Kader PDI Perjuangan Diingatkan Hasto Kristiyanto untuk Tak Salahgunakan Kekuasaan

- Pewarta

Senin, 17 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.  (Instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)

APAKABARNEWS.COM  – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan kadernya agar tidak menyalahgunakan amanat rakyat usai Wali Kota Bandung Yana Mulyana terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat 14 April 2023 malam.

“Kami mengingatkan kembali begitu kami mendengar adanya OTT, kami mengeluarkan instruksi kembali untuk mengingatkan seluruh kader-kader PDI Perjuangan untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu malam 15 April 2023.

Menurut dia, isi instruksi partai itu sejalan dengan perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar para kader tidak korupsi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ibu Megawati sudah berulang kali mengingatkan jangan menerima gratifikasi dan sebagainya, jangan pernah menyalahgunakan kekuasaan. Dan kami menjawab melalui pendekatan sistem pencegahan, tetapi juga memberikan sanksi yang tegas bagi kader-kader PDI Perjuangan yang terlibat korupsi,” katanya.

Baca artikel penting lainnya di media online Arahnews.com – salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

Hasto mengatakan sikap PDI Perjuangan yang tegas terhadap upaya pencegahan korupsi, menjadi sinyal dalam mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

“Sikap PDIP sangat jelas, apalagi sejarah menunjukkan PDI Perjuangan ini, kan, lahir sebagai suatu antitesis dari pemerintahan Orde Baru yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Itulah roh yang ikut mendorong lahirnya PDI Perjuangan, UU KPK juga lahir pada masa pemerintahan Ibu Megawati Soekarnoputri,” tutur dia.

Karena itu menurut dia, PDI Perjuangan terus mendorong agar seluruh kader mengintegrasikan sistem perpajakan dan mengedepankan transaksi nontunai yang menjadi pertanda partainya mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset.

“PDI Perjuangan juga mengubah cara pemilihan pimpinan partai dengan demokrasi berdasarkan merit system, semua dalam rangka memerangi korupsi dengan meningkatkan kelembagaan partai,” ungkap Hasto.

Sebelumnya, KPK pada Jumat (14/4) malam melakukan OTT terhadap Wali Kota Bandung Yana Mulyana terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kamera pengawas atau CCTV dan jasa penyediaan internet.

Selain Yana, KPK juga menjaring delapan orang lainnya, termasuk di antaranya beberapa pejabat di Dinas Perhubungan Kota Bandung.***

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Sertifikasi K3 Dipertaruhkan
Pro Kontra Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia Media Circle Serukan Klarifikasi Konstitusional
KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi, Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat
Panglima TNI Geser Jabatan Putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Jabatan Pangkogabwilhan I
Belum Genap Setahun Menjabat Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan, Ini Alasannya
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Daftar Lengkap Nama-nama Pengurus Baru DPP PAN, Termasuk 2 Putri Zulhas dan Deretan Artis Terkenal

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:39 WIB

KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Sertifikasi K3 Dipertaruhkan

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:18 WIB

Pro Kontra Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia Media Circle Serukan Klarifikasi Konstitusional

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:28 WIB

KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi, Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat

Jumat, 2 Mei 2025 - 06:44 WIB

Panglima TNI Geser Jabatan Putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Jabatan Pangkogabwilhan I

Berita Terbaru