Baca Juga:  Hasil Autopsi Awal dan Autopsi Ulang Almarhum Brigadir J agar Diumumkan, Permintaan Keluarga

Menyusul adanya aktivitas Gunung Merapi tersebut, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaira mengatakan aktivitas Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi efusif.

Pada fase tersebut, pertumbuhan kubah lava terus meningkat dan disertai adanya guguran lava dan awan panas guguran (APG), sebagaimana menurut pengamatan yang dilakukan sejak Senin (4/1) dan terus berlangsung hingga hari ini.

Baca Juga:  Sungai Kerokan yang Meluap dan Merendam Pemukiman Warga Kota Banjarmasin Kini Telah Surut

“Sejak tanggal 4 Januari 2020 Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi yang bersifat efusif atau yang kita kenal juga sebagai Tipe Merapi, yaitu erupsi dengan pertumbuhan kubah lava kemudian disertai dengan guguran lava dan awan panas guguran,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaira melalui siaran pers video.

Hanik juga melaporkan adanya dampak APG tersebut yakni terjadi hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis di beberapa desa di Kecamatan Tamansari di Kabupaten Boyolali dan Kota Boyolali, Jawa Tengah.

Baca Juga:  Polisi Lakukan Random Swab Antigen pada Pengendara di Rest Area KM 19 Tol Japek

Dalam hal ini Hanik mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dengan jarak 5 kilometer dari puncak pada alur Kali Krasak, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Bebeng dan Kali Putih.

Share :

Baca Juga

Nusantara

Ketua DPR Puan Maharani Kunjungi Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang

Nusantara

Waduk Wotan Jebol, 5 Desa di Kabupaten Gresik Jawa Timur Terendam Banjir

Nusantara

Basarnas Gunakan KN Sar Kamajaya untuk Mencari Legislator DPRD Sulsel

Nusantara

Pasar Legi Resmi Beroperasi, Begini Cerita dan Kegembiraan Pedagang Pasar di Kota Surakarta

Nusantara

Lebih dari 60 Persen, Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid Lewati Ambang Batas

Nusantara

Tidak Menimbulkan Korban, tapi Waspadai Potensi Bencana dari Fenomena di Wonogiri Ini

Nusantara

Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Banten, Kabid Humas Polda Banten Berikan Selamat

Nusantara

Wagub Uu Ingin Pilkada Jawa Barat 2020 Bisa Sukses Tanpa Ekses