APAKABAR NEWS – Mabes Polri mengapresiasi usulan Presiden Joko Widodo yang menyodorkan nama Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri kepada DPR. Komjen Listyo merupakan anggota Polri yang berprestasi.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menuturkan, penunjukan Komjen Listyo menunjukan Beliau adalah putra terbaik Bhayangkara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pak Listyo Sigit dianggap yang terbaik karena prestasinya selama ini ya,” terang Argo dalam pernyataannya, Rabu 13 Januari 2021.
Lebih jauh Argo menjelaskan, sepak terjang Komjen Pol Listyo selama memimpin Bareskrim mendapat respon positif.
Baca Juga:
Jasa Top Up PayPal: Cara Beli Saldo PayPal dengan Praktis
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Hal tersebut dibuktikan dengan penanganan sejumlah kasus besar.
“Mudah-mudahan Polri akan lebih baik di bawah kendali Pak Sigit,” sambungnya.
Baca Juga:
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Sekedar informasi, usai resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sebagai Kabareskrim pada 16 Desember 2019 lalu, Listyo langsung bergerak.
Dalam waktu sepekan, Sigit mengungkap perkara besar yang menyorot perhatian publik yaitu kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.
Bahkan, Komjen Listyo mengumumkan secara langsung penangkapan dua pelaku yang menyiram Novel Baswedan.
Baca Juga:
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Para pelaku yakni RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.
Tak berhenti di sana, Bareskrim di bawah komandonya juga membuktikan bahwa penegakan hukum tak pandang bulu dan mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal.
Hal itu tercermin dalam penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020.
Bahkan, dalam hal ini, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra.
Dalam pengusutan perkara ini diketahui adanya keterlibatan dua oknum Jenderal yakni, Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Irjen Pol Napoleon Bonaparte. (pol)












