Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumbar Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 6.1

- Pewarta

Minggu, 11 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kerusakan dan situasi terkini Puskesmas Betaet, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai setelah diguncang gempabumi M 6.1 hari ini, Minggu, 11 September 2022. (Dok. BPBD Kabupaten Kepelauan Mentawai)

Kondisi kerusakan dan situasi terkini Puskesmas Betaet, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai setelah diguncang gempabumi M 6.1 hari ini, Minggu, 11 September 2022. (Dok. BPBD Kabupaten Kepelauan Mentawai)

APA KABAR NEWS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6.1 terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Minggu, 11 September 2022 pukul 06.10 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, akibat gempa tersebut warga Mentawai mengungsi ke perbukitan.

Tercatat, warga di tujuh dusun Desa Simalegi dan warga di tiga dusun Desa Simatalu, mengungsi ke perbkitan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu dilakukan warga, karena khawatir dengan adanyapotensi tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, evakuasi ini dilakukan sama seperti gempa 6.4 M, Senin, 29 Agustus 2022.

“Jumlah warga yang mengungsi sama seperti kejadian gempa bumi M 6.4 pada tanggal 28 Agustus 2022 kemarin,” kata Novriadi.

Novriadi juga melaporkan, setidaknya ada 200 orang warga Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, mengungsi ke lokasi lebih tinggi.

“Kurang dari 200 warga Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara juga mengungsi,” ujarnya.

Akibat gempa ini, Novriadi mengatakan terdapat seorang warga di Desa Betaet yang mengalami luka.

Ia mengalami lua di bagian kepala setelah tertimpa kayu yang berada di rumahnya.

“Seorang warga Betaet terluka di kepala terkena kayu di rumahnya saat hendak lari keluar rumah.”

“Mereka sudah ditangani pihak Puskesmas setempat,” ucapnya.

Selain korban luka, Novriadi juga merinci kerusakan ringan di gedung SMP Negeri Sagulubbek dan Puskesmas Betaet.

Kerusakan itu berupa dinding yang retak dan keramik dinding tekelupas.

Novriadi menyebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk asesmen lanjutan.

Selain itu, pihaknya juga akan memonitor dampak yang ditimbulkan setelah terjadi gempa bumi.

BNPB pun mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya agar tidak panik.

Meski demikian, BNPB meminta masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi susulan.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal
Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden
10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional
Gelombang Demo, Reshuffle Kabinet, Dan Prediksi Politik Mahfud MD Tahun 2025
Investigasi Independen Dugaan Makar, NasDem Tegaskan Dukungan Pada Presiden

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:30 WIB

Bukan Sekadar Pasar: Kemitraan Indonesia-Korea Selatan dan Taruhan Kedaulatan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:19 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:07 WIB

Data Bocor Berujung Teror: Pelajaran dari Kasus Korban Pinjol Ilegal

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:15 WIB

Ramai Wacana Polri di Bawah Kementerian, Senator Dayat El: Idealnya Tetap Komando Langsung Presiden

Berita Terbaru